Tampilkan postingan dengan label Keluarga Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Maret 2023

Solusi Islam dalam Menghadapi Pemanasan Global

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri

 


Pemanasan global adalah fenomena peningkatan suhu rata-rata bumi akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Fenomena ini menjadi masalah global yang harus diatasi bersama. Dalam hal ini, Islam juga turut menitikberatkan masalah lingkungan hidup dan memberikan pandangan tentang bagaimana umat Islam seharusnya bertindak terkait dengan masalah lingkungan hidup, termasuk pemanasan global.

Pertama-tama, pandangan Islam tentang kelestarian lingkungan hidup dapat ditemukan dalam Alquran. Di antaranya, dalam surat Al-A'raf ayat 56, Allah Ta’ala berfirman, "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah diperbaiki (keadaannya) dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan; sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

Ayat ini menunjukkan bahwa manusia seharusnya bertindak sebagai pengelola bumi yang baik dan menjaga kelestariannya. Hal ini berkaitan dengan perintah Allah Ta’ala agar manusia menjadi khalifah di muka bumi (surat Al-Baqarah ayat 30), yang artinya sebagai pengurus atau pemelihara bumi. Dalam pandangan Islam, manusia bertanggung jawab menjaga kelestarian bumi dan menjaga keberlangsungan hidup makhluk di dalamnya.

Selain itu, Islam juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui hadis. Salah satu hadis yang terkenal adalah hadis yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini dijadikan untuk kepentingan manusia, namun manusia juga diberikan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian bumi agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

Dalam pandangan Islam, menjaga kelestarian lingkungan juga berarti menjaga keseimbangan alam. Alam yang seimbang akan menghasilkan manfaat bagi manusia, sedangkan alam yang tidak seimbang akan menghasilkan bencana dan musibah.

Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita harus bertindak untuk menjaga kelestarian bumi dan lingkungan hidup. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah:

 

1.     Mengurangi penggunaan energi fosil

Penggunaan energi fosil, seperti minyak, gas, dan batu bara, merupakan salah satu penyebab utama pemanasan global. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi penggunaan energi fosil dengan menggunakan energi terbarukan, seperti energi surya dan angin.

 

2.     Mengurangi produksi sampah

Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan menghasilkan gas rumah kaca. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi produksi sampah dengan melakukan daur ulang, menghindari penggunaan kantong plastik, dan membuang sampah pada tempatnya.

 

3.     Menjaga kebersihan lingkungan

Menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mencegah pencemaran lingkungan dan mengurangi risiko terjadinya bencana alam. Sebagai umat Muslim, kita dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan lingkungan sekitar rumah, dan mengikuti program kebersihan lingkungan di wilayah tempat tinggal kita.

 

4.     Mengurangi emisi gas rumah kaca

Emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan nitrat oksida dapat menyebabkan pemanasan global. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menggunakan produk ramah lingkungan, dan mengurangi konsumsi daging.

 

5.     Menanam pohon

Menanam pohon dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki kualitas udara. Sebagai umat Muslim, kita dapat menanam pohon di halaman rumah atau di lingkungan sekitar kita untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan.

 

6.     Menggunakan produk organik

Produk organik, seperti makanan organik, dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida dan bahan kimia berbahaya. Sebagai umat Muslim, kita dapat memilih menggunakan produk organik untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan tubuh.

 

7.     Mengurangi penggunaan air

Penggunaan air yang berlebihan dapat menyebabkan kelangkaan air di masa depan. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi penggunaan air dengan mengumpulkan air hujan, memperbaiki keran yang bocor, dan menggunakan air secukupnya.

 

8.     Mengikuti program lingkungan

Mengikuti program lingkungan di wilayah tempat tinggal kita dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah pencemaran lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengikuti program lingkungan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga lingkungan.

 

9.     Mengajarkan anak-anak tentang lingkungan

Mengajarkan anak-anak tentang lingkungan dapat membantu mereka memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai orang tua atau guru, kita dapat mengajarkan anak-anak tentang kebersihan lingkungan, penghematan energi, dan pengurangan sampah.

 

10.  Berpartisipasi dalam kampanye lingkungan

Berpartisipasi dalam kampanye lingkungan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat berpartisipasi dalam kampanye lingkungan yang diselenggarakan oleh lembaga lingkungan atau organisasi masyarakat.

 

11.  Menggunakan kendaraan ramah lingkungan

Menggunakan kendaraan ramah lingkungan, seperti sepeda atau kendaraan listrik, dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebagai umat Muslim, kita dapat memilih menggunakan kendaraan ramah lingkungan untuk perjalanan jarak dekat.

