Kamis, 31 Desember 2020

Akhir Kisah Pembela NKRI Bersyariah

 Oleh: Abdurrahman Abu Aisyah



Rabu. 30 Desember 2020 menjadi hari terakhir bagi ormas F*I dan seluruh aktifitasnya. Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia mengakhiri kiprah organisasi keagamaan di persada Indonesia ini.

Sebagai sebuah organisasi keagamaan Islam, F*I menjadi pioner dalam amar ma’ruf nahi munkar, khususnya di wilayah Jabodetabek sebagai pusat kepengurusannya. Mereka juga berkontribusi di berbagai wilayah khususnya ketika terjadi bencana, tanpa pamrih mereka membantu masyarakat yang mengalami musibah dan kesusahan. Kiprah mereka sangat jelas di dunia nyata dan rekam dunia maya, kontribusi mereka tidak diragukan untuk membantu masyarakat yang memerlukan bantuan.  

Pembubaran F*I  syarat dengan kepentingan politik yang berbau Islamophobia. Bagaimana tidak? Alasan yang tidak masuk akal dengan menyatakan bahwa F*I merongrong Pancasila dan Kesatuan Republik Indonesia adalah fitnah belaka. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai perjuangan dasar mereka jelas sekali menjujung tinggi dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Justru mereka ingin agar Indonesia ini BERSYARIAH, negara yang memiliki aturan yang jelas dan membela rakyatnya. Bukan negara yang hanya mengutamakan kepentingan golongan tertentu apalagi kepentingan asing yang ingin menjajah Indonesia.

Walaupun pembubaran ini ditanggapi dengan “kegembiraan” oleh para pengurusnya, namun sejatinya di balik pembubaran ini terdapat ancaman besar dan bisa disebut dengan Perang Pemikiran atau Ghazwu Fikri, di mana masih banyak orang yang tidak paham dengan Islam, sehingga organisasi yang mengatasnamakan Islam dianggap sebagai ancaman bagi NKRI. Belum lagi kejahilan mereka terhadap kata syariah dan istilah-istilah khas dalam Islam yang mengakibatkan mereka menudingkan semua yang negatif kepada Islam dan para pemeluknya.

Perang pemikiran yang mengarah pada perang peradaban sepertinya tidak bisa dielakan, kecuali masing-masing pihak berusaha untuk menahan diri dan memahami antara satu dengan yang lainnya. Jika Islam memberikan toleransi yang sangat tinggi terhadap pemeluk agama dan kepercayaan lainnya maka sudah selayaknya mereka yang di luar Islam juga memahami Islam dengan benar. Lebih dari itu umat Islam yang masih mengaku Islam jangan sampai mereka justru yang paling keras permusuhannya terhadap saudara muslim lainnya hanya karena beda jalan perjuangan.

Jika orang-orang di luar Islam memusuhi Islam dan umatnya, mungkin masih “wajar” karena mereka memang tidak paham dengan Islam, yang parah dan sangat memprihatinkan adalah ketika sebagian umat yang mengaku Islam sendiri malah memusuhi Islam, syariahnya dan organisasi keagamaan Islam. Hanya karena beda aliran dan jalan perjuangan kemudian rsa hasad menjadikan mereka memusuhinya.

Apabila dianalisis tentu saja penyakit sebagian umat Islam ini adalah karena jahil (bodoh) dengan agamanya sehingga dengan mudah menyalahkan jalan perjuangan orng atau kelompok lain yang tidak sama dengan diri dan kelompoknya. Padahal dalam ranah dakwah masing-masing orang dan lembaga memiliki posisinya masing-masing yang harus saling mendukung. Kalau belum mampu untuk bersinergi jangan sampai malah memusuhi dan berusaha untuk menjatuhkannya. Apalagi jika masih dalam konteks sama-sama mendukung NKRI, fitnah yang menyatakan sebagian umat Islam ingin merongrong Pancasila dan NKRI adalah “jualan” orang-orang yang tidak suka dengan Islam.

