Tampilkan postingan dengan label INAIS Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INAIS Bogor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Maret 2023

Marketing Kampus: Strategi Mendapatkan Mahasiswa Berkualitas

Ahmad Berhimin, SE., ME

 


Marketing Kampus adalah Meningkatkan Citra dan Daya saing institusi pendidikan dalam era digital yang semakin maju seperti saat ini, persaingan antar institusi pendidikan semakin ketat. Oleh karena itu, penting bagi sebuah kampus untuk melakukan marketing kampus yang efektif guna meningkatkan citra dan daya saingnya. Namun, marketing kampus bukan hanya sekadar memasang iklan di media sosial atau membuat brosur, melainkan harus dilakukan secara komprehensif dan terencana.

Berikut adalah beberapa strategi marketing kampus yang bisa diterapkan untuk meningkatkan citra dan daya saing institusi pendidikan:

1.     Membangun citra positif melalui branding

Branding merupakan langkah awal yang penting untuk membangun citra positif kampus. Branding kampus mencakup visual identitas seperti logo, warna, dan desain, serta messaging dan nilai yang ingin diusung oleh kampus. Visual identitas kampus yang menarik dan mudah diingat akan mempermudah calon mahasiswa untuk mengingat dan mengenali kampus tersebut.

2.     Menyediakan informasi lengkap dan akurat

Calon mahasiswa dan orang tua calon mahasiswa akan mencari informasi tentang kampus dari berbagai sumber, mulai dari website kampus hingga media sosial. Oleh karena itu, penting bagi kampus untuk menyediakan informasi lengkap dan akurat tentang program studi, biaya kuliah, fasilitas, kegiatan, dan lain sebagainya. Informasi ini harus mudah diakses dan diperbaharui secara berkala.

3.     Memiliki website yang user-friendly

Website kampus menjadi salah satu sumber informasi utama bagi calon mahasiswa. Oleh karena itu, website kampus harus didesain user-friendly, mudah dinavigasi, dan responsif. Selain itu, kampus dapat memanfaatkan teknologi SEO (Search Engine Optimization) untuk meningkatkan visibilitas website kampus di mesin pencari seperti Google.

4.     Mengoptimalkan media sosial

Media sosial merupakan salah satu sarana marketing kampus yang efektif. Kampus dapat memanfaatkan platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn untuk mempromosikan program studi, kegiatan kampus, prestasi mahasiswa, dan lain sebagainya. Kampus juga dapat berinteraksi dengan calon mahasiswa dan alumni melalui media sosial.

5.     Mengadakan acara-acara kampus yang menarik

Acara-acara kampus seperti seminar, workshop, dan festival merupakan cara yang efektif untuk mempromosikan kampus. Kampus dapat mengadakan acara-acara yang menarik dan relevan dengan bidang studi yang ditawarkan. Selain itu, kampus juga dapat mengadakan acara khusus seperti open house atau pertemuan dengan orang tua calon mahasiswa untuk memperkenalkan kampus secara langsung.

6.     Menjalin kerja sama dengan industri dan lembaga lain

Kerja sama dengan industri dan lembaga lain dapat membantu kampus untuk memperkenalkan diri dan meningkatkan citra. Kampus dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan, lembaga pemerintah, atau organisasi lain untuk mengadakan program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Dalam era digital yang semakin maju, marketing kampus yang jitu agar sesuai harapan mahasiswa bertambah banyak.

Marketing kampus yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan jumlah mahasiswa di kampus. Berikut adalah beberapa strategi marketing kampus yang dapat membantu meningkatkan jumlah mahasiswa:

1.     Menyediakan Program Studi yang Sesuai dengan Kebutuhan dan Minat Mahasiswa

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi calon mahasiswa dalam memilih kampus adalah program studi yang ditawarkan. Kampus perlu memastikan bahwa program studi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan minat mahasiswa saat ini. Oleh karena itu, kampus harus melakukan riset pasar dan memahami tren dan kebutuhan mahasiswa saat ini agar dapat menyediakan program studi yang relevan dan menarik bagi calon mahasiswa.

2.     Mengoptimalkan Media Sosial

Media sosial merupakan salah satu platform pemasaran yang efektif untuk mempromosikan kampus. Kampus perlu memastikan bahwa konten yang diunggah di media sosial kampus menarik, relevan, dan berkualitas. Selain itu, kampus dapat memanfaatkan teknik SEO untuk meningkatkan visibilitas kampus di mesin pencari seperti Google dan meningkatkan kesadaran merek kampus.

3.     Membangun Citra Positif dengan Branding yang Kuat

Branding merupakan elemen penting dalam membangun citra kampus yang positif. Kampus perlu memastikan visual identitas seperti logo, warna, dan desain, serta pesan dan nilai yang ingin diusung oleh kampus, mudah diingat dan diidentifikasi oleh calon mahasiswa. Selain itu, kampus juga perlu memastikan bahwa citra positif tersebut dijaga melalui kualitas pelayanan dan pengalaman mahasiswa selama studi di kampus.

4.     Menyediakan Informasi yang Lengkap dan Mudah Diakses

Calon mahasiswa akan mencari informasi tentang kampus dari berbagai sumber, mulai dari website kampus hingga media sosial. Oleh karena itu, kampus harus menyediakan informasi yang lengkap dan akurat tentang program studi, biaya kuliah, fasilitas, kegiatan, dan lain sebagainya. Informasi ini harus mudah diakses dan diperbaharui secara berkala.

5.     Mengadakan Acara Kampus yang Menarik

Acara-acara kampus seperti seminar, workshop, dan festival merupakan cara yang efektif untuk mempromosikan kampus. Kampus dapat mengadakan acara-acara yang menarik dan relevan dengan bidang studi yang ditawarkan. Selain itu, kampus juga dapat mengadakan acara khusus seperti open house atau pertemuan dengan orang tua calon mahasiswa untuk memperkenalkan kampus secara langsung.