 

12.  Menggunakan produk ramah lingkungan

Menggunakan produk ramah lingkungan, seperti sabun cuci piring dan deterjen organik, dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan mencemari lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat memilih menggunakan produk ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

13.  Mengurangi konsumsi daging

Produksi daging membutuhkan banyak sumber daya dan menyebabkan emisi gas rumah kaca yang tinggi. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi konsumsi daging atau memilih untuk menjadi vegetarian atau vegan untuk membantu mengurangi dampak produksi daging terhadap lingkungan.

 

14.  Menggunakan energi terbarukan

Menggunakan energi terbarukan seperti tenaga surya atau tenaga angin dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat memilih untuk menggunakan energi terbarukan di rumah atau di tempat kerja kita.

 

15.  Menjaga kebersihan air

Menjaga kebersihan air sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan manusia. Sebagai umat Muslim, kita dapat menjaga kebersihan air dengan tidak membuang limbah ke sungai atau danau, membuang sampah pada tempatnya, dan mengikuti program pengolahan air limbah di wilayah tempat tinggal kita.

 

16.  Mengurangi konsumsi energi

Mengurangi konsumsi energi dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghemat biaya energi. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi konsumsi energi dengan mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan, menggunakan lampu hemat energi, dan mengurangi penggunaan AC.

 

17.  Mengurangi penggunaan kantong plastik

Penggunaan kantong plastik dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan makhluk hidup. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi penggunaan kantong plastik dengan membawa tas belanja sendiri atau menggunakan kantong kain yang dapat digunakan ulang.

 

18.  Membuang sampah pada tempatnya

Membuang sampah pada tempatnya sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai umat Muslim, kita dapat membawa sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan.

 

19.  Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya

Penggunaan bahan kimia berbahaya dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Sebagai umat Muslim, kita dapat mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pestisida, bahan pembersih, dan bahan pewarna.

 

20.  Menjaga kelestarian lingkungan

Menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita sebagai umat manusia. Sebagai umat Muslim, kita dapat menjaga kelestarian lingkungan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, dan mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan

Dalam Islam, kelestarian lingkungan dianggap sebagai amanah yang harus dijaga oleh manusia. Sebagai umat Muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarianlingkungan dan mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Dengan melakukan langkah-langkah yang ramah lingkungan, kita dapat membantu mengurangi pemanasan global dan memperbaiki keseimbangan ekosistem.

 

Kesimpulan

Pemanasan global adalah masalah lingkungan yang serius dan membutuhkan tindakan segera dari seluruh umat manusia. Sebagai umat Muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Islam mengajarkan kita untuk memelihara lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam Islam, alam semesta dianggap sebagai amanah dari Allah yang harus dijaga dan dijaga dengan baik oleh manusia. Dengan mempraktikkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membantu mengurangi pemanasan global dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

 

Senin, 06 Maret 2023

Sebab Doa Dikabulkan oleh Allah Ta'ala

Oleh: Misno dan ChatGPT

 


Doa merupakan ibadah yang sangat penting dalam Islam. Sebab doa dikabulkan oleh Allah Ta'ala dalam Islam merupakan suatu hal yang sangat diharapkan oleh setiap muslim. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui agar doa yang kita panjatkan dapat dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Berikut adalah 20 sebab doa dikabulkan oleh Allah Ta'ala dalam Islam.

1.     Memperbaharui Niat dan Keyakinan

Doa yang benar haruslah dilandasi dengan niat yang baik dan keyakinan yang kuat kepada Allah Ta'ala. Niat yang baik dan keyakinan yang kuat akan membantu kita dalam menguatkan doa yang kita panjatkan.

2.     Berdoa dengan Tulus

Doa yang tulus merupakan doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak memperdulikan apa yang akan diperoleh dari doa tersebut. Kita hanya berdoa karena memang kita membutuhkan pertolongan dari Allah Ta'ala.

3.     Meningkatkan Kualitas Ibadah

Meningkatkan kualitas ibadah dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan melakukan ibadah dengan baik dan benar, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan mudah untuk memohon pertolongan dari-Nya.

4.     Berdoa Dengan Istighfar

Istighfar adalah memohon ampunan kepada Allah Ta'ala karena kesalahan yang telah kita lakukan. Dalam berdoa, kita haruslah memohon ampunan dari Allah Ta'ala sehingga hati kita menjadi bersih dan lebih dekat dengan-Nya.

5.     Berdoa Dalam Waktu Yang Tepat

Waktu yang tepat untuk berdoa sangat penting dalam Islam. Waktu yang tepat untuk berdoa adalah pada saat sholat, saat sujud, saat terjadi musibah, saat berangkat dan pulang dari perjalanan, serta saat di malam hari.