Ada juga sebagian umat Islam yang terfitnah dunia, hanya karena kepentingan dirinya, kelompoknya dan kepentingan dunia lainnya dia mengorbankan sauadaranya sesama muslim untuk tujuan dunianya. Sangat disayangkan jika hal ini terjadi pada umat Islam, hanya karena takut tidak mendapatkan “kue” kekuasaan dan keduniaan ia tega memfitnah dan memusuhi saudaranya yang muslim. Ini tentu tidak boleh terjadi pada umat Islam, di mana izzah, kemuliaan dan kehormatan saudara dalam Islam lebih dari segala kepentingan dunia.

Kepada saudara-saudaraku yang bergabung di F*I, maka teruslah berjuang dan jangan lupa terus belajar tentang agama ini. Semangat amar ma’ruf nahi mungkar juga harus dibarengi dengan ilmu. Sehingga lembutkanlah dakwah anda, walaupun selembut apapun dakwah tetap saja orang-orang yang tidak suka dengan Islam akan tetap memusuhi orang-orang yang komitmen dengan Islam. Namun, teruslah belajar agar langkah dakwah amar ma’ruf nahi mungkar semakin terarah sehingga tidak salah jalan. Apalagi dalam konteks NKRI yang sudah final, negara ini adalah negara mayoritas umat Islam sehingga harus dijaga dan tidak boleh untuk melakukan berbagai bentuk makar, kekerasan apalagi kudeta. Walaupun saya yakin anda semua tidak akan berjalan ke sana, namun berhati-hati terhadap segelintir orang dan kelompok yang mencoba masuk ke organisasi F*I dan yang sejenisnya. Mereka ada dua macam, pertama adlah sebagian umat Islam yang memiliki ghirah dan semangat yang tinggi namun jahil dengan realitas Islam dan keindonesiaan. Kedua adalah musuh-musuh Islam yang masuk ke dalam tubuh Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam, merek pura-pura menjadi anggota bahkan kepengurusan, kemudian perlahan mereka mendoktrin dengan ajaran yang salah hingga kemudian sebagian kita terfitnah. Mereka ada dan nyata, bahkan sejak aman perjuangan kemerdekaan musuh-musuh Islam masuk ke dalam tubuh umat Islam dan membuat berbagai kerusakan, bahkan mereka akan selalu ada hingga akhir masa, maka berhati-hatilah. Tujuan utama mereka adalah menghancurkan umat Islam dari dalam, terkadang bahkan menggunakan tangan-tangan dari anak-anak umat Islam sendiri.

Terakhir adalam konteks NKRI tentu saja kita sebagai umat Islam Indonesia sepakat bahwa Pancasila yang sudah Islami dengan Sila pertamanya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah ijma’ (kesepakatan) dari umat Islam di Indonesia. Sehingga taat terhadap berbagai aturan yang telah dibuat pemerintah adalah sebuah keniscayaan. Tentu saja ketaatan tersebut dalam hal yang ma’ruf dan dibolehkan oleh syariah, apabila ada yang bertentangan dengan Islam maka tegurlah dengan cara yang baik, tidak boleh dengan anarki dan kekerasan. Inilah jalan Islam, mudah-mudahan Allah Ta’ala senantiasa memberkahi umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia... Aameen Ya Rabbal Aalameen. Pagi menjelang siang di Kota Hujan, 31 Desember 2020.

2 komentar:

  1. Analisis penuh makna dari kegelisahan hati yang menyayangkan semua itu terjadi hanya karena belum tepat dalam menentukan manhaj dakwah. Sepakat amar makruf nahi Munkar must go on but with right ways

    BalasHapus
  2. AJOQQ menyediakan 9 permainan yang terdiri dari :
    Poker,Domino99 ,BandarQ,BandarPoker,Capsa,AduQ,Sakong,Bandar66 ( NEW GAME )
    Ayo segera bergabung bersama kami di AJOQQ :)
    Bonus : Rollingan 0.3% dan Referral 20% :)
    WA;+855969190856

    BalasHapus

Please Uktub Your Ro'yi Here...