Tampilkan postingan dengan label Manhaj Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2024

Kewajiban Taat kepada Pemerintah dalam Hal Ma’ruf

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri

 


Islam adalah agama yang paripurna, bukti dari kesempurnaannya adalah mengatur seluruh sendi kehidupan manusia, dari mulai manusia bangun tidur, sampai tidur lagi bahkan Ketika sedang tidur. Permasalahan yang kecil seperti cara bersih, hingga masalah besar semisal politk dan kenegaraan juga diatur oleh Islam.

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru saja menyelsaikan Pemilihan Umum (Pemilu), Inshaallah akan memiliki pemimpin yang baru, siapapun yang menjadi Presiden dan wakil Presiden maka kita sebagai umat Islam wajib taat. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 59)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah ibnu Huzafah ibnu Qais ibnu Addi ketika ia diutus oleh Rasulullah Saw. untuk memimpin suatu pasukan khusus. Mereka yang bersamanya wajib untuk taat dengan perintah dan larangan yang ditetapkan, dalam makna harus satu komando dalam hal yang ma’ruf.  

Imam Ibnu Katsir menyatakan “Nas-nas tersebut di atas merupakan dalil-dalil yang memerintahkan agar taat kepada ulama dan pemerintah. Karena itulah dalam surat ini disebutkan: Taatilah Allah. (An-Nisa: 59) Yakni ikutilah ajaran Kitab (Al-Qur'an)-Nya. dan taatilah Rasul-(Nya). (An-Nisa: 59) Maksudnya, amalkanlah sunnah-sunnahnya. Dan ulil amri di antara kalian. (An-Nisa: 59) Yaitu dalam semua perintahnya kepada kalian menyangkut masalah taat kepada Allah, bukan durhaka kepada Allah; karena sesungguhnya tidak ada ketaatan kepada makhluk bila menganjurkan untuk berbuat durhaka terhadap Tuhan Yang Maha Pencipta.

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata, “Para fuqaha bersepakat atas wajibnya taat kepada imam yang mutaghallib (berkuasa melalui perang , kudeta, atau cara represif lainnya).

Kewajiban taat kepada pemerintah, dikuatkan dengan sabda dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

…أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ آمَرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ…

“…Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi, tetaplah mendengar dan mentaati, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak hitam…“ HR. Ahmad, Abu Dawud dan Thirmidzi.

Ketaatan kepada Ulil Amri, atau pemerintah yang sah tentu saja bukan secara mutlak, tetapi ketaatan yang membawa kepada kebajikan dan kebaikan dunia dan akhirat. Jika pemerintah memerintahkan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Syariah Allah Ta’ala maka tentu saja tidak ada kewajiban dalam hal ini. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَطاَعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ.

“Tidak (boleh) taat (terhadap perintah) yang di dalamnya terdapat maksiyat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan” HR. Bukhari dan Muslim.

Imam al-Qadhi ‘Ali bin ‘Ali bin Muhammad bin Abi al-‘Izz ad-Dimasqy (terkenal dengan Ibnu Abil ‘Izz wafat th. 792 H rahimahullah berkata: “Hukum mentaati ulil amri adalah wajib (selama tidak dalam kemaksiatan) meskipun mereka berbuat zhalim, karena kalau keluar dari ketaatan kepada mereka akan menimbulkan kerusakan yang berlipat ganda dibanding dengan kezhaliman penguasa itu sendiri. Bahkan bersabar terhadap kezhaliman mereka dapat melebur dosa-dosa dan dapat melipatgandakan pahala. Karena Allah Azza wa Jalla tak akan menguasakan mereka atas diri kita melainkan disebabkan kerusakan amal perbuatan kita juga. Ganjaran itu bergantung pada amal perbuatan. Maka hendaklah kita bersungguh-sungguh memohon ampunan, bertaubat dan memperbaiki amal perbuatan.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.

Maka sebagai seorang muslim wajib kita taat kepada ulil amri atau pemerintah yang sah, khususnya pada hal-hal yang membawa kepada kemashlahatan dunia dan akhirat. Adapun jika pemerintah memerintahkan untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah Ta’ala, maka tidak ada ketaatan. Namun bukan berarti kita melawan pemerintah, tetapi berusaha untuk menasehatinya dengan baik dan menyampaikan aspirasi bahwa hal tersebut dilarang dalam Islam. Wallahu a’alam, 15022024.

Kamis, 03 Agustus 2023

MENJADI MUSLIM RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN

By: Abd Misno Mohd Djahri


 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَن اتَّبَعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .  وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ فِي دِيْنِ اللهِ بِدْعَةٌ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَاْزَ الْمُتَّقُوْنَ...فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرآنِ الْكَرِيْمِ:  ﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ﴾ وَقَالَ اللهُ تَعَالَى أَيْضًا ﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ﴾ وَقَالَ اللهُ تَعَالَى أَيْضًا ﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ  يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا  ﴾

Muqadimah…

Alhamdulillah, Syukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kepada kita kenikmatan iman, Islam dan Ihsan. Shalawat dan salam sama-sama kita panjatkan kepada junjungan alam, habibana wa nabiyyana Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, kepada seluruh ahli baitnya, para shahabatnya hingga orang-orang yang mengikuti jejak sunnahnya hingga akhir zaman.