6.     Menjalin Kerja Sama dengan Industri dan Lembaga Lain

Kerja sama dengan industri dan lembaga lain dapat membantu kampus untuk memperkenalkan diri dan meningkatkan citra. Kampus dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan, lembaga pemerintah, atau organisasi lain untuk mengadakan program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.

7.     Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Fasilitas Kampus

Kualitas pendidikan dan fasilitas kampus juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah

mahasiswa. Kampus perlu memastikan bahwa fasilitas yang disediakan memadai dan berkualitas, serta memiliki lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Selain itu, kampus juga perlu memperhatikan kualitas pengajaran dan kualitas tenaga pengajar untuk meningkatkan reputasi kampus dan menarik minat mahasiswa.

8.     Menawarkan Beasiswa dan Program Keuangan yang Menarik

Biaya kuliah menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan calon mahasiswa untuk memilih kampus. Oleh karena itu, kampus perlu menyediakan program keuangan yang menarik seperti beasiswa, pembiayaan kuliah, atau bantuan keuangan lainnya untuk membantu calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial.

9.     Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Calon Mahasiswa

Kampus perlu menjalin komunikasi yang baik dengan calon mahasiswa untuk membangun hubungan yang baik dan memperkuat hubungan dengan para calon mahasiswa. Kampus dapat memanfaatkan teknologi untuk melakukan komunikasi yang lebih efektif dan teratur dengan para calon mahasiswa seperti email, pesan instan, dan layanan chatting online.

10.  Memperluas Jaringan Alumni

Alumni adalah salah satu sumber daya penting yang dapat membantu mempromosikan kampus dan memperkuat hubungan dengan calon mahasiswa. Kampus perlu memperluas jaringan alumni dan membangun hubungan yang baik dengan mereka untuk membantu promosi kampus, merekrut mahasiswa baru, dan meningkatkan citra kampus di mata masyarakat.

Dengan menerapkan strategi marketing kampus yang efektif, kampus dapat meningkatkan jumlah mahasiswa dan memperkuat citra kampus di mata masyarakat. Penting bagi kampus untuk memahami kebutuhan dan tren mahasiswa saat ini dan mengembangkan program dan strategi yang relevan dan menarik bagi calon mahasiswa.

 

Setelah strategi marketing kampus di laksanakan dengan baik dan sesuai aturan akan tetapi pertambahan jumlah mahasiswa tidak bertambah atau malahan berkurang, apa yang harus dilakukan?

Jika setelah menerapkan strategi marketing kampus dengan baik dan sesuai aturan, pertambahan jumlah mahasiswa tidak bertambah atau bahkan mengalami penurunan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini:

1.     Analisis pasar: Kampus perlu melakukan analisis pasar untuk memahami lebih dalam tentang kebutuhan dan preferensi calon mahasiswa. Kampus harus mengetahui apa yang diinginkan calon mahasiswa dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan mereka.

2.     Evaluasi strategi: Kampus perlu mengevaluasi strategi yang telah diterapkan sebelumnya. Evaluasi harus mencakup aspek-aspek seperti efektivitas, kepuasan calon mahasiswa, dan hasil akhir dari setiap strategi yang diterapkan.

3.     Perbaikan program: Kampus perlu memperbaiki program yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan harapan calon mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan survei atau kuesioner kepada calon mahasiswa tentang kebutuhan dan harapan mereka terhadap program yang ada.

4.     Peningkatan pelayanan: Kampus perlu meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa dan calon mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas tenaga pengajar, fasilitas, dan layanan kampus lainnya.

5.     Peningkatan citra kampus: Kampus perlu meningkatkan citra kampus di mata masyarakat agar lebih menarik bagi calon mahasiswa. Kampus dapat melakukan promosi dengan menggunakan media sosial dan situs web untuk memperkenalkan program dan fasilitas yang ditawarkan.

6.     Kolaborasi dengan industri: Kampus perlu menjalin kolaborasi dengan industri agar dapat menawarkan program dan kesempatan kerja yang lebih menarik bagi calon mahasiswa.

Jika setelah melakukan evaluasi dan perbaikan strategi marketing kampus, pertambahan jumlah mahasiswa tetap tidak bertambah, kampus perlu mencari solusi alternatif seperti mengubah strategi pemasaran, mengevaluasi biaya kuliah, atau menawarkan program baru yang lebih menarik bagi calon mahasiswa.

Kampus dapat meningkatkan jumlah mahasiswa dan memperkuat citra kampus dengan menerapkan strategi marketing kampus yang efektif. Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi menargetkan pasar yang tepat, membangun merek kampus yang kuat, memanfaatkan media sosial dan teknologi digital, menyediakan program akademik yang menarik, mengadakan acara kampus yang menarik, dan menjalin hubungan baik dengan calon mahasiswa dan alumni. Namun, jika setelah menerapkan strategi tersebut, jumlah mahasiswa tidak bertambah atau bahkan mengalami penurunan, kampus perlu melakukan analisis pasar, evaluasi strategi, perbaikan program, peningkatan pelayanan, peningkatan citra kampus, dan kolaborasi dengan industri untuk mencari solusi alternatif. Dengan menerapkan strategi yang tepat dan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, kampus dapat terus meningkatkan jumlah mahasiswa dan memperkuat citra kampus di mata masyarakat. berhiminahmad11@gmail.com. @ putra lintang  16032023

Jumat, 03 Maret 2023

Tips Dasar Menulis

 By: Misno, Ahmad and ChatGPT

 



Menulis yang baik memerlukan beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa tips untuk menulis yang baik:

1. Tentukan tujuan tulisan Anda: Sebelum mulai menulis, pikirkan tujuan Anda menulis. Apakah Anda ingin menginformasikan pembaca, meyakinkan mereka, atau hanya menghibur mereka? Menentukan tujuan tulisan Anda dapat membantu Anda menentukan pendekatan dan fokus tulisan.

2. Buat outline atau kerangka tulisan: Sebelum mulai menulis, buatlah kerangka tulisan untuk memetakan ide-ide dan struktur tulisan Anda. Hal ini dapat membantu Anda memastikan bahwa tulisan Anda terorganisir dengan baik dan mudah dipahami oleh pembaca.