6.     Berdoa Dalam Bahasa Yang Diketahui

Berdoa dalam bahasa yang diketahui akan membuat kita lebih mudah dalam memahami makna dari doa tersebut. Oleh karena itu, kita haruslah berdoa dalam bahasa yang kita pahami dengan baik.

7.     Berdoa dengan Memohon Kepada Allah Ta'ala Secara Langsung

Berdoa dengan memohon kepada Allah Ta'ala secara langsung merupakan doa yang benar. Dalam berdoa, kita tidak perlu meminta bantuan kepada orang lain atau melalui syafaat. Kita hanya perlu memohon langsung kepada Allah Ta'ala.

8.     Menjauhi Dosa

Menjauhi dosa dapat membantu doa kita dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan menjauhi dosa, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

9.     Berdoa Dengan Kerendahan Hati

Berdoa dengan kerendahan hati merupakan doa yang benar. Dalam berdoa, kita harus merendahkan hati dan mengakui bahwa kita adalah hamba Allah Ta'ala yang lemah.

10.  Berdoa Dalam Kehidupan Sehari-hari

Berdoa dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu hal yang penting dilakukan oleh setiap muslim. Ketika kita berdoa dalam kehidupan sehari-hari, kita harus memohon pertolongan dari Allah Ta'ala dalam segala urusan yang kita hadapi.

11.  Berdoa Dengan Menyebut Nama-Nama Allah Ta'ala

Dalam berdoa, kita harus menyebut nama-nama Allah Ta'ala yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Dengan menyebut nama-nama Allah Ta'ala, kita akan merasa lebih dekat dengan-Nya dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

12.  Berdoa Dengan Memperbanyak Sedekah

Memperbanyak sedekah juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan memperbanyak sedekah, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

13.  Berdoa Dalam Kondisi yang Bersih

Dalam berdoa, kita harus dalam kondisi yang bersih. Kita haruslah mandi dan memakai pakaian yang bersih sehingga doa kita lebih baik diterima oleh Allah Ta'ala.

14.  Berdoa Dalam Keadaan Sujud

Berdoa dalam keadaan sujud juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dalam sujud, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

15.  Berdoa dengan Bertawakal

Bertawakal adalah mempercayai sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Dalam berdoa, kita haruslah bertawakal kepada Allah Ta'ala sehingga doa kita dapat dikabulkan dengan mudah.

16.  Berdoa Dengan Menjaga Aqidah yang Benar

Menjaga aqidah yang benar juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan menjaga aqidah yang benar, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

17.  Berdoa Dengan Memohon Pertolongan Bagi Sesama

Berdoa dengan memohon pertolongan bagi sesama juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dengan memohon pertolongan bagi sesama, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan doa kita akan lebih mudah untuk dikabulkan.

18.  Berdoa Dengan Tidak Sombong

Dalam berdoa, kita haruslah tidak sombong dan merendahkan hati. Kita harus meminta pertolongan dengan tulus dan ikhlas tanpa merasa sombong terhadap orang lain.

19.  Berdoa Dalam Keadaan yang Tenang dan Terkonsentrasi

Berdoa dalam keadaan yang tenang dan terkonsentrasi juga dapat membantu doa kita untuk dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Dalam keadaan yang tenang, kita akan lebih fokus dan terkonsentrasi dalam berdoa.

20.  Berdoa Dengan Memohon Pertolongan untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat

Dalam berdoa, kita harus memohon pertolongan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Dengan memohon pertolongan untuk kebaikan dunia dan akhirat, doa kita akan lebih dihargai oleh Allah Ta'ala dan lebih mudah untuk dikabulkan.

Dalam Islam, doa adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat penting. Ketika kita berdoa, kita harus memohon dengan hati yang ikhlas dan tulus kepada Allah Ta'ala. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi doa kita untuk dikabulkan, seperti keikhlasan hati, menjaga aqidah yang benar, memperbanyak sedekah, dan berdoa dengan menyebut nama-nama Allah Ta'ala. Kita juga harus berdoa dalam kondisi yang bersih, tidak sombong, dan dengan memohon pertolongan bagi sesama. Dengan mengikuti hal-hal ini, kita akan memperoleh keutamaan berdoa dalam Islam dan insya Allah doa kita akan dikabulkan oleh Allah Ta'ala.

Sabtu, 04 Maret 2023

Bukan Karena Takut Istri

Oleh: Luqman Hidayat, S.Pd.I., M.Pd.



------------------------------------------------- 

Seorang lelaki tentu saja mendambakan pasangan yang ideal untuk mendampinginya. Jika ketetapan Allah telah tiba, maka suatu saat nanti seorang lelaki akan dipertemukan dengan wanita idamannya untuk kemudian menjadikan wanita itu sebagai pendampingnya yang sah dalam ikatan pernikahan.