Amma Ba’du, pertama-tama Khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi serta jamaah jum’ah rahimakumullah wasiat taqwa yang bermakna “Mengoptimalkan seluruh potensi jiwa dan raga kita, untuk mendapatkan Ridha dari Allah Azza wa Jalla”.

Syukur kepada Allah Ta’ala adalah sebuah keniscayaan, ia adalah aalamah min alamatil iman (tanda dari tanda-tanda keimanan seseorang). Syukur yang diawali dengan keyakinan dalam hati (al-yaqin fil qalbi), ucapan dengan lisan (an-nitqu bil lisaan) dan amal dengan seluruh anggota badan. Syukur kita juga secara khusus diberikan hidayah serta inayahNya sehingga kita mampu melaksanakan salah satu dari kewajiban kita sebagai seorang laki-laki muslim yaitu shalat jumat secara berjama’ah, Alhamdulillah wa syukru lillah.

 

Hadirin Jama’ah jum’ah rahimakumullah…

Salah satu dari kenikmatan dan anugerah yang telah diberikan Allah Ta’ala kepada kita semua adalah kenikmatan untuk dapat hidup di bawah naungan Islam. Ini adalah kenikmatan yang tiada duanya, sebagaimana kalamNya:  

فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Maka siapa saja dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” [Al-An’aam/6: 125]

Kenikmatan yang telah Allah sampaikan dalam kalamNya tersebut tentu bukan tanpa alasan, syariah Islam yang telah sempurna menjadi pedoman satu-satunya dalam menjalani kehidupan di alam semesta.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” [Al-Maa-idah/5: 3].

Kesempurnaan Islam juga disebutkan dalam sabda hadits Nabi Muhammad Shalallahu Alaih Wassalam:

عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: تَرَكَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا طَائِرٌ يُقَلِّبُ جَنَاحَيْهِ فِي الْهَوَاءِ إِلاَّ وَهُوَ يَذْكُرُنَا مِنْهُ عِلْمًا. قَالَ: فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ.

Dari Shahabat Abu Dzarr Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat), dan tidaklah seekor burung yang terbang membalik-balikkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan ilmunya kepada kami.” Berkata Abu Dzarr Radhiyallahu anhu, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan semuanya kepada kalian.’” HR. At-Thabrani.

Syariah Islam yang sempurna memberikan pedoman kepada seluruh umat Islam dalam menjalani kehidupannya. Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah sumber pedoman utama, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik; Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm.

Maka, Al-Qur’an dan As-Sunnah atau Al-Hadits menjadi pedoman umat Islam dalam menjalankan amanah Allah Ta’ala sebagai penanggungjawab semesta raya. Pedoman ini sangat sempurna dan mengatur seluruh sendi kehidupan manusia, dari seseorang bangun tidur sampai tidur lagi bahkan ketika sedang tidur diberikan pedomannya dalam Islam. Demikian pula permasalahan besar mulai dari Aqidah, Ibadah dan Muamalah telah lengkap aturannya untuk dilaksanakan dengan penuh ketundukan.

Maka kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim untuk terus belajar, belajar dan belajar tentang Islam, kemudian mengamalkannya dan menyampaikan kepada seluruh semesta tentang sifat Islam yang membawa Rahmat bagi seluruh alam.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. [Al-Anbiyâ’/21:107].

 

Hadirin Jama’ah jum’ah rahimakumullah…

Rahmat Islam bagi seluruh alam tercermin dari sifat-sifat yang menjadi karakter utamanya, diantaranya adalah sifat menghargai dan menghormati agama dan kepercayaan orang lain. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan janganlah kalian mencela sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allâh, karena mereka nanti akan mencela Allâh dengan melampaui batas tanpa ilmu. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik amalan mereka. Kemudian kepada Rabb merekalah tempat kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. [Al-An’âm/6:108]

Merujuk pada ayat ini maka tidak boleh kita mencela agama, kepercayaan dan tuhan-tuhan yang disembah oleh orang di luar Islam karena itu merupakan bentuk menjaga dari mereka membalas mencela Allah dan agamaNya. Pedoman dalam Al-Qur’an sudah jelas yaitu;

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ

Bagi kalian agama kalian dan bagi kami agama kami. QS. Al-Kafirun: 6.

Rahmat Islam juga nampak dari konsep umatan wahidah yang terdapat di dalam Piagam Madinah, yaitu sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

٢٥. وان يهود بني عوف امة مع المؤمنين لليهود دينهم وللمسلمين دينهم مواليهم وانفسهم الا من ظلم واثم فانه لا يـوتخ الا نفسه واهل بيته.

Pasal 25: Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarga.

Piagam Madinah menjadi pedoman bagi umat Islam dalam berbangsa dan bernegara, tanpa melihat agama, ras dan suku bangsa. Selama mereka memiliki visi dan misi yang sama maka mereka semua adalah saudara satu bangsa (Ukhuwah wathaniyyah).