3. Gunakan bahasa yang mudah dipahami: Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Hindari penggunaan bahasa yang rumit atau kata-kata yang tidak umum. Jika Anda menggunakan istilah khusus atau teknis, pastikan untuk menjelaskannya dengan jelas.

4. Gunakan kalimat yang singkat dan jelas: Kalimat yang panjang dan rumit dapat membuat pembaca bingung. Gunakan kalimat yang singkat dan jelas untuk memudahkan pembaca memahami tulisan Anda.

5. Gunakan paragraf yang terstruktur: Bagi tulisan Anda menjadi beberapa paragraf yang terstruktur dengan baik. Setiap paragraf harus memiliki ide utama yang jelas dan terkait dengan topik tulisan Anda.

6. Edit dan perbaiki tulisan Anda: Setelah menulis, baca ulang tulisan Anda dan perbaiki kesalahan tata bahasa atau ejaan. Pastikan tulisan Anda mudah dipahami dan terstruktur dengan baik sebelum dipublikasikan.

Dengan menerapkan prinsip dasar ini, Anda dapat menulis dengan baik dan efektif. Namun, penting juga untuk terus berlatih menulis untuk meningkatkan keterampilan Anda.

Rabu, 25 Januari 2023

Kunjungan ke SMA 1 Cigudeg

 Ahmad Berhimin, SE., ME (Putra Lintang)

 


Tiba saatnya kunjungan ke sekolah-sekolah dalam rangka program yang telah direncanakan di suatu institusi pendidikan, dengan segala persiapan yang sudah direncanakan baik itu terkait dengan dokumen yang akan digunakan dan diperlukan untuk acara tesebut sudah diapersiapkan dan juga materi presentasi yng terkait dengan tema acara sudah dipersiapkan.

Dengan semangat juang tinggi dan rasa percaya diri yang tinggi kami bersama team berangkat dengan hati yang penuh semangat berdebar-debar, perjalanan dalam kunjungan ini merupakan suatu kunjungan setiap tahun.

Tujuan dari kunjungan ini adalah  memberikan eduksi kepada para siswa tentang masuk perguruan perguruan tinggi dan mengenal dunia kampus juga mensosialisasikan kuliah dengan gratis melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kunjungan kami kali ini adalah tepat di SMA 1 Cigudeg,  salah satu sekolah menengah atas di daerah kabupaten Bogor. Sesampainya ke lokasi kami bersama team mempersiapkan semua yang akan digunakan dalam acara tersebut. Dengan antusiasnya para murid dan guru membantu dan mengikuti acara tersebut.

Acara tersebut dibagi menjadi dua sesi pagi untuk anak anak IPS dan siang setelah sholat Dzuhur untuk anak-anak IPA, Setelah acara presentasi dan sosialisasi selesai sesuai dengan round down acara untuk anak anak yang berminat kuliah dengan program yang ditawarkan bisa mengambil formulir yang telah disediakan

Berucap syukur kami team merasa bahagia karena acara ini berjalan dengan baik dan lancar walaupun masih ada kekurangan di sana sini. Terimakasih kami ucapkan kepada pihak sekolah yang memberikan fasilitas kepada kami dalam program ini. @ ABEE  250123

Rabu, 11 Januari 2023

Dunia Akademisi yang Aku Pahami

Ahmad Berhimin, SE., ME. (Putra Lintang)



 

Perjalanan yang aku lalui dari pertama aku kenal dengan namanya dunia akademis tidak seindah dan semulus yang aku bayangkan. Dahulu bayanganku bekerja di dunia akademisi sangat indah, penuh dengan orang-orang yang berpendidikan, penuh dengan orang yang sangat baik akhlaknya, penuh dengan  orang yang beretika dan sopan santun yang sangat berbudi luhur.

Bayangan dan imajinasi tentang dunia akademisi tersebut sangat bertolak belakang dan sangat menakutkan setelah aku kenal dan aku jalani. Terasa sesak dada melihat kenyataan yang saya hadapi setelah berkecimpung dengan dunia akademisi; penuh dengan kemunafikan, penuh dengan kehasutan, penuh dengan oknum yang tidak punya hati nurani, dan penuh dengan oknum yang hanya mementingkan urusan pribadi dan golongannya sendiri. Tidak ada keindahan dalam bertutur dan bertingkah laku  padahal Allah sudah memerintahkan dalam kalamNya:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Wa innaka la'alā khuluqin 'aẓīm
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur." Surat Al Qalam Ayat 4.

Berkenaan dengan akhlak mulia Rasulullah SAW, istrinya, Aisyah RA pernah ditanya oleh Qatadah mengenai gambaran akhlak dari beliau. Aisyah menyebut bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Al Quran, artinya seluruh aspek perilakunya termaktub di dalam Al Quran.

Kenapa hal ini bisa terjadi? padahal seharusnya dunia akademisi harus memberikan contoh dan tauladan kepada pihak yang lain, dan seharusnya dunia akademisi menjadi barometer agar output yang dihasilkan menjadi banchmark yang sangat terbaik dan efeknya bisa memberikan tren yang baik buat lingkungan yang lainnya.

Pada akhirnya, dunia akademisi sebagaimana dunia lainnya, akan kembali kepada para individu yang ada di dalamnya. Jika mereka adalah orang-orang yang bertakwa dan berakhlak seperti Rasulullah SAW dan para shahabatnya, niscaya dunia akademik akan indah dan menjadi taman-taman surga. Jika sebaliknya, maka dunia akademik juga akan nampak jahat dan dipenuhi oleh orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri, golongan dan keduniaan lainnya. ABE 120123.

Kamis, 05 Januari 2023

Perlakuan Pemimpin Dzalim

Oleh: Ahmad Berhimin, SE

 


Kehidupan di dunia menghadirkan banyak sekali permasalahan, ada orang yang kelihatannya kehidupannya aman, senang, bahagia penuh dengan bunga bunga bagai pelangi yang indah dan lurus-lurus saja tanapa ada aral melintang yang dijalaninya. Ada juga orang yang perjalanan kehidupannya penuh dengan pertumpahan dara, keringat bercucuran hingga hati dan perasaan penuh dengan gundah dan gulana bahkan bisa sangat tragis kisahnya.