---

Lalu kemudian statusnya pun akan berubah; bukan lagi seorang bujangan, bukan lagi seorang pria lajang. Akan tetapi dia adalah suami orang. Suami, yang sudah terikat dengan sebuah akad. Suami yang tidak hanya mempunyai hak-hak yang besar dari istrinya, tapi dia juga mempunyai kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab besar kepada istrinya. Kewajiban menafkahi lahir dan batin, kewajiban untuk mendidik istrinya dengan baik, kewajiban untuk membawa dirinya sendiri, istrinya dan anak-anaknya agar mencapai kebahagiaan di dunia sampai di akhirat.

---

Suami yang baik tentu saja akan senantiasa melakukan yang terbaik bagi istrinya. Suami yang baik, akan selalu berusaha untuk mewujudkan impian istrinya, impian keluarganya, impian dan cita-cita bersama. Selama bukan permintaan yang melanggar syariat, permintaan istrinya pasti akan diusahakan. Tak peduli seberapa berat perjuangannya, dia akan berusaha sekuat tenaga, bekerja keras, asalkan bisa mewujudkan keinginan istrinya. Karena kebahagiaan istrinya adalah kebahagiaannya juga.

---

Semua itu dilakukan bukan hanya sekedar karena rasa cinta belaka. Juga bukan karena takut pada omelan istrinya. Namun alasan yang paling utama adalah untuk melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat. Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan segala hikmah-Nya telah mengatur hak dan kewajiban antara seorang suami dengan istrinya dengan begitu sempurna.

---

Memang benar bahwa hak suami terhadap istrinya sangatlah besar. Tetapi kewajiban suami kepada istrinya juga tidak kalah besarnya. Dan sebaliknya, istri juga mempunyai kewajiban yang besar kepada suaminya. Akan tetapi di saat yang sama istri juga mempunyai hak yang besar atas suaminya; hak untuk diberi nafkah lahir dan batin, hak untuk diayomi dan dilindungi, dan hak istri yang paling besar adalah hak untuk dibimbing oleh suaminya agar dapat bersama-sama meraih surga Allah yang penuh dengan kenikmatan yang abadi.

---

Tulang Bawang, 4 Maret 2023

Luqman Hidayat, S.Pd.I., M.Pd.

---

 

#original #luqman

#suami #istri

#bukankarenatakutistri

Jumat, 03 Maret 2023

25 Tips Menjadi Istri Sholehah yang Disayang Suami

By: ChatGPT and Misno

 


Menjadi seorang istri sholehah adalah tujuan banyak wanita Muslim. Berikut adalah 25 tips untuk menjadi istri sholehah yang disayang suami:

1.     Mulailah dengan niat yang baik, yaitu ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada Allah Ta’ala.

2.     Rajinlah membaca Al-Quran dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

3.     Jangan lupa selalu berdoa dan berzikir kepada Allah Ta’ala, terutama dalam menghadapi masalah atau kesulitan.

4.     Perhatikan penampilan diri agar selalu terjaga kebersihannya.

5.     Jangan lupa senantiasa memelihara kesehatan diri dengan olahraga dan pola makan yang sehat.

6.     Jangan terlalu fokus pada penampilan fisik saja, tetapi juga pada kualitas kepribadian.

7.     Berbicaralah dengan lembut dan sopan kepada suami, terlebih saat berada dalam suasana hati yang buruk.

8.     Luangkan waktu untuk mendengarkan dan memahami suami ketika ia ingin bercerita atau mengutarakan perasaannya.

9.     Bantu suami dalam pekerjaannya jika memungkinkan.

10.  Jangan lupa memotivasi dan memberikan dukungan kepada suami, terutama dalam menghadapi masa-masa sulit.

11.  Luangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga suami, dan selalu bersikap ramah dan sopan kepada mereka.

12.  Hargai waktu yang dihabiskan bersama suami dan keluarga.

13.  Selalu jujur dan transparan dalam segala hal, terutama saat berbicara dengan suami.

14.  Hindari mencampuri urusan suami jika tidak diperlukan, namun tetap siap membantunya jika diminta.

15.  Berusaha untuk selalu memahami kebutuhan suami dan mengambil tindakan yang tepat untuk memenuhinya.

16.  Jangan terlalu sering mengeluh atau mempermasalahkan hal-hal kecil.

17.  Selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan suami.

18.  Berikan kejutan atau perhatian khusus kepada suami sesuai dengan kesukaannya.

19.  Belajarlah untuk memaafkan kesalahan suami, dan berkomunikasi dengan baik jika terjadi masalah dalam hubungan.

20.  Jangan menuntut terlalu banyak dari suami atau memaksakan kehendak sendiri.

21.  Hargai keputusan suami, dan berdiskusi dengan baik jika ada perbedaan pendapat.

22.  Berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang dilakukan.

23.  Selalu memperlihatkan rasa syukur dan bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Allah Ta’ala.

24.  Berusaha untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat menjadi istri yang lebih baik lagi.

25.  Terakhir, selalu berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan Allah Ta’ala dan mengikuti segala perintah-Nya.