Rahmat Islam Islam untuk semesta adalah menjaga lingkungan agar selalu memberikan yang terbaik kepada manusia. misalnya dilarang untuk mengotori sungai, membuang sampah sembarangan dan buang hajat sembarangan. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaih Wassalam:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّار(رواه ابو داود)

Dari ‘Abdullah bin Hubsyi ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menebang pohon bidara, maka Allah akan membenamkan kepalanya dalam api neraka.” HR. Abu Dawud

اتَّقُوا الْمَلَاعِنَ الثَّلَاثَةَ الْبَرَازَ فِي الْمَوَارِدِ ، وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ ، وَالظِّلِّ

"Jauhilah tiga perilaku terlaknat; buang kotoran di sumber air, di pinggir jalan, dan di bawah naungan pohon." HR Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah.

Sejatinya masih banyak lagi bukti-bukti nyata bahwa Islam benar-benar menjadi Rahmat untuk semesta, bukan hanya bagi manusia tetapi untuk hewan dan seluruh alam raya. Maka, tugas kita sebagai seorang muslim adalah menyampaikan Islam kepada seluruh semesta, Islam yang membawa kedamaian, ketenterama dan kesejahteraan di dunia dan akhirat sana. Wallahu a’lam 0308 2023.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ  الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَعْمَلُوْنَ.وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَأَقِمِ الصَّلَاْةَ

Kamis, 18 Mei 2023

Ciri Muslim Cerdas: Belajar, Belajar dan Belajar

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri



Syukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kepada kita akan kenikmatan iman Islam dan juga Ihsan. Shalawat dan salam sama-sama kita panjatkan kepada junjungan alam Habibana wa nabiyana Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam kepada seluruh ahli baitnya para sahabatnya serta orang-orang yang senantiasa mengikuti jejak sunnahnya hingga akhir zaman.

Salah satu dari ciri seorang muslim yang memiliki ghirah atau semangat intelektual dan juga pembelajar adalah dia selalu ingin untuk menambah ilmu pengetahuannya, ingin untuk menambahkan pemahamannya terhadap ilmu pengetahuan baik ilmu pengetahuan yang sifatnya duniawi ataupun yang sifatnya ukhrawi atau kedua-duanya.

Oleh karena itu salah satu dari ciri dari muslim yang memiliki intelektual dan semangat pembelajaran tinggi adalah selalu dia belajar, belajar dan belajar, baik itu dia dengan membaca kemudian juga dengan mungkin juga menulis mungkin juga dia dengan belajar kepada seorang ilmuwan seorang tokoh seorang ustadz ajengan ataupun juga dia mengikuti berbagai kegiatan yang sifatnya ilmiah baik itu conference kemudian seminar webinar dan lain sebagainya.

Apalagi sebagai seorang akademisi, dosen misalnya maka dia memiliki kewajiban lebih untuk bisa melihat bagaimana perkembangan dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Ya perkembangan dari berbagai munculnya perubahan yang ada sehingga kemudian mau tidak mau ilmu pengetahuan itu terus harus berkembang dan harus terus kita update ya agar sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga mudah-mudahan dengan kita belajar, belajar dan belajar melalui membaca baik itu membaca teks ataupun membaca alam semesta ini kemudian juga menuliskannya mempublikasikannya kemudian juga hadir di berbagai pertemuan ilmiah itu menjadi salah satu sarana kita untuk bisa menambah dari ilmu pengetahuan mengembangkan dan yang pasti memberikan manfaat bagi umat dan juga masyarakat bangsa dan juga negara.  Wallahualam, 18052023 transkrip dari video Youtube di Surabaya.

Rabu, 22 Maret 2023

Trend Saling Meminta Maaf di Awal Ramadhan

Oleh: Misno Mohamad Djahri

 


Salah satu fenomena yang terjadi di awal Ramadhan adalah sebagian masyarakat yang meminta maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja atau tidak. Trend ini semakin meluas seiring dengan perkembangan media sosial, sehingga menjadi semcam keharusan bagi umat Islam untuk saling meminta maaf ketika akan memasuki bulan mulia ini.

Sejatinya tidak jauh berbeda dengan tradisi lainnya yaitu saling bermaaf-maafan di hari Raya Idhul Fitri dan terkadang ada juga di Idhul Adha. Sebagai sebuah trend yang berkembang di masyarakata tentu saja kita sebagai muslim tidak dengan mudah mengikutinya tanpa adanya ilmu. Ini sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. QS. Al-Isra: 36.

Merujuk pada ayat ini maka kita sebagai muslim tidak boleh sembarangan mengikuti suatu amalan yang belum kita ketahui ilmunya. Apalagi itu terkait dengan syiar-syiar agama yang telah dijelaskan secara sempurna oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan dilaksanakan oleh para shahabatnya.