Permasalah dalam suatu keluarga yang berasal dari bibit, bobot dan bebet yang sama pun tidak bisa menjamin kehidupannya yang akan datang menjadi baik, lurus, bagai penghuni surga. Akan tetapi garis tangan dan nasib tidak akan sama. Hal ini bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan dalam keadaan bagaimanapun juga.

Saya sebagai manusia  (mahkluk) yang diciptakan oleh Sang Khalik sama seperti mahluk yang lainya, akan tetapi kenapa perjalanan hidupku dan semua yang saya harapkan dan cita citakan sangat menyakitkan dan sangat menguras air mata penuh lika-liku bagaikan drama sinetron yang penuh dengan adegan-adegan dan seperti setingan yang harus dijalani.  

Saya sebagai manusia juga selalu mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari orang-orang di sekitar saya, di lingkungan kerja juga seperti itu, rekan kerja yang tidak suka dengan saya, pemimpin yang dzalim dan tidak punya hati serta perasaana, yang selalu mengangap bahwa saya sebagai stafnya atau bawahannya adalah orang rendahan yang tidak ada harganya dan kualitasnya. Karena keegoisan pemimpin dan secara tidak langsung pemimpin menjadi pemimpin atau leadership yang arogan dan merasa menang sendiri. Pimpinan merasa mereka paling benar, baik, efektif padahal mereka secara tidk langsung mendzalimi bawahan atau staf mereka.

Pesan moralku adalah: Pertama, ingat kita hidup hanya satu kali jangan berbuat dzalim tanpa sadar. Kedua, Usahakan kita menyadari bahwa semua keinginan dan harapan itu finalnya karena Allah Swt. Ketiga, ingat pepatah bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Abe, 05012023.

Rabu, 21 Desember 2022

Sifat Buruk Manusia: Menyalahkan Orang lain untuk Menutupi Kesalahan Sendiri

Oleh: Misno Mohd Djahri

 


Salah satu dari sifat buruk manusia dalah berusaha untuk menutupi kesalahan-kesalahannya, ia tidak mau dilihat penuh dengan kesalahan di mata manusia lainnya. Apalagi di mata atasannya atau orang-orang yang diseganinya. Sifat ini pada tingkatan tertentu masih bisa dimaafkan, misalnya menutupi kesalahan karena memang tidak layak untuk ditampakan. Walaupun sejatinya Allah Ta’ala pasti akan mengetahuinya. Kesalahan terbesar adalah ketika menutupi kesalahan sendiri dengan menyalahkan orang lain. Misalnya ketika ia diberikan amanah pekerjaan atau jabatan, kemudian ternyata tidak mencapai tujuan yang telah ditargetkan maka dia kemudian menyalahkan orang lain atau pengemban Amanah sebelumnya.

Faktanya, hal ini banyak terjadi di sekitar kita, di mana seseorang dengan mudah menyalahkan orang lain untuk menutupi kelemahan-kelemahannya. Tentu saja sifat ini sangat tidak disukai dalam Islam, karena Islam mengajarkan setiap orang untuk bertanggungjawab atas semua yang dilakukannya. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. QS. al-Isra: 36.

Akhir dari ayat menjelaskan tentang pertanggungjawaban yang harus dipikul oleh setiap orang atas apa yang dilakukannya. Korelasi dengan pembahasan adalah bahwa ketika seseorang melakukan sesuatu kegiatan dan ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka dia harus bertanggungjawab atas hasil tersebut. Tidak perlu menyalahkan orang lain, menyalahkan anggota tim, menyalahkan pemimpin sebelumnya hanya untuk menutupi kegagalannya.

Seorang manusia sejati juga pemimpin sejati adalah mereka yang berani untuk bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya, tidak boleh ia menyalahkan pemimpin sebelumnya apalagi tanpa adanya kesalahan dari orang tersebut. Ini bisa jadi menjadi dosa besar baginya, Allah ta’ala berfirman:

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًۭا وَإِثْمًۭا مُّبِينًۭا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. QS. al-Ahzab: 58.

Ayat ini jelas sekali menjelaskan bahwa dosa besar apabila menyakiti kaum muslimin tanpa adanya sebab kesalahan yang dilakukan. Menyalahkan orang lain padahal tidak bersalah adalah perbuatan dzalim yang menjadi dosa besar dalam Islam. Termasuk dalam cakupan ayat ini adalah seseorang atau pemimpin yang bangga dengan prestasi kerjanya, namun tega mendzalimi bawahannya tanpa ada sebab kesalahan.

Maka sebagai manusia dan juga sebagai pemimpin hendaknya kita memperhatikan dan selalu introspeksi bahwa tanggungajwab kita sebagai manusia, sebagai pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah Ta’ala. Untuk ap akita Berjaya, berprestasi dan baik di mata atasan kita, tapi mengorbankan dengan berbuat dzalim kepada orang lain atau orang-orang yang menjadi bawahan kita.

Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah serta inayahNya sehingga kita mampu untuk terus berprestasi memberi arti tanpa mengorbankan dan berbuat dzalim kepada orang lain. Aameen… 21122022.

Senin, 17 Oktober 2022

Cukuplah Kematian sebagai Peringatan

Misno bin Mohd Djahri


Ahad, 16 Oktober 2022 menerima kabar bahwa suami dari salah satu pemilik Sahid Group meninggal dunia, tentu bukan hal biasa karena penulis masih berkhidmah di lembaga ini. Ada banyak hikmah dari peristiwa ini dan mungkin semestinya memang setiap ada yang meninggal dunia kita harus mengambil hikmahnya. Seorang ulama salaf menyatakan:

كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا

Cukuplah kematian sebagai pemberi nasihat. (Shifah ash-Shafwah, al-`Āqibah fī Dzikri’l Maut, dan al-Ihyā’).