Semoga tips-tips di atas dapat membantu para wanita Muslim untuk menjadi istri sholehah yang disayang suami dan dicintai oleh Allah Ta’ala.

25 Tips Menjadi Suami Muslim Teladan

By: ChatGPT and Misno



1.     Jadilah pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya, sehingga istri merasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan bersama.

2.     Perluas ilmu agama dan dunia, sehingga dapat memberikan pengajaran yang bermanfaat bagi istri dan keluarga.

3.     Pelajari dan praktikkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah teladan terbaik dalam kehidupan seorang muslim.

4.     Bersikap lembut dan penyayang terhadap istri, karena hal tersebut merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW dan membantu mempererat hubungan suami istri.

5.     Bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan atau membuat kesalahan, sehingga istri merasa dihargai dan dihormati.

6.     Jangan mengabaikan kebutuhan istri, seperti memberikan perhatian, kasih sayang, dan perhatian khusus terhadap kebutuhan fisik dan emosional.

7.     Hindari berbohong dan selalu berbicara dengan jujur, sehingga istri merasa dapat dipercaya dan dapat membangun hubungan yang kuat dan sehat.

8.     Selalu berusaha meningkatkan kualitas diri dan memperbaiki kekurangan yang dimiliki, sehingga dapat memberikan contoh yang baik bagi istri dan keluarga.

9.     Bersikap ramah dan sopan terhadap keluarga istri, karena hal tersebut dapat membantu membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan keluarga istri.

10.  Selalu menghargai pendapat dan saran istri dalam mengambil keputusan yang penting, karena istri juga memiliki peran yang penting dalam keluarga.

11.  Selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, termasuk kehadiran istri dan keluarga, sehingga dapat membangun hubungan yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

12.  Selalu memberikan motivasi dan dukungan terhadap karier dan cita-cita istri, sehingga dapat membangun hubungan yang saling mendukung dan memotivasi.

13.  Menjaga komunikasi yang baik dan terbuka dengan istri, sehingga dapat membangun hubungan yang kuat dan sehat serta dapat memahami kebutuhan dan harapan istri.

14.  Selalu membantu istri dalam menyelesaikan tugas rumah tangga, sehingga dapat membangun hubungan yang saling berbagi tanggung jawab dan mempererat hubungan suami istri.

15.  Membantu istri dalam mengasuh anak dan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan anak, sehingga dapat membangun hubungan yang sehat dengan anak-anak dan istri.

16.  Menjaga kebersihan dan kerapihan rumah tangga, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat bagi keluarga.

17.  Selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga, termasuk dalam hal pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

18.  Selalu menepati janji dan komitmen yang telah dibuat, sehingga istri merasa dihargai dan dapat dipercaya.

19.  Selalu mengutamakan kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi, sehingga dapat membangun hubungan yang saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

20.  Tidak melupakan ibadah dan kewajiban agama, seperti shalat, puasa, dan memberikan zakat, sehingga dapat membantu memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan keluarga.

21.  Selalu memperhatikan kesehatan dan kebugaran diri sendiri dan keluarga, dengan rajin berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat.

22.  Selalu membuka diri untuk berdiskusi dan berdialog dengan istri mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan keluarga dan kehidupan sehari-hari.

23.  Menghindari perilaku yang negatif, seperti marah-marah dan bersikap kasar terhadap istri, karena hal tersebut dapat merusak hubungan suami istri.

24.  Selalu bersikap adil dan tidak memihak pada salah satu pihak, termasuk dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan konflik yang terjadi di dalam keluarga.

25.  Selalu berdoa dan memohon bantuan Allah SWT untuk memperkuat hubungan suami istri dan membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera.

 

Referensi:

1.     Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an, vol. 9, (Jakarta: Lentera Hati, 2008).

2.     Abdul Somad, Menjadi Suami Idaman: Panduan Lengkap bagi Suami Muslim Teladan, (Jakarta: Ar-Ruzz Media, 2020).

3.     Muhammad Nashiruddin al-Albani, Shahih Sunan Abu Dawud, vol. 4, (Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2002).

4.     Muhammad Zakariya al-Kandahlawi, Fazail-e-Amaal, (Lahore: Darul Ishaat, 2007).

5.     Abdullah Nasih Ulwan, Ideal Muslim: Identitas dan Tugas-Tugasnya, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi'i, 2004).