Terkait dengan saling meminta maaf di awal Ramadhan, maka ini didasarkan pada salah satu riwayat yang banyak beredar di masyarakat, yaitu riwayat “Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah. Do’a Malaikat Jibril itu adalah “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: pertama, Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada). Kedua, Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri; ketiga, Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Sayangnya riwayat ini tidak ada sumbernya sama sekali, khususnya lafadz ““Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: pertama, Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada). Kedua, Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri; ketiga, Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya”. Sehingga tidak bisa dijadikan dasar untuk saling meminta maaf di awal Ramadhan, apalagi meyakini riwayat tersebut dan mengamalkannya serta menjadikan seolah-olah menjadi syiar agama Islam.

Riwayat yang shahih terkait dengan hadits tersebut adalah:

عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد

“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya: “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”. HR. Al Mundziri, Adz Dzahabi dan Ibnu Hajar Al Asqalani.

Riwayat ini berbeda dengan riwayat sebelumnya yang menambahkan lafadz saling meminta maaf, sehingga saling meminta maaf di awal Ramadhan merupakan sesuatu yang tidak ada sandarannya dan tidak pernah dilaksanakan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, para shahabat dan generasi Islam terdahulu.

Adapun apabila kita melakukan kesalahan, baik yang disengaja atau tidak maka hendaknya segera untuk meinta maaf tanpa menunggu awal Ramadhan atau hari raya Idhul Fitri. Sebagaimana dasar yang sudah jelas dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh". (QS. Al-A'raf: 199)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda "Barangsiapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezhalimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya". HR. Bukhari.

Oleh karena itu mari sebagai muslim kita beramal dalam agama sesuai dengan apa yang ada di dalam al-Qur’an dan al-Hadits yang shahih serta dilaskanakan oleh para shahabat. Karena hanya dengan beragama menghikuti manhaj merekalah keselamatan dan kebahagiaan akan didapatkan. Wallahu a’lam. Malam Awal Ramadhan 1444 H (22032023).

Minggu, 12 Maret 2023

Solusi Islam dalam Menghadapi Pemanasan Global

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri

 


Pemanasan global adalah fenomena peningkatan suhu rata-rata bumi akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Fenomena ini menjadi masalah global yang harus diatasi bersama. Dalam hal ini, Islam juga turut menitikberatkan masalah lingkungan hidup dan memberikan pandangan tentang bagaimana umat Islam seharusnya bertindak terkait dengan masalah lingkungan hidup, termasuk pemanasan global.

Pertama-tama, pandangan Islam tentang kelestarian lingkungan hidup dapat ditemukan dalam Alquran. Di antaranya, dalam surat Al-A'raf ayat 56, Allah Ta’ala berfirman, "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah diperbaiki (keadaannya) dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan; sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

Ayat ini menunjukkan bahwa manusia seharusnya bertindak sebagai pengelola bumi yang baik dan menjaga kelestariannya. Hal ini berkaitan dengan perintah Allah Ta’ala agar manusia menjadi khalifah di muka bumi (surat Al-Baqarah ayat 30), yang artinya sebagai pengurus atau pemelihara bumi. Dalam pandangan Islam, manusia bertanggung jawab menjaga kelestarian bumi dan menjaga keberlangsungan hidup makhluk di dalamnya.

Selain itu, Islam juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui hadis. Salah satu hadis yang terkenal adalah hadis yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini dijadikan untuk kepentingan manusia, namun manusia juga diberikan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian bumi agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

Dalam pandangan Islam, menjaga kelestarian lingkungan juga berarti menjaga keseimbangan alam. Alam yang seimbang akan menghasilkan manfaat bagi manusia, sedangkan alam yang tidak seimbang akan menghasilkan bencana dan musibah.

Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita harus bertindak untuk menjaga kelestarian bumi dan lingkungan hidup. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah:

 

1.     Mengurangi penggunaan energi fosil

Penggunaan energi fosil, seperti minyak, gas, dan batu bara, merupakan salah satu penyebab utama pemanasan global. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi penggunaan energi fosil dengan menggunakan energi terbarukan, seperti energi surya dan angin.

 

2.     Mengurangi produksi sampah

Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan menghasilkan gas rumah kaca. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi produksi sampah dengan melakukan daur ulang, menghindari penggunaan kantong plastik, dan membuang sampah pada tempatnya.

 

3.     Menjaga kebersihan lingkungan

Menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mencegah pencemaran lingkungan dan mengurangi risiko terjadinya bencana alam. Sebagai umat Muslim, kita dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan lingkungan sekitar rumah, dan mengikuti program kebersihan lingkungan di wilayah tempat tinggal kita.

 

4.     Mengurangi emisi gas rumah kaca

Emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan nitrat oksida dapat menyebabkan pemanasan global. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menggunakan produk ramah lingkungan, dan mengurangi konsumsi daging.

 

5.     Menanam pohon

Menanam pohon dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki kualitas udara. Sebagai umat Muslim, kita dapat menanam pohon di halaman rumah atau di lingkungan sekitar kita untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan.

 

6.     Menggunakan produk organik

Produk organik, seperti makanan organik, dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida dan bahan kimia berbahaya. Sebagai umat Muslim, kita dapat memilih menggunakan produk organik untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan tubuh.

