Kamis, 06 Januari 2022

Allah-Ku Maha Kuat dan Maha Perkasa

Oleh: Abd Misno


 

Fenomena penistaan agama khususnya kepada Islam kembali terjadi, entah disengaja atau tidak yang pasti ini adalah fakta bagaimana Islam yang mulia ini banyak yang membencinya. Salah satu yang saat ini sedang viral adalah ucapan seorang politisi di Indonesia yaitu ucapannya “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”.  Tentu saja ucapan dalam bentu cuitan (tweet) di Twitter ini langsung mendapat respon dari warga net. Walaupun akhirnya dia kemudian memohon maaf dan mengklarifikasi dalam akunnya "Klarifikasi atas cuitan saya yang kemudian viral, semoga semua bisa paham. Bahwa sesungguhnya itu dialog antara pikiran dan hati saya yang sedang down," kata Ferdinand di akun Twitternya. Ia juga menambahkan "Bukan untuk menyasar kelompok tertentu, orang tertentu dan agama tertentu. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terima kasih," tambahnya.

Lepas dari permohonan maaf yang telah disampaikan, namun inilah sejatinya fenomena yang tengah terjadi pada umat Islam. Sebagaimana telah dikhabarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam dalam sebuah haditsnya “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shallallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745). Merujuk pada Riwayat ini maka umat Islam harus tetap waspada, kembali mempelajari agamanya dan terus mengamalkan dan mendakwahkan sehingga tidak ada lagi orang yag berani menghina agama dan kepercayaan umat Islam.

Kembali kepada cuitan dari penista tersebut, maka jelas sekali maknanya adalah “Allah-mu (wahai umat Islam itu lemah sehingga harus dibela”. Kata Allah hanya digunakan oleh umat Islam dan kaum Nasrani dengan istilah “Allah” dengan cara baca “a”, sehingga jelas sekali penista yang beragama Nasrani ini jelas merujuk kepada umat Islam. Dia menyangka bahwa Allah-nya umat Islam itu lemah sehingga harus dibela, ini tentu bertentangan dengan firman Allah Ta’ala “Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”  (QS. al-Mujadillah [58]: 21). Demikian juga firmanNya “…Sesungguhnya Robbmu Dia-lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”  (QS. Hud [11]: 66). Serta kalamNya “Alloh Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. asy-Syura’ [42]: 19). Menurut Ibnu Jarir , al-Qowiy, berdasarkan tafsiran firman Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), “Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa”, adalah Dzat yang tak terkalahkan, yang tak terbantahkan, yang dipatuhi segala perintah-Nya, yang keras siksa-Nya terhadap mereka yang mengingkari ayat-ayat-Nya, dan tidak mengakui dalil-dalil-Nya.” Menurut ayat, “sesungguhnya Robbmu, Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa”, bisa ditafsirkan dengan “sesungguhnya Dialah yang Maha Kuat dalam tindakan-Nya. Kalau Dia menindak sesuatu, maka Dia akan menghancurkannya, seperti ketika menindak kaum Tsamud.” Maka Allah Subhanahu wa ta’ala memiliki nama Al-Qawwiy yang bermakna Maha Kuat.

Masalah yang kedua adalah apakah Allah perlu dibela? Maka jawabannya adalah pembelaan kita kepada Allah dan syariahNya sejatinya bukan menunjukan Allah itu lemah, justru sebaliknya, dalam kalamNya dijelaskan:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Sungguh Allah akan menolong orang yang membela-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. al-Hajj: 40). Demikian pula kalamNya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ؛ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian.” (QS. Muhammad: 7)

Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan surat Muhammad ayat 7,

هذا أمر منه تعالى للمؤمنين، أن ينصروا الله بالقيام بدينه، والدعوة إليه، وجهاد أعدائه، والقصد بذلك وجه الله، فإنهم إذا فعلوا ذلك، نصرهم الله وثبت أقدامهم

Ini merupakan perintah dari Allah kepada orang yang beriman agar mereka membela Allah dengan menjalankan agamanya, mendakwahkannya dan berjihad melawan musuhnya. Dan semua itu bertujuan untuk mengharap wajah Allah. Jika mereka melakukan semua itu, maka Allah akan menolong mereka dan mengokohkan kaki mereka. (Tafsir as-Sa’di, hlm. 785).

Merujuk kepada beberapa ayat dan hadits yang telah disebutkan maka membela Allah sejatinya adalah membela syariahNya yang akan memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia. Pembelaan kita kepada Allah Ta’ala bukan menunjukan Allah Ta’ala perlu pembelaan, Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa, tidak memerlukan pembelaan dari makhlukNya. Sebaliknya, mahklukNya yang sangat membutuhkan pertolongan dan pembelaanNya.

Sehingga cuitan dari penista tersebut sejatinya bukanlah sebuah dialog imajiner, itu adalah pikiran yang ada dalam otaknya yang benci dengan Islam. Padahal Islam tidak pernah menghina tuhan-tuhan mereka, karena memang hal ini dilarang dalam Islam. Sebagaimana kalamNya:

وَلَا تَسُبُّوا۟ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّوا۟ ٱللَّهَ عَدْوًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”. QS. Al-An’am ayat 108.

Merujuk kepada ayat ini sudah sangat jelas, bahwa Islam sangat menjunjung tinggi toleransi, kita tidak boleh mengnistakan tuhan dan agama orang lain, tidak boleh mengganggu mereka dalam beribadah serta selalu berbuat baik kepada mereka dalam masalah keduniaan. Jika demikian adanya inilah sejatinya tujuan dari kerukunan antar umat beragama yang diajarkan oleh Islam, namun memang masih banyak yang belum paham dengan Islam, atau memang membenci Islam sehingga selalu menjadikan Islam sebagai musuh dan bahan penistaan. Semoga Allah ta’ala Yang Maha Perkasa selalu memelihara umat Islam dari sebagal bala, bencana, dan fitnah dunia lainnya. Wallahu ‘alam. 06012022.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...