Maknanya bahwa kematian yang menimpa orang lain sejatinya menjadi peringatan yang paling berharga bagi orang lainnya. Karena dia dengan mata kepalanya melihat orang lain meninggal dunia, tanpa nyawa hingga dikuburkan dan meninggalkan semua yang ada di dunia. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi.

Merujuk kepada riwayat ini maka mengingat kematian akan menjadikan hidup lebih terarah, memahami hakikatnya dan mengingatkan kembali akan tujuan manusia hidup di dunia ini yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Kematian juga menjadi peringatan bagi manusia yang sedang lalai akan segala kenikmatan dunia, bahwa semuanya adalah fana, tubuh yang muda akan menjadi tua, wajah yang gagah bercahaya akan memudar menjadi buruk rupa. Pun keindahan dunia lainnya perlahan akan musnah bersama dengan berlalunya masa di kehidupan manusia.

Kematian menjadi peringatan dan nasehat serta pengingat bagi mereka yang bertakwa, bahwa amalan yang mereka lakukan tidaklah sia-sia. Semua amal baik manusia akan diberikan balasan pahala dari Allah Ta’ala, dan itu akan dimulai dengan kematian yang menimpa. Sehingga kematian bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa adalah awal perjalanan indah menuju Jannah (surga), bahkan oleh beberapa orang menjadi sesuatu yang dirindukan karena akan berjumpa dengan Rabb-nya. Kematian bagi orang beriman adalah awal muslim panen, di mana ia akan memanen semua amal baiknya di dunia, panen yang tidak ada habisnya yang berujung abadi di surgaNya.

Jika demikian adanya, maka kematian sebagai peringatan sekaligus nasehat berharga bagi orang-orang yang beriman. Sedangkan bagi orang-orang yang durhaka, ia adalah bala bencana dan musibah yang tidak ada habisnya, akhirnya adalah neraka dengan penderitaan yang tiada taranya. Maka hendaklah kita dapat mengambil hikmah dari kematian, karena ia adalah awal dari sebuah janji Ar-Rahman. Walalahu a’lam, 17102022. 

Minggu, 04 September 2022

Berbuat Adil kepada Orang yang Dibenci

Oleh: Dr. Misno, MEI

 


Interaksi antar manusia seringkali memunculkan berbagai perselisihan di antara mereka, dari mulai salah paham tentang suatu masalah hingga kebencian yang berkepanjangan hingga tujuh turunan. Perselisihan yang terjadi tidak jarang juga membuat sakit hati hingga dengan mudah “membara” apabila terkena sedikit percikan. Berangkat dari perselisihan, kemudian perasaan yang disakiti hingga dendam yang ada dalam diri memunculkan berbagai persoalan baru khususnya ucapan dan tindakan yang tidak sesuai dengan panduan agama dan moral. Kata-kata yang tidak pantas diucapkan, semisal berbagai jenis binatang hingga kata-kata munafik dan kafir keluar karena luka yang begitu dalam dirasakan. Sementara tindakan dapat berupa sikap acuh tak acuh, mengusir hingga melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama dan norma. Bagaimana semestinya kita sebagai muslim menyikapinya?

Allah Ta’ala berfirman dalam kalamNya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” QS. Al Maa’idah: 8.

Konteks ayat ini adalah perintah untuk menegakan kebenaran dan berlaku adil dalam keadaan bagaimanapun juga. Termasuk kepada orang lain yang kita benci atau kita pernah merasakan sakit hati karenanya. Berlaku adil dalam hal ini adalah tidak mengucapkan kata-kata yang tidak benar ataupun melakukan Tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan perintah agama, apalagi dikarenakan kebencian yang ada di dalam diri kita. Karena dengan berbuat adil itu menjadi salah satu sarana dalam upaya mendekatkan diri kepada takwa. Ayat ini diakhir dengan perintah untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala karena sejatianya Ia Maha Mengetahui semua yang kita lakukan.

Kembali ke masalah awal, berbuat adil kepada orang yang kita benci atau orang yang pernah menyakiti kita adalah dengan mengucapkan kata-kata yang sesuai dengan fakta. Jangan pernah mengucapkan kata-kata dusta atau tidak sebenarnya kepada mereka, apalagi penyebabnya adalah karena kebencian di dalam jiwa. Demikian pula tidak melakukan Tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Allah Ta’ala, karena itu menunjukan dendam kesumat yang bisa jadi akan membuat dada menjadi berat. Karena dendam dan kebencian akan menjadi beban dan pikiran yang dapat merusakan kekhusyuan dan tidak baik dalam aturan agama.

Lantas bagaimana menyikapinya? Kebencian kepada orang lain, apalagi penyebabnya adalah karena orang tersebut melanggar syariat Allah Ta’ala adalah dibolehkan. Bahkan bisa menjadi wajib ketika orang tersebut terang-terangan melakukan kemaksiatan, mengajak orang lain bermaksiat dan tetap melakukannya walaupun sudah diperingati berkali-kali. Benci terhadap perilakunya yang tidak sesuai dengan syariah adalah sah secara agama, ia juga menjadi tanda keimanan seorang hamba. Tapi sekali lagi kebencian tersebut tidak menjadikan kita berlaku dzalim kepadanya, apalagi sampai menjadikannya bahan cemoohan dan ejekan.

Termasuk dalam tidak berbuat adil adalah ketika kebencian kepada seseorang kemudian mengucapkan kata-kata dusta untuk memuaskan dan menguatkan kebenciaannya. Demikian juga melakukan Tindakan tidak benar (dzalim) hanya karena ia benci dengannya. Ditambah lagi kebencian kepada seseorang seringkali juga merembet kepada orang-orang yang dekat dengannya, hingga orang yang tidak bersalah namun karena dekat dengan orang yang dibenci jadi ikut-ikutan dibenci. Ada juga yang karena benci dengan seseorang sampai semua tindakan orang yang dibencinya selalu salah di matanya, padahal bisa jadi itu tindakan benar yang dilakukan oleh orang yang dibencinya.