 

7.     Mengurangi penggunaan air

Penggunaan air yang berlebihan dapat menyebabkan kelangkaan air di masa depan. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi penggunaan air dengan mengumpulkan air hujan, memperbaiki keran yang bocor, dan menggunakan air secukupnya.

 

8.     Mengikuti program lingkungan

Mengikuti program lingkungan di wilayah tempat tinggal kita dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah pencemaran lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengikuti program lingkungan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga lingkungan.

 

9.     Mengajarkan anak-anak tentang lingkungan

Mengajarkan anak-anak tentang lingkungan dapat membantu mereka memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai orang tua atau guru, kita dapat mengajarkan anak-anak tentang kebersihan lingkungan, penghematan energi, dan pengurangan sampah.

 

10.  Berpartisipasi dalam kampanye lingkungan

Berpartisipasi dalam kampanye lingkungan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat berpartisipasi dalam kampanye lingkungan yang diselenggarakan oleh lembaga lingkungan atau organisasi masyarakat.

 

11.  Menggunakan kendaraan ramah lingkungan

Menggunakan kendaraan ramah lingkungan, seperti sepeda atau kendaraan listrik, dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebagai umat Muslim, kita dapat memilih menggunakan kendaraan ramah lingkungan untuk perjalanan jarak dekat.

 

12.  Menggunakan produk ramah lingkungan

Menggunakan produk ramah lingkungan, seperti sabun cuci piring dan deterjen organik, dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan mencemari lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat memilih menggunakan produk ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

13.  Mengurangi konsumsi daging

Produksi daging membutuhkan banyak sumber daya dan menyebabkan emisi gas rumah kaca yang tinggi. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi konsumsi daging atau memilih untuk menjadi vegetarian atau vegan untuk membantu mengurangi dampak produksi daging terhadap lingkungan.

 

14.  Menggunakan energi terbarukan

Menggunakan energi terbarukan seperti tenaga surya atau tenaga angin dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat memilih untuk menggunakan energi terbarukan di rumah atau di tempat kerja kita.

 

15.  Menjaga kebersihan air

Menjaga kebersihan air sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan manusia. Sebagai umat Muslim, kita dapat menjaga kebersihan air dengan tidak membuang limbah ke sungai atau danau, membuang sampah pada tempatnya, dan mengikuti program pengolahan air limbah di wilayah tempat tinggal kita.

 

16.  Mengurangi konsumsi energi

Mengurangi konsumsi energi dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghemat biaya energi. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi konsumsi energi dengan mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan, menggunakan lampu hemat energi, dan mengurangi penggunaan AC.

 

17.  Mengurangi penggunaan kantong plastik

Penggunaan kantong plastik dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan makhluk hidup. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi penggunaan kantong plastik dengan membawa tas belanja sendiri atau menggunakan kantong kain yang dapat digunakan ulang.

 

18.  Membuang sampah pada tempatnya

Membuang sampah pada tempatnya sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat membawa sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan.

 

19.  Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya

Penggunaan bahan kimia berbahaya dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pestisida, bahan pembersih, dan bahan pewarna.

 

20.  Menjaga kelestarian lingkungan

Menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita sebagai umat manusia. Sebagai umat Muslim, kita dapat menjaga kelestarian lingkungan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, dan mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan

Dalam Islam, kelestarian lingkungan dianggap sebagai amanah yang harus dijaga oleh manusia. Sebagai umat Muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarianlingkungan dan mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Dengan melakukan langkah-langkah yang ramah lingkungan, kita dapat membantu mengurangi pemanasan global dan memperbaiki keseimbangan ekosistem.

 

Kesimpulan

Pemanasan global adalah masalah lingkungan yang serius dan membutuhkan tindakan segera dari seluruh umat manusia. Sebagai umat Muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Islam mengajarkan kita untuk memelihara lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam Islam, alam semesta dianggap sebagai amanah dari Allah yang harus dijaga dan dijaga dengan baik oleh manusia. Dengan mempraktikkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membantu mengurangi pemanasan global dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

 

Selasa, 07 Maret 2023

Islam Membuat Hidup lebih Mudah dan Indah

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri

 


Islam, sebagai satu-satunya agama yang diterima oleh Allah Ta’ala memiliki dampak yang sangat besar pada kehidupan pada pemeluknya. Sebagai muslim kita harus percaya bahwa Islam dapat membuat hidup menjadi lebih indah dan bermakna. Berikut adalah beberapa cara bagaimana Islam dapat mempengaruhi hidup seseorang:

1.     Memberikan Tujuan Hidup yang Jelas

Islam memberikan pandangan tentang tujuan hidup manusia, yaitu untuk menyembah Allah Ta’ala dan mencapai kebahagiaan di dunia dan juga kebahagiaan abadi di akhirat. Tujuan ini memberikan arti yang lebih besar pada hidup seseorang dan membantu mereka menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

2.     Meningkatkan Kualitas Kehidupan

Islam mendorong umatnya untuk hidup dengan cara yang baik dan benar. Hal ini termasuk menjaga kesehatan, menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain, dan menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

3.     Memberikan Panduan Moral yang Jelas (Akhlak)

Islam memberikan panduan moral yang jelas dalam segala aspek kehidupan. Hal ini membantu seseorang untuk berperilaku dengan baik dan berbuat kebaikan kepada orang lain. Panduan moral dalam Islam termasuk hal-hal seperti menghormati orang tua, menolong sesama manusia, menghindari kekerasan, dan berbicara dengan kata-kata yang baik.