Kamis, 23 Februari 2023

It is Our Celebration (Hari Raya Penuh Cinta)

Misno Mohamad Djahri

 




Allah Akbar.... Allah Akbar.... Allah Akbar.... La ilaah ilallahu Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamd.

Raya Idhul Adha telah tiba gemuruh takbir, tahmid dan tahlil membahana di ranah Nusantara. Yah... it is our celebration (ini adalah hari raya kita) Idhul Adha hampir setiap tahun berulang, bagaiman animo masyarakat? biasa saja. Shalat ‘Idh pulang ke rumah potong qurban lalu malamnya nyate.

Tidak ada perbedaan mencolok dari hari-hari biasa, makna Idhul Adha sendiri telah bias oleh rutinitas itu. Haruskah kita nrimo dengan apa yang ada? atau kiat menginginkan sesuatu yang lebih dari semua rutinitas ini?

Sekali lagi ini adalah hari raya kita, kenapa kita tidak merayakannya, membuat sebuah festival, perlombaan, permainan dan ciri khas lain dari hari raya, apakah masyarakat kita sudah bosan dengan banyaknya “hari raya“ yang mereka rayakan? sebuah pertanyaan besar yang akan kita coba bahas pada kesempatan kali ini. 

Allah ta’ala berfirman :

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

Dan sebutlah nama Allah pada hari-hari yang ditentukan itu. QS Al-Hajj : 28

Riwayat dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, dahulu orang-orang Jahiliyyah memiliki dua haridi setiap tahun yang malan mereka biasa bersenang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke kota Madinah, beliau bersabda, “Dahulu kalian memiliki dua hari di mana kalian bersenang-senang ketika itu. Sekarang Allah telah menggantikan untuk kalian dengan dua hari besar yang lebih baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.” HR. Abu Daud, Ahmada dan An-Nasa’i

Idhul Adha adalah hari raya umat Islam yang harus dirayakan karena Allah ta’ala telah memilihnya sebagai hari raya kita. Hari raya adalah hari untuk bersenang-senang, berdzikir mengingat Allah dan hari makan dan minum.

Namun hari raya ini ternyata belum mendapat perhatian secara benar oleh kaum muslimin, yang ada adalah setiap hari raya datang selalu menjadi ajang festival konsumsi, di mana semangat pergantian mode dan fashion telah dilalap oleh industri iklan dan televisi hanya untuk keuntungan semata, hari raya hanya sekadar simbol (icon) dan tanda-tanda yang diyakini sebagai artefak ketakwaan seseorang.

Secara jujur kita katakan bahwa Values of Spiritual yang kita miliki semakin mengambang ke arah prestise materilasistik. Hal ini mengakibatkan kita salah arah dalam merayakan hari raya ini. Sebagian kita begitu cuek ketika hari raya ini datang, atau ada juga yang bersikap seperti seseorang yang memiliki anak tiri yang melakukan kesalahan, sungguh memprihatinkan jika kita bersikap seperti itu pada hari raya ini. Ada apa sebenarnya di balik sikap masyarakat kita ini?

Idhul Adha jatuh hanya selang satu bulan setelah Idhul fitri dan hanya setengah bulan dengan tahun baru masehi dan Valentine Day yang menyesatkan remaja kita. Hanya beberapa bulan ke depan masyarakat kita akan merayakan Maulud Nabi, Isra’ Mi’raj, Muharam, Nisfu Sya’ban dan perayaan lainnya.

Begitu banyak “hari raya“ yang akan diperingati oleh ummat Islam, belum lagi perayaan-perayaan yang bersifat duniawiyah seperti hari ibu, hari Kartini, hari anak, hari ulang tahun dan yang lainnya. Saya melihat bahwa semua itu mengakibatkan masyarakat muslim kita begitu bosan dan terbiasa dengan hari-hari raya mereka. Salahkah mereka? tidak... yang salah adalah para pembesar yang selalu memacu terjadinya perayaan-perayaan itu.

Padahal seperti kita tahu bahwa hari raya bagi Ummat Islam hanya ada dua yaitu hari raya Idhul Adha dan hari raya Idhul Fitri, dan selain dari keduanya adalah sesuatu yang tidak pernah disyari’atkan. Bagaimana kita akan merayakannya? jelas sebagai seorang muslim yang berpegang kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah maka tidak layak “hari raya” selain keduanya kita rayakan bukankah hal itu juga tidak pernah dirayakan oleh Nabi, Shahabatnya, dan orang-orang yang berada diatas jalannya, kenapa kita harus memperingatinya?