Maka, Islam sebagai agama yang benar memberikan pedoman secara keseluruhan, bahwa ketika kita membenci seseorang (dengan syarat kebencian yang didasarkan syariat), maka kita tidak boleh berlaku dzalim kepada mereka. Tidak boleh mengucapkan kata-kata kasar dan dusta kepadanya, serta tidak boleh melakukan Tindakan-tindakan dzalim hanya karena kebencian dalam diri kita. Semoga Allah ta’ala memberikan kepada kita hidayahNya sehingga tidak ada dalam diri kita rasa benci kepada orang lain, kalaupun benci dengan seseorang adalah karena tindakannya yang tidak sesuai dengan syariah Ar Rahman, dan kita tidak boleh berbuat dzalim kepadanya dengan mengucapkan kata-kata kasar atau Tindakan-tindakan yang melebihi dari kesalahannya. Apalagi karena kebencian yang ada dalam diri kita… Wallahua’lam. 04 September 2022.

 

Kamis, 30 Juni 2022

Jangan Bicara Ilmu yang Bukan Bidang Keahliannya!

Oleh: Misno Mohd Djahri

 


Setiap manusia memiliki ide, gagasan dan pemikiran yang berbeda sehingga muncullah berbagai teori dan ilmu pengetahuan. Perkembangan dari ilmu pengetahuan meniscayakan adanya spesialisasi pada masing-masing disiplin ilmu, hingga pda perkembangan berikutnya memengaruhi pola pikir seseorang dengan disiplin ilmunya masing-masing. Berangkat dari sinilah kemudian sebuah ilmu akan dikuasai secara mendalam oleh para pakarnya, bagaimana jika ada seorang yang menguasai banyak cabang ilmu? Atau orang yang membahas dan berbicara disiplin ilmu yang bukan bidangnya?

Islam sebagai agama yang sangat memberikan perhatian kepada ilmu pengetahuan telah memberikan jalan dalam mempelajari dan mendalami sebuah disiplin ilmu. Allah Ta’ala berfirman dalam kalamNya:

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍۢ

… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. QS. Al-Mujadilah: 11.

Ayat menunjukan tingkatan derajat yang lebih tinggi bagi para ahli, expert dan pemilik ilmu di bidangnya masing-masing.

Permasalahan yang muncul adalah ketika ada orang yang “merasa” memiliki kemampuan untuk membahas dan berbicara tentang suatu displin ilmu namun sejatinya ia bukan ahli di bidangnya. Maka dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. QS. Al-Isra: 36.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:

أن الله تعالى نهى عن القول بلا علم بل بالظن الذي هو التوهم والخيال

“Allah Ta’ala melarang untuk bicara tanpa ilmu, yaitu bicara dengan sekadar sangkaan yang merupakan kerancuan dan khayalan” (Tafsir Ibnu Katsir).

Wahbah Zuhaili berkata tentang makna ayat tersebut, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, dan janganlah kamu ikut campur dalam hal yang tidak ada hubungannya denganmu”. Maknanya adalah apabila ada seseorang yang tidak pakar di bidang ilmu tertentu kemudian dia membahas dan membicarakannya maka itu bukanlah ranah dia, karena kita tidak boleh berbicara tanpa ilmu. Maknanya tidak boleh berbicara suatu bidang ilmu tanpa memiliki keahlian padanya.

Hal ini juga dilakukan oleh shahabat Nabi yang mulia, Abu Bakar sangat takut ketika ia berkata yang bukan bidangnya, padahal dia adalah orang yang pertama kali beriman kepada Rasululullah, seraya berkata,

“أي سماء تظلني؟ وأي أرض تقلني؟ إذا قلت في كلام الله ما لا أعلم”

“Langit mana tempat saya bernaung, dan bumi mana tempat saya berpijak, jika saya berkata tentang kitab Allah yang tidak saya ketahui,“ itulah komentar Abu Bakar ketika ia ditanya tentang makna “Abba” dalam surah ‘Abasa ayat 31.

Demikian juga sahabat Nabi lainnya, yaitu Umar bin Khattab, beliau tidak malu bertanya kepada Ibnu Abbas tentang tafsir surah An Nasr; Umar bertanya kepadanya karena Ibnu Abbas pernah didoakan oleh Nabi saw,

“ اللهم فقهه فى الدين وعلمه التأويل “

“Ya Allah jadikanlah Ibnu Abbas orang yang dalam ilmu agamanya dan ajarkan ia ilmu tafsir.”

Riwayat-riwayat tersebut memberikan pesan buat kita bahwa ulama itu memilki kepakarannya masing-masing, sebagaimana Umar bertanya kepada Ibnu Abbas tentang tafsir karena ia tidak memiliki pengetahuannya tentangnya.

Maka kita sebagai orang yang masih banyak belajar, hendaknya berhati-hati dalam memberikan pembahasan atau berbicara yang bukan kepakaran kita. Apalagi kita merasa paling pintar dalam bidang yang bukan bidang kita, sampai-sampai menyepelekan orang lain yang pakar dengan kita.

Kemudian juga ada kasus di mana seseorang yang bukan pakar di bidang tertentu, misalnya ekonomi syariah, tetapi dia sok tahu membahas, membicarakan hingga merumuskan satu kurikullum bidang ekonomi syariah. Tentu ini tidak elegan dan tidak sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Islam. Apalagi jika merujuk kepada sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam:

إِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ. قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ . فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya ‘Bagaimana maksud amanat disia-siakan? Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” Bukhari.  

Hadits ini menunjukan mengenai bahayanya suatu Amanah baik berupa pekerjaan atau yang lainnya diserahkan kepada bukan ahlinya. Karena jika demikian adanya maka kehancuran ada di depan mata dan tunggu kehancurannya. Demikian pula ketika ada seseorang yang berbicara, membahas atau menulis satu bidang ilmu yang bukan keahliannya, maka tentu saja kerusakan yang akan terjadi.