4.     Memberikan Rasa Ketenangan dan Ketenangan Batin

Islam mendorong umatnya untuk berdoa dan beribadah secara teratur. Hal ini membantu seseorang untuk mencari ketenangan dan ketenangan batin dalam kehidupan sehari-hari. Berdoa dan beribadah juga membantu seseorang untuk memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang penting dan menghindari kecemasan dan stres.

5.     Memberikan Perasaan Komunitas dan Persatuan

Islam merupakan agama yang menghargai nilai-nilai persatuan dan kebersamaan. Hal ini membantu umat Muslim untuk merasa terikat dengan sesama Muslim dan merasa memiliki peran penting dalam masyarakat. Kehadiran komunitas Muslim juga memberikan dukungan dan bantuan bagi individu ketika mereka menghadapi kesulitan.

 

Maka keismpulannya adalah bahwa Islam memiliki dampak yang sangat besar pada kehidupan manusia, memberikan panduan moral, nilai-nilai etika, dan tujuan hidup yang jelas. Hal ini dapat membuat hidup seseorang lebih indah dan bermakna.

Senin, 06 Maret 2023

Sebab Doa Dikabulkan oleh Allah Ta'ala

Oleh: Misno dan ChatGPT

 


Doa merupakan ibadah yang sangat penting dalam Islam. Sebab doa dikabulkan oleh Allah Ta'ala dalam Islam merupakan suatu hal yang sangat diharapkan oleh setiap muslim. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui agar doa yang kita panjatkan dapat dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Berikut adalah 20 sebab doa dikabulkan oleh Allah Ta'ala dalam Islam.

1.     Memperbaharui Niat dan Keyakinan

Doa yang benar haruslah dilandasi dengan niat yang baik dan keyakinan yang kuat kepada Allah Ta'ala. Niat yang baik dan keyakinan yang kuat akan membantu kita dalam menguatkan doa yang kita panjatkan.

2.     Berdoa dengan Tulus

Doa yang tulus merupakan doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak memperdulikan apa yang akan diperoleh dari doa tersebut. Kita hanya berdoa karena memang kita membutuhkan pertolongan dari Allah Ta'ala.

3.     Meningkatkan Kualitas Ibadah

Meningkatkan kualitas ibadah dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan melakukan ibadah dengan baik dan benar, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan mudah untuk memohon pertolongan dari-Nya.

4.     Berdoa Dengan Istighfar

Istighfar adalah memohon ampunan kepada Allah Ta'ala karena kesalahan yang telah kita lakukan. Dalam berdoa, kita haruslah memohon ampunan dari Allah Ta'ala sehingga hati kita menjadi bersih dan lebih dekat dengan-Nya.

5.     Berdoa Dalam Waktu Yang Tepat

Waktu yang tepat untuk berdoa sangat penting dalam Islam. Waktu yang tepat untuk berdoa adalah pada saat sholat, saat sujud, saat terjadi musibah, saat berangkat dan pulang dari perjalanan, serta saat di malam hari.

6.     Berdoa Dalam Bahasa Yang Diketahui

Berdoa dalam bahasa yang diketahui akan membuat kita lebih mudah dalam memahami makna dari doa tersebut. Oleh karena itu, kita haruslah berdoa dalam bahasa yang kita pahami dengan baik.

7.     Berdoa dengan Memohon Kepada Allah Ta'ala Secara Langsung

Berdoa dengan memohon kepada Allah Ta'ala secara langsung merupakan doa yang benar. Dalam berdoa, kita tidak perlu meminta bantuan kepada orang lain atau melalui syafaat. Kita hanya perlu memohon langsung kepada Allah Ta'ala.

8.     Menjauhi Dosa

Menjauhi dosa dapat membantu doa kita dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan menjauhi dosa, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

9.     Berdoa Dengan Kerendahan Hati

Berdoa dengan kerendahan hati merupakan doa yang benar. Dalam berdoa, kita harus merendahkan hati dan mengakui bahwa kita adalah hamba Allah Ta'ala yang lemah.

10.  Berdoa Dalam Kehidupan Sehari-hari

Berdoa dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu hal yang penting dilakukan oleh setiap muslim. Ketika kita berdoa dalam kehidupan sehari-hari, kita harus memohon pertolongan dari Allah Ta'ala dalam segala urusan yang kita hadapi.