Masyarakat kita sibuk dengan “hari raya-hari raya" yang mereka buat sendiri, cobalah anda lihat bagaimana ummat memperingati maulid Nabi, Isra Mi’raj begitu meriah peringatan itu, juga festival-festival yang diadakan menjelang tahun baru hijriah (Muharam) dengan alasan menghidupkan syiar Islam mereka membuat berbagai acara menjelang pergantian tahun baru Islam itu, bolehkah semua itu? Hari raya adalah bagian dari ibadah dan ibadah itu harus ada contohnya dari Nabi dan Shahabatnya, jika mereka tidak melaksanakannya berarti hal itu bukanlah sebuah kebaikan bahkan itu sebuah kesesatan.

Kita harus puas dengan apa yang telah datang dari Allah dan Rasul-Nya termasuk dengan hari raya ini. Rayakanlah keduanya dengan sebaik-baiknya, rayakanlah Idhul Adha ini jangan dianggap sebagai anak tiri, agungkanlah nama-Nya dan bersenang-senanglah selama tidak bertentangan dengan syari’at. Dan segera tinggalkan perayaan-perayaan yang tidak ada aturannya dalam Islam, karena semua itu adalah perkara-perkara yang baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasul Shalallahu alaihi wassalam.

            Akhirnya dari pembahasan ini dapat kita simpulkan bahwa :

1.   Idhul Adha adalah hari raya kita dan kita disyariatkan untuk merayakannya.

2.   Spirit of Islam (Ruh Islam) harus segera kita bangunkan sehingga ummat Islam mampu mengambil hikmah dari perayaan ini.

3.   “Hari raya- haru raya“ yang mereka rayakan yang tidak berasal dari Islam dan tidak ada sumber yang Shahih maka itu bukanlah hari raya dan harus kita buang sejauh-jauhnya.

4.   Keringanan (Rukhshoh) bagi kita pada hari raya untuk menabuh rebana (duf) bagi anak kecil sebagai sebuah bentuk perayaan.

5.   Tugas kita bersama untuk merubah citra (image) masyarakat kita yang cuek dengan Idhul Adha ini, agar mereka merayakannya sesuai dengan syariah yang mulia.

6.   Buang sejauh-jauhnya simbol-simbol agama yang tidak ada contohnya dari Nabi yang hanya menjadi ajang bisnis komersil yang banyak menyesatkan ummat serta mendangkalkan aqidah ummat Islam. Wallahua’lam, 23022023.                                                                                                                                                                                        

Minggu, 19 Februari 2023

Menata Desain Hunian Islami

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri 



Rumah adalah salah satu nikmat Allah ta'ala yang diberikan kepada manusia, di mana di dalamnya menjadi tempat untuk berteduh, beribadah, sarana untuk menutup aurat dan juga sebagai tempat untuk mendapatkan keridhoan-Nya.

Di era mutakhir ini rumah telah mengalami berbagai revolusi dari rumah panggung dengan bahan dasar kayu kini telah berubah menjadi rumah kaca dengan desain yang mengagumkan. Kelebihan akal yang diberikan oleh-Nya kepada manusia membuat manusia begitu kreatif dengan rancangan hunian ini.

Namun adakah hal itu berhubungan dengan Islam sebagai keyakinan kita ? mungkin sepintas terkesan mengada-ada ketika kita menyebutkan desain hunian Islamy, namun Islam sebagai sistem hidup yang lengkap pasti telah mengatur tentang hal ini (desain hunian Islamy).

Fungsi dari rumah itulah yang membedakan desain hunian Islamy dengan desain dari aliran manapun, ketika berbagai desain ditawarkan oleh para perancang bangunan dari mulai hunian super mewah dengan sentuhan Eropa sampai Hunian Etnik dengan citarasa budaya daerah, tapi sayang hampir semua style (gaya / model) desain tersebut kurang memperhatikan fungsi utama dari hunian sehingga mereka hanya mengedepankan gaya saja. Hasilnya jangan heran jika ada desain rumah yang isinya terllihat dari luar, dari sini tentu tidak sesuai dengan syari’at Islam karena salah satu dari fungsi hunian (rumah) adalah untuk menutupi aurat penghunianya, lalu bagaimana kalau rumah tersebut transparan sehingga penghuninya begitu mudah terlihat dari luar.

Aliran lain lebih menonjolkan pada gaya dari Eropa sehingga simbol-simbol yang berasal dari sana yang notabene memiliki makna religiuspun terbawa tanpa mendapat perhatian dari masyarakat kita, apakah ini adalah sebuah masalah kecil ? sama sekali bukan, ketika sebuah desain rumah memiliki lambang-lambang semisal salib atau bintang David maka itu bukanlah masalah kecil tapi itu menyangkut masalah keyakinan yang tidak bisa dianggap remeh.

