Guru Besar IAIN Medan, Amir Nuruddin mengatakan
keberadaan SDM di suatu lembaga memang sangat menentukan kinerja, produktifitas
dan keberhasilan suatu institusi. “Bagi perbankan syariah sebagai institusi
bisnis yang berbasis nilai dan prinsip syariah, kualifikasi dan kualitas SDM
jelas lebih dituntut adanya keterpaduan antara knowledge, skill, dan
ability dengan komitmen moral dan integritas pribadi,” kata Amiur.
b.
Syarat Utama SDM Syariah
Di mata Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia
(Asbisindo), A Riawan Amin, bicara soal SDM syariah bukan soal semata jumlah
besar personel yang dibutuhkan. Namun, juga mengacu pada SDM yang berkarakter
syariah."SDI yang dibutuhkan, menurut pandangan saya, adalah misi
meyakinkan perusahaan. Ini usaha berdasarkan keyakinan. Ini yang lebih penting.
Dan, ini tantangan, sekaligus butuh perjuangan," tutur Riawan, beberapa
waktu lalu. Ia menambahkan, yang paling penting dalam upaya memenuhi kebutuhan
SDM adalah mereka yang memiliki attitude dan talenta perbankan syariah.
"Masalahnya, sekarang ini ada kesan kabur, mana itu bank syariah dan mana
itu bank konvensional. Maka, ada tagline IB bukan sekadar bank biasa. yang
tidak biasa tentu saja, syariah," ujarnya.
Syarat utama calon SDM syariah. kata Riawan,
bukan soal skill dan knowledge tentang syariah. "Basic-nya yang terpenting
adalah berkarakter dan berperilaku syariah dulu," ujarnya.
Soal pengetahuan tentang perbankan syariah, menurut Riawan, "Ikuti on
the job training. Cukup dilatih dalam program jangka pendek. Soal skill
dan knowledge antar-orang tidak jauh beda," katanya menegaskan.
Riawan yakin, skill dan knowledge bisa dikembangkan. Industri
perbankan syariah bukan ilmu roket atau industri pembuat alat perang. "Industri
perbankan syariah membutuhkan attitude dan talenta. Jadi, tak sekadar
orang bekerja cari uang untuk isi perut. Tapi, betul-betul mencari orang yang
berkarakter dan berperilaku sesuai syariah," tuturnya.
Syarat utama SDM, kata Riawan, tentu Muslim
dan siap berperilaku serta berkarakter sesuai kepribadian syariah.
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan SDM, seperti skenario BI, tak dibutuhkan
lulusan sarjana. Untuk level pelaksana, misalnya, karyawan bagian teller, cukup
lulusan Diploma-1. Level customer service cukup lulusan SMA / SMK. Mereka bisa
bekerja setelah menjalani on the job training. Untuk tingkat officer,
barulah perlu level sarjana. Dan, tak perlu harus lulusan sarjana IAIN, STAIN,
atau perguruan tinggi syariah lain. "Bila perlu cari sarjana pertanian,
kelautan, perkebunan, perindustrian. Sebab, mereka akan berhadapan dengan
nasabah dan sektor riil," papar Riawan. SDM syariah juga butuh sarjana
agama. Ini dibutuhkan untuk level dewan syariah. Namun, kebutuhannya relatif
kecil. "Setiap cabang membutuhkan tiga-empat personel. Jadi, kebutuhan
sangat minim untuk level Ini," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Please Uktub Your Ro'yi Here...