11.  Berdoa Dengan Menyebut Nama-Nama Allah Ta'ala

Dalam berdoa, kita harus menyebut nama-nama Allah Ta'ala yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Dengan menyebut nama-nama Allah Ta'ala, kita akan merasa lebih dekat dengan-Nya dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

12.  Berdoa Dengan Memperbanyak Sedekah

Memperbanyak sedekah juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan memperbanyak sedekah, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

13.  Berdoa Dalam Kondisi yang Bersih

Dalam berdoa, kita harus dalam kondisi yang bersih. Kita haruslah mandi dan memakai pakaian yang bersih sehingga doa kita lebih baik diterima oleh Allah Ta'ala.

14.  Berdoa Dalam Keadaan Sujud

Berdoa dalam keadaan sujud juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dalam sujud, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

15.  Berdoa dengan Bertawakal

Bertawakal adalah mempercayai sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Dalam berdoa, kita haruslah bertawakal kepada Allah Ta'ala sehingga doa kita dapat dikabulkan dengan mudah.

16.  Berdoa Dengan Menjaga Aqidah yang Benar

Menjaga aqidah yang benar juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan menjaga aqidah yang benar, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

17.  Berdoa Dengan Memohon Pertolongan Bagi Sesama

Berdoa dengan memohon pertolongan bagi sesama juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan memohon pertolongan bagi sesama, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

18.  Berdoa Dengan Tidak Sombong

Dalam berdoa, kita haruslah tidak sombong dan merendahkan hati. Kita harus meminta pertolongan dengan tulus dan ikhlas tanpa merasa sombong terhadap orang lain.

19.  Berdoa Dalam Keadaan yang Tenang dan Terkonsentrasi

Berdoa dalam keadaan yang tenang dan terkonsentrasi juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dalam keadaan yang tenang, kita akan lebih fokus dan terkonsentrasi dalam berdoa.

20.  Berdoa Dengan Memohon Pertolongan untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat

Dalam berdoa, kita harus memohon pertolongan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Dengan memohon pertolongan untuk kebaikan dunia dan akhirat, doa kita akan lebih dihargai oleh Allah Ta'ala dan lebih mudah untuk dikabulkan.

Dalam Islam, doa adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat penting. Ketika kita berdoa, kita harus memohon dengan hati yang ikhlas dan tulus kepada Allah Ta'ala. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi doa kita untuk dikabulkan, seperti keikhlasan hati, menjaga aqidah yang benar, memperbanyak sedekah, dan berdoa dengan menyebut nama-nama Allah Ta'ala. Kita juga harus berdoa dalam kondisi yang bersih, tidak sombong, dan dengan memohon pertolongan bagi sesama. Dengan mengikuti hal-hal ini, kita akan memperoleh keutamaan berdoa dalam Islam dan insya Allah doa kita akan dikabulkan oleh Allah Ta'ala.

Cara Mengikuti Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dan para shahabatnya

Oleh: Misno and ChatGPT



Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk mengikuti ajaran-ajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya dengan benar. Dalam artikel ini, akan dibahas cara mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya dengan benar.

1.     Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam

Sebelum mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, kita harus mengenal siapa beliau dan apa yang beliau ajarkan. Belajar tentang kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan pengajaran-pengajarannya adalah penting agar kita dapat memahami apa yang harus dilakukan dan dihindari.

2.     Membaca Al-Quran

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Membaca Al-Quran secara teratur dan mempelajari maknanya adalah cara terbaik untuk mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya dengan benar.

3.     Melakukan Sholat

Sholat adalah salah satu kewajiban umat Islam. Sholat juga merupakan salah satu tindakan yang sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Melakukan sholat dengan benar dan teratur adalah cara terbaik untuk mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya.

4.     Menjaga Akhlak

Menjaga akhlak yang baik dan sopan adalah salah satu ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Beliau mengajarkan pentingnya memiliki akhlak yang baik dan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita harus mengikuti ajaran ini dan menjaga akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

5.     Menjaga Persaudaraan

Persaudaraan adalah salah satu nilai yang sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya. Membangun persaudaraan dan menjaga hubungan yang baik dengan sesama muslim adalah cara terbaik untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya.

6.     Membantu Orang Lain

Membantu orang lain adalah salah satu ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya. Beliau mengajarkan pentingnya membantu orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita harus membantu orang lain sesuai dengan kemampuan kita.

7.     Berpuasa

Puasa adalah salah satu kewajiban umat Islam. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam mengajarkan pentingnya berpuasa untuk membersihkan jiwa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

8.     Membayar Zakat

Zakat adalah salah satu kewajiban umat Islam. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam mengajarkan pentingnya membayar zakat untuk membantu orang yang membutuhkan. Oleh karena itu, membayar zakat secara teratur adalah cara terbaik untuk mengikuti beliau.

9.     Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam

Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam adalah segala sesuatu yang beliau katakan, lakukan, atau persetujuan beliau terhadap suatu tindakan. Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam adalah cara terbaik untuk mengikuti ajaran beliau dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

10.  Belajar dari Para Sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam

Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam adalah orang-orang yang dekat dengan beliau dan memahami ajaran-ajarannya dengan baik. Belajar dari para sahabat beliau dan mengikuti contoh-contoh yang mereka tunjukkan adalah cara terbaik untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dengan benar.