Oleh karena itu, hendaknya bagi kita yang diberikan sedikit ilmu ini terus belajar, jangan pernah sombong dan membahas serta membicarakan disiplin ilmu yang bukan keahlian kita. Apalagi sok tahu dan menyepelekan orang lain, ini tentu sangat berbahaya dan bisa terjatuh pada kesesatan. Selain itu hendaknya kita selalu muhasabah diri, berlaku lebih tawadhu (rendah hati), zuhud dan akhlak mulia lainnya sebagaimana padi yang ketika semakin berisi akan semakin merunduk. Wallahu a’lam 30 Juni 2022.  

 

Jumat, 17 Juni 2022

Kedzaliman yang Tidak Sadar Dilakukan

Oleh: Abd Misno

 


Manusia diciptakan dengan segala keterbatasan, sehingga banyak hal di luar pengetahuannya yang sejatinya masalah besar yang harus diketahuinya namun tidak disadarinya. Jika masalah tersebut terkait dengan dirinya sendiri tentu tidak menjadi masalah, namun jika sesuatu yang tidak dia ketahui atau tidak disadari itu menyangkut orang lain maka ini adalah masalah besar. Dalam hal ini adalah kesalahan atau kedzaliman yang dilakukan kepada orang lain yang dia sendiri tidak mengetahuinya atau tidak merasakannya.

Sebagai contoh, seseorang yang tanpa dia sadar menginjak kaki temannya, atau tanpa disadarinya dia menabrak seseorang yang tidak disadarinya. Maka dalam hal ini tentu dimaafkan jika dia betul-betul memang tidak mengetahuinya. Bagaimana jika kedzaliman yang dilakukan kepada orang lain tetapi dia tidak merasakannya atau tidak sadar telah mendzalimi orang lain?

Dzalim (ظلم) bermkan meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya, lawan katanya adalah adil yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dalam konteks dengan orang lain disebut dzalim adalah ketika ia menyakiti orang lain dengan ucapan atau tindakannya. Kedzaliman ini bisa karena sengaja atau tidak sengaja. Ada juga yang dia ketahui telah mendzalimi orang lain atau ia tidak menyadarinya. Kedzaliman yang seringkali dirasakan oleh orang lain namun pelakunya tidak merasakannya adalah kedzaliman yang sebenarnya. Maka kita harus hati-hati dengan hal ini, yaitu kedzaliman yang tidak sadar dilakukan.

Biasanya pelaku kedzaliman adalah orang-orang yang kedudukannya berada di atas atau memiliki sesuatu yang lebih dibanding orang lain yang didzalimi. Misalnya seorang pemimpin yang memutuskan sebuah kebijakan, tanpa dia sadari kebijakan tersebut mendzalimi bawahannya. Mungkin dia tidak sadar bahwa ia telah mendzalimi, sehingga ia bersikap biasa saja dengan bawahannya tersebut. Namun bukan berarti hal ini dimaafkan, karena bisa jadi kedzaliman yang tidak disadari itu lebih besar dosanya daripada kedzaliman yang nyata.

Kedzaliman dalam Islam sangat dilarang, Allah Ta’ala berfirman “…dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. QS. Al-Anfaal: 25. Rasulullah Shalallahu Alaihi Salam memberikan contoh mengenai kedzaliman tersebut dalam sabdanya “Di antara bentuk kezaliman seseorang terhadap saudaranya adalah apabila ia menyebutkan keburukan yang ia ketahui dari saudaranya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikannya.”. pada Riwayat yang lainnya bahwa kedzaliman itu akan membawa kegelapan pada hari kiamat, sebagaimana sabdanya “Takutlah kalian akan kezhaliman karena kezhaliman adalah kegelapan pada hari Kiamat.” Keharaman dari berbuat dzalim secara nyata dalam haditsnya “Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) di antara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim.”.

Merujuk pada ayat dan hadits yang telah disebutkan sebelumnya dapat dipahami bahwa berbuat dzalim kepada orang lain adalah dosa dan akan mendapatkan balasan yang berat.

Sehingga sebagai orang Islam kita harus berhati-hati jangan sampai berbuat dzalim kepada orang lain. Termasuk seorang atasan yang memutuskan berbagai kebijakan, hendaknya jangan asal membuat sebuah keputusan, ajaklah para bawahan untuk bermusyawarah tentang keputusan yang akan dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala “…sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka…” QS. Asy-Syuraa: 38. Ajaklah para bawahan bermusyawarah dan berikan kesempatan untuk memberikan ide dan gagasannya. Apabila memutuskan suatu perkara maka tanyalah pendapatnya agar jangan sampai terjadi kedzaliman kepada para bawahan kita.

Sebagaimana dipahami bahwa kedzaliman yang kita lakukan baik sengaja ataupun tidak, sadar atau tidak akan membuka pintu bagi doa yang dikabulkan. Riwayat dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

اِتَّقِ دَعْوةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan). HR. Muslim. Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:

دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ مُسْتَجَابَةُ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُوْرُهُ عَلَى نَفْسِهِ

Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri sendiri. HR. Ahmad.

Maka ketika kita menjadi pemimpin hendaknya selalu ajak musyawarah para bawahan kita, berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan ide dan gagasannya. Jangan sampai keputusan yang kita lakukan mendzalimi mereka, dan akan menjadi dosa bagi kita. Selalulah bertanya tentang kebijakan kita akan mendzalimi mereka atu tidak? Mintalah maaf kepada mereka agar kedzaliman yang sadar atau tidak sebagai efek dari kebijakan kita tidak menjadi kedzaliman yang membawa kepada dosa dan kesalahan yang berakibat adzab di dunia dan juga di akhirat.

Semoga kita semua terhindar dari segala bentuk kedzaliman, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja, baik yang sadar ataupun tidak sadar dilakukan. Aameen Ya Rabbal ‘aalameen. 17062022.