Demikian juga desain rumah dengan begitu banyak aksesoris semisal gambar-gambar bernyawa yang tergantung di dalamnya, sekali lagi ini bukanlah masalah kecil tapi masalah besar yang berkaitan erat dengan keyakinan kita.

Desain hunian Islamy itulah pembahasan kita, bagaimana mewujudkannya ? ada beberapa pedoman sebelum kita mendirikan sebuah hunian, mudah-mudahan pedoman ini memberikan sebuah sumbangsih bagi kita semua :

1.         Lokasi Hunian. Sebagian anda masih percaya dengan Feng Shui ? kalau masih sepertinya anda tidak perlu meneruskan membaca tulisan ini, karena Desain Hunian Islamy sama sekali tidak mempergunakannya bahkan membuangnya. Lokasi Hunian sama sekali tidak berpengaruh kepada nasib baik atau buruk penghuninya, keyakinan ini adalah kesyirikan karena mempercayai adanya kekatan selain Allah. Karena di manapun anda membangun tidak ada pertimbangan baik atau buruk yang berhubunugan dengan keyakinan atau sesuatu yang ghaib.

2.         Fungsi Hunian. Seperti disebutkan di atas bahwa desain hunian Islamy menekankan kepada fungsi dari hunian tersebut, sehingga seluruh sudut hunia tersebut harus mencerminkan fungsi Syari’ah Islam misalnya :

a.          Pembuatan kaca diusahan untuk lebih tinggi dari kepala manusia, atau kalau tidak bisa menggunakan kaca riben yang tidak tembus pandang dari luar.

b.         Kemudian untuk pintu jika memungkinkan mempunyai dua pintu depan sehingga kalau ada tamu laki-laki dan perempuan tidak terjadi ikhtilath.

c.          Ruang tamu sebaiknya tidak menghadap langsung ke ruang keluarga sehingga ketika ada anggota keluarga yang berada di ruang keluarga tidak terlihat oleh tamu yang datang apalagi jika tamu itu bukan mahram.

d.         Mushola rumah. Trend pembuatan mushola rumah mungkin sudah banyak dilakukan oleh masyarakat kita namun sayang mushola tersebut biasanya begitu mudah dijangkau oleh orang luar yang bukan mahram, atau tempatnya kurang tersembunyi, padahal sebagai tempat sholat bagi penghuni rumah yang perempuan atau untuk beribadah di waktu malam haruslah berada tersembunyi dalam artian tidak terlihat oleh tamu atau orang lain hal ini seperti disebutkan oleh Nabi : “Seorang perempuan itu lebih utama sholat di dalam kamarnya dari pada di rumah bagian luarnya".

e.          Toilet/Wc/hamam. Walaupun ada sebagian ulama menganggap bahwa tidak mengapa wc itu menghadap atau membelakangi kiblat namun untuk ikhtiyath (hati-hati) maka lebih utama jika wc itu tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Sebenarnya jika kita mampu lebih utama wc itu berada terpisah dari rumah hal ini mengingat bahwa wc adalah tempat tinggal jin, namun hal ini jika memungkinkan tentunya dengan syarat harus tertutup dari pandangan orang luar.

f.          Kamar Tidur. Setiap kita tentu menginginkan ruang tidur dalam satu rumah lebih dari satu, dan hal ini memang sesuatu yanhg ideal mengingat bahwa kamar tidur itu harus dipisahkan antara orang tua dan anak demikian juga antara anak laki-laki dan anak perempuan seperti sabda Nabi : “Dan pisahkanlah mereka pada tempat tidurnya“ HR Abu Daud, Syaikh Albani Mengatakan hadits hasan shahih.

g.         Ruang tidur untuk tamu. Jika kita ingin mendesain hunian yang cukup besar maka kita usahakan untuk membuat ruang tidur khusus untuk tamu, tentunya harus diperhatikan lokasinya jangan sampai bergabung dengan kamar untuk penghuni rumah apa lagi yang bukan mahram, mungkin untuk rumah bertingkat bisa diusahakan untuk ruang tidur tamu ini berada di lantai bawah sementara kamar tidur penghuni rumah berada di ruang atas.

h.         Ornamen rumah. Salah satu ciri dari rumah Islamy adalah tidak adanya simbol-simbol yang bermakna menyimpang dari keyakinan Islam, karena itu ketika kita hendak mendesain hunian Islamy jangan sampai simbol-simbol tersebut ada padanya, sedangkan untuk penampilan selama hanya sebuah model itu dibolehkan. 

Demikianlah sekilas tentang bagaiaman menata rancangan desain hunian Islamy, mudah-mudahan pembahasan kita bermanfaat. Adapun mengenai desain interior rumah insya Allah akan kita bahas di masa-masa yang akan datang.