Dalam rangka mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya dengan benar, diperlukan kesabaran, tekad, dan konsistensi dalam menjalankan ajaran-ajaran tersebut. Dengan mengikuti ajaran-ajaran tersebut dengan benar, kita dapat menjadi muslim yang lebih baik dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. 06032023.

Selasa, 28 Februari 2023

Tips Menjadi Muslim Kreatif

By: OpenAI and Misno

 


Sebagai seorang Muslim, terkadang kita berpikir bahwa kegiatan kreatif tidak sesuai dengan nilai dan prinsip agama yang kita anut. Namun, sebenarnya tidak demikian. Islam mengajarkan kita untuk menjadi kreatif dan produktif dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam kegiatan seni dan budaya. Berikut adalah beberapa tips untuk menjadi Muslim kreatif:

1.     Mempelajari Islam secara mendalam

Mempelajari Islam secara mendalam akan membantu kita memahami nilai-nilai agama dan bagaimana kita dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan kreatif. Dengan memiliki pemahaman yang kuat tentang agama, kita dapat menciptakan karya seni yang memiliki makna dan pesan yang mendalam.

2.     Mencari inspirasi dari alam dan karya Allah

Allah menciptakan alam semesta dengan segala keindahannya. Kita dapat mencari inspirasi dari alam untuk menciptakan karya seni yang indah dan bermakna. Selain itu, kita juga dapat mempelajari karya-karya Allah yang terdapat dalam Al-Quran dan hadis, serta karya para ulama dan tokoh-tokoh Islam yang kreatif.

3.     Berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya

Berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya dapat membantu kita meningkatkan keterampilan kreatif dan memperluas wawasan kita. Kita dapat belajar dari orang lain dan memperoleh pengalaman baru dalam menciptakan karya seni.

4.     Menjadi pengamat yang peka terhadap keindahan

Sebagai seorang Muslim kreatif, kita harus menjadi pengamat yang peka terhadap keindahan. Kita harus melatih diri untuk melihat keindahan dalam segala hal, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam karya seni. Hal ini dapat membantu kita menciptakan karya seni yang memiliki nilai estetika yang tinggi.

5.     Mengembangkan keterampilan dan bakat

Mengembangkan keterampilan dan bakat adalah hal yang penting untuk menjadi Muslim kreatif. Kita harus terus belajar dan berlatih untuk meningkatkan keterampilan dalam menciptakan karya seni. Dengan mengembangkan keterampilan dan bakat, kita dapat menciptakan karya seni yang lebih berkualitas dan bermakna.

6.     Menggunakan karya seni untuk menyebarkan pesan Islam

Karya seni yang kita ciptakan dapat menjadi sarana untuk menyebarkan pesan Islam. Kita dapat menciptakan karya seni yang menyampaikan nilai-nilai Islam, seperti toleransi, keadilan, cinta kasih, dan perdamaian. Dengan cara ini, kita dapat memperkuat identitas sebagai Muslim dan menyebarkan pesan kebaikan kepada masyarakat luas.

7.     Membuat karya seni yang bernilai sosial dan moral

Sebagai Muslim kreatif, kita harus menciptakan karya seni yang memiliki nilai sosial dan moral yang tinggi. Karya seni yang kita ciptakan harus mampu memberikan inspirasi dan memberikan pesan yang positif kepada masyarakat. Dengan cara ini, kita dapat menjadi panutan bagi orang lain dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

8.     Mengikuti perkembangan teknologi

Teknologi berkembang sangat cepat, dan sebagai Muslim kreatif kita juga harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Dalam menciptakan karya seni, kita dapat memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya seni yang lebih modern dan lebih kreatif. Dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat menciptakan karya seni yang lebih berkualitas dan lebih mudah diakses oleh masyarakat.

9.     Menciptakan karya seni yang beragam

Sebagai Muslim kreatif, kita harus menciptakan karya seni yang beragam. Kita tidak hanya terbatas pada satu jenis seni saja, seperti seni lukis atau seni musik, tetapi kita juga dapat mencoba untuk menciptakan karya seni dalam berbagai jenis seni, seperti seni teater, seni film, seni tari, dan sebagainya. Dengan menciptakan karya seni yang beragam, kita dapat memperluas wawasan kita dan meningkatkan kemampuan kreatifitas kita.

10.  Membuat karya seni dengan keikhlasan hati

Terakhir, sebagai Muslim kreatif, kita harus membuat karya seni dengan keikhlasan hati. Kita harus menciptakan karya seni tidak hanya untuk tujuan komersial atau popularitas semata, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan untuk menghargai keindahan ciptaan Allah. Dengan membuat karya seni dengan keikhlasan hati, kita dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan juga memperkuat nilai-nilai keislaman kita.

Demikianlah beberapa tips menjadi Muslim kreatif. Sebagai seorang Muslim, kita harus memahami bahwa kreativitas adalah suatu bentuk ibadah, dan karya seni yang kita ciptakan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karena itu, mari kita terus meningkatkan kemampuan kreatifitas kita dan menciptakan karya seni yang bernilai positif bagi masyarakat dan agama kita.