 

Jumat, 31 Desember 2021

Program Studi Magister Ekonomi Syariah

 


Program Studi Magister Ekonomi Syariah


Penerimaan Mahasiswa Baru 

Tahun Akademik 2022-2023


Program Studi Magister Ekonomi Syariah

Program Pascasarjana INAIS Bogor


Mari bergabung bersama kami menjadi Master bidang Ekonomi dan Bisnis Syariah


Info: 

Abd Misno: 085885753838 

Ahmad: 085881160453

Selasa, 30 November 2021

PESAN UNTUK WISUDAWAN

Oleh: Abdurrahman

Perjalanan sepanjang perkuliahan membawa kenangan tak terlupakan, susahnya memahami ide dan gagasan dosen dalam bimbingan, hingga pembiayaan yang tidak jarang mengganggu siklus keuangan. Niat yang seringkali mengalami perubahan, juga memberi warna tentang makna sebuah keberhasilan. Hal yang tidak bisa dilupakan adalah ketika harus berkelindan dengan tesis yang penuh coretan, dan perbaikan yang menyita masa serta pemahaman. Belum lagi, tagihan yang bertubi dilayangkan dari bagian keuangan, yang membuat kepala tak lagi bisa memikirkan intisari dari tesis yang selalu dipersalahkan, khususnya dari dosen pembimbing yang seperti tidak memahami perasaan. Ah… mungkin yang terakhir ini hanya sangkaan.

Perjuangan menyelesaikan kuliah dan karya ilmiah benar-benar bersimbah darah dan air mata yang memerah. Keluh kesah sering kali menghampiri dari berbagai arah, yang akhirnya membawa pada satu kata untuk menyerah. Tapi, perjuangan tak boleh patah di tengah, semuanya pasti memiliki hikmah, entah sampai kapan ianya berakhir renyah, hanya keyakinan yang membuat semangat ini terus mereunah.

Kini, perjuangan itu telah berakhir, dengan sebuah nama yang telah terukir, pada selembar kertas hasil olah pikir, ijazah yang menjadi hasil perjuangan akhir. Wisudapun telah berakhir, gegap gempita dan riuh rendahnya diiringi dengan dzikir. Tak perlu lagi berfikir, karena semuanya telah berakhir dan gelar sudah tersemat di nama akhir.

Namun, teringat dengan pesan dari dosen terhormat, bahwa wisuda bukanlah akhir sebuah matlamat, justru ini adalah awal menuju akhir tingkat, memberi manfaat bagi umat, serta dapat selamat di dunia dan akhirat. Ya, bahwa wisuda memang sebuah awal penuh nikmat, tapi setelahnya cobaan akan segera mendarat membuktikan apakah kita betul-betul belajar dan memiliki kebaikan niat, atau sekadar ingin mendapatkan ijazah serta gelar sesaat.

Wisuda menjadi awal dalam sebuah perjalanan, tentang kelimuan yang sudah didapatkan, apakah memberi manfaat dalam kehidupan, atau sekadar bangga dan penuh kesombongan, ada gelar di belakang nama yang dibanggakan. Masa yang akan membuktikan, bahwa anda sebagai wisudawan bukan hanya jago di kandangan, tapi memang memiliki keistimewaan, berpandangan luas dan siap menghadapi berbagai perubahan. Memberi solusi bagi problematikan kehidupan, yang banyak dihadapi oleh setiap insan.

Menjadi wisudawan hanya sehari, setelah itu sudah tak ada lagi, mungkin masih ada gelar di nama diri, tapi hakikatnya ianya akan terbukti. Apakah memiliki kualitas tinggi, atau berhenti dan tidak mau belajar lagi?. Inilah yang banyak terjadi, di mana menjadi wisudawan sehari, kemudian tak mau lagi membuka ayat-ayat Ilahi untuk ditafakuri, tak mau lagi membaca ayat-Nya di semesta ini, hingga akhirnya tenggelam dalam kesibukan yang tak ada lagi korelasi dengan ilmu dan pengetahuan hakiki.

Jadilah wisudawan sepanjang hidupmu, karena itulah ciri sejati para penuntun ilmu, semakin digali semakin terpaku, seperti padi yang tertunduk malu, karena ilmu yang menjadikannya semakin tawadhu. Setelah hari wisuda itu, kembali bersemangat untuk membuka setiap lembar buku, jurnal yang berbahasa baku hingga karya para ulama kini dan terdahulu. Bila ilmu telah mulai ada di kalbu, maka mengamalkannya menjadi sesuatu yang harus berlaku, jangan seperti perdu yang tumbuh di sela-sela batu, nampak syahdu namun tanpa memiliki bunga ataupun buah yang bermutu. Apalagi setelah itu? Mendakwahkan ilmu dan memberikan pengajaran kepada seluruh manusia di berbagai penjuru, tentu dengan meluruskan niatmu dan hanya mengharap keridhaan dari Rabb-Mu.

Itulah pesan bagi para wisudawan yang telah dilantik, ini adalah sebuah amanah akademik, yang harus dipertanggungjawabkan hingga akhir titik, ketika manusia berdiri di hadapan al-Maalik. Ilmu yang telah didapatkan menjadi pemantik, bahwa setiap kita memiliki kepribadian dan keistimewaan yang unik.  Menjadi mahkluk terbaik, ketika mampu memahami dan mengamalkan aturan dari Sang Pemilik, tak ada kata tidak apalagi menampik. Syariat terbaik dari Yang Maha Baik, pasti memberi manfaat dan mashlahat terbaik.  

Akhirnya adalah bahwa hendaknya setelah wisuda, setiap kita terus memperbaiki keyakinan di dada, niat yang harus terus diperhatikan adanya, agar apa yang lakukan memiliki makna di sisi-Nya. Setelah itu nikmati setiap prosesnya, niatkan semuanya sebagai bentuk ibadah kepada-Nya inilah yang membuat jiwa kita akan selalu bahagia, baik ketika anugerah ada ataupun musibah melanda. Selanjutnya fokus pada akhir tujuan hidup di dunia, keridhaan Allah Ta’ala dan masuk ke dalam surga, itulah sejatinya kesuksesan yang sebenarnya. Semoga kita mampu untuk mencapainya… Semoga. Bogor, 301121.