Jumat, 02 Desember 2022

Menjaga Lisan

Oleh: Nurhadi, S.Sos.I., M.H.

 


الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ ۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدٰىهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Ma’ashiral muslimin Rahimakumullah

Mari sama-sama kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita, sebab hanya dangan nikmat-nikmat Allah, baik itu nikmat kesehatan jasmani terlebih nikmat iman,islam dan ikhsan kita bisa bersama melaksanakan ibadah jumat di masjid yang mulia ini  sebagi bentuk penghambaan kita kepada Sang Khaliq, Allah swt. Dan tak lupa kita bersolawat atas junjungan kita Nabi Besar  Muhammad saw. Semoga di hari akhir nanti kita akan menjadi salah satu yang akan mendapatkan syafaatnya.

 

Jamaah jumat rahimakumullah

Mari sama-sama kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan cara laksanakanlah perintah-perintah-Nya dan menjauhkan diri dari larang-laranganNya. Taqwa yang dapat mendorong kita untuk terus berusaha berbat kebaikan dengan seluruh anggota tubuh kita.

Salah satu kewajiban kita sebagi hamba Allah dan Ummat Rasululluh Muhammad saw . adalah menjaga semua anggota tubuh kita ini dari dosa. Maka Allah memerintahkan kita agar menjaga telinga, mata, lidah dan semua anggota tubuh lainnya, jangan sampai dipergunakan untuk melakukan segala yang diharamkan Allah swt.

Dan perlu kita ketahui bahwa anggota tubuh yang paling berbahaya dan paling besar resikonya serta paling dasyat bahayanya terhadap agama dan kehidupan adalah "Lidah". Lidah bisa berbicara dengan kebaikan, kebenaran dan keridhaan, lalu pemiliknya memperoleh kecinta- an, kemaafan dan ampunan. Akan tetapi lidah pula bisa mengatakan kalimat-kalimat kejahatan, kesesatan dan kedurhakaan, lalu pemiliknya terjerumus ke dalam kejahatan, kesengsaraan dan kemurkaan.

Oleh karena itu kita harus mampu mejaga lisan kita dari kemaksiatan dan dosa-dosa lisan. Diantara dosa-dosa lisan itu adalah, berkata kotor, berkata bohong, menhadi domba, ghibah, fitnah dan lain sebaginya yang kesemua itu dapat merusak hati kita, merusak jiwa kita, bahkan dapat merusak lingkungan kita.

Rasulullah saw. bersabda:

علَيْكُم بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الْصِدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبَرِ وَإِنَّ البريهدي إلى الجنَّةِ : وَلَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحرى الصّدقَ حَتَّى يَكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا وَايَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ ، وَلَا يَزَالُ الرَّجُلُ يكذب ويتحرى الكَذِبَ حَتَّى يَكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذابا

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran me- nunjukkan ke arah kebagusan, dan kebagusan menunjukkan ke arah surga. Seorang laki-laki berlaku jujur dan ia senantiasa mencari kejujuran, sehingga ia ditulis di sisi Allah orang yang suka kejujuran. Dan jauhilah kebohongan, karena kebohongan menunjukkan ke arah kemaksiatan, dan kemaksiatan menunjukkan ke arah neraka. Seorang laki-laki berlaku bohong dan ia senantiasa mencari kebohongan, sehingga ia ditulis di sisi Allah orang yang suka kebohongan”.

 

Saudara-suadara kaum Muslimin Rahimakumullah.

Salah satu tanda iman yang kuat adalah menjauhi sifat, fasik, cacian dan makian. Dan salah satu bencana lidah yang sangat berbahaya ialah "Adu Domba" yaitu memindah omongan dari satu kaum ke kaum yang lain dengan jalan membikin onar antara mereka. Adu domba adalah menanam kedengkian, memecah belah antara sesama, menarik permusuhan dan saling membenci di dalam kehidupan bermasyarakat.

Banyak sudah, adu domba memecah belah antara orang-orang yang hidup berbahagia. Banyak sudah, adu domba memutuskan hubungan antara sanak dan famili, sahabat dan kerabat. Tidak sedikit pula adu domba menjadi penyebab porak porandanya tali kekeluargaan dan persahabatan di masyarakat

Bagi orang yang suka mengadu domba ini, Rasulullah saw. mensifatinya dengan "Al Haliqah" yaitu 'pekerti yang bisa mencukur halus setiap kebaikan, dan menarik kejahatan, yang dampaknya adalah perbuatan dosa. melenyapkan jiwa dan memporak-porandakan keluarga dan golongan.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang bersumber dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah saw. bersabda:

تَجِدُونَ شَرَّالنَّاسِ ذَالْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هؤُلَاءِ بِوَجْه وَهَؤُلَاءِ بِوَجْه.

“Kalian akan menjumpai manusia yang paling jelek, yang mempunyai dua muka, di mana ia datang kepada satu golongan dengan wajah yang satu, dan datang kepada golongan yang lain dengan wajah yang lain pula”.

Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki datang menghadap Umar bin Abdul Aziz, lalu kepada beliau laki-laki ini menyebut- nyebut sesuatu tentang kelakuan laki-laki lain. Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz bertanya kepadanya : Bila kamu setuju, kami akan melihat dulu perkaramu ini. Jika sekiranya kamu seorang pendusta, maka kamu akan termasuk orang-orang yang dimaksud di dalam ayat ini :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا…

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya”,.. (QS. Al Hujarat: 6)

dan jika sekiranya kamu seorang yang tidak  jujur, maka kamu akan termasuk orang-orang yang dimaksud di dalam ayat ini:

هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍ

“Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah” (QS. Al Qalam: 11).

Ummar bin Abdul Aziz melanjutkan; Dan apabila kamu minta ma'af, kami akan memaafkanmu. Laki-laki itupun menjawab: "Maafkanlah, wahai mirul muk-minin, tidak akan aku ulangi lagi peristiwa seperti ini selamanya.

Imam Bukhari meriwayatkan hadits yang bersumber dari sahabat Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah saw. lewat bertemu dengan dua kuburan, lalu beliau bersabda :

 إِنَّهُمَا يُعذَبَانِ وَمَا يُعَذِّبَانِ فِي كَبِيرٍ، بَلَى إِنَّهُ كبير : أمَّا اَحَدُهُمَا يَمْشِي بِالنّميمَةِ وَامَّا الْآخَرُفَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِن بَولِهِ .

“Sesungguhnya kedua penghuni kuburan ini mendapat siksa namun tidak disiksa karena dosa besar. Adapun salah satu di antara keduanya karena ia mengadu domba sedangkan yang lain, karena ia kencing tidak menggunakan tabir”.

Hadits ini mengisayaratkan kita untuk menjauhi kemaksiatan- kemaksiatan dan dosa-dosa, terlebih kemaksiatan dan dosa-dosa dari lisan kita. Karena sesungguhnya apa yang kita lakukan dan kita ucapkan dari lisan kita semua ada konsekuensinya.

Allah telah berfirman dalam surat Al Isra' ayat 36 seperti berikut:

إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

“... Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya”

 

Maashiral muslimin rahimakumullah

Mari sama-sama kita berusaha menjaga semua anggota tubuh kita dari kemaksiatan dan dosa.  Kita jaga pendengaran kita, penglihatan kita, mulut kita, tangan kita, dan kaki kita agar terjaga dari segala hal yang di larang oleh Allah, agar kita hidup dalam lindungan dan ridho Allah swt. Aamiin ya robbal alamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Kamu naenyaaa? Model rambut yang dilarang dalam Islam? Kamu bertanya-tanya...

Oleh: Misno Mohd Djahri


Cepmek adalah singkatan dari Cepak Mekar yang merupakan model rambut viral karena content kreatif dari Alif “Dilan”. Model rambut ini adalah pendeka di bagian kiri dan kanan serta Panjang dan mekar di bagian depan dan atas. Sebagai sebuah model rambut tentu sah-sah saja, namun Islam sebagai agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia termasuk potongan rambut yang dilarang dalam Islam, yaitu model Qaza’.

Larangan ini didasarkan kepada sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qaza’.” HR. Bukhari dan Muslim.

Riwayat lainnya dari Ibnu ‘Umar mengatakan yang mengatakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْقَزَعِ. قَالَ قُلْتُ لِنَافِعٍ وَمَا الْقَزَعُ قَالَ يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِىِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qaza’.” Aku (Umar bin Nafi’) berkata pada Nafi’, “Apa itu qaza’?” Nafi’ menjawab, “Qaza’ adalah menggundul sebagian kepala anak kecil dan meninggalkan sebagian lainnya.” HR. Muslim.

Imam Nawawi dalam kita Syarh al-Muslim menjelaskan bahwa para ulama berijma’ (sepakat) bahwa qaza’ itu dimakruhkan jika rambut yang digundul tempatnya berbeda-beda (misalnya: depan dan belakang gundul, bagian samping tidak gundul) kecuali jika dalam kondisi penyembuhan penyakit dan semacamnya. Yang dimaksud makruh di sini adalah makruh tanzih (sebaiknya ditinggalkan). … Ulama madzhab Syafi’iyah melarang qaza’ secara mutlak termasuk laki-laki dan perempuan.”.

Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu’ menjelaskan bahwa “Qaza’ dihukumi makruh. Yang dimaksud qaza’ adalah model rambut yang hanya menggundul sebagian rambut saja. Hal ini terlarang berdasarkan hadits sebelumnya.

Maksud dari qaza’ adalah menggundul sebagian rambut kepala (sebagian rambut kepala habis) dan membiarkan rambut yang lain. Ini sama persis dengan model rambut ‘mohawk’ saat ini. Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa qaza’ adalah menggundul (mencukur habis) sebagian rambut kepala dan membiar sebagian rambut yang lain. Di sini ada beberapa model:

1.     Mencukur habis secara berurutan, yaitu mencukur bagian samping kanan, lalu bagian samping kiri, bagian depan kepala dan tengkuknya.

2.     Mencukur habis bagian tengah dan membiarkan bagian sampingnya.

3.     Mencukur bagian sampingnya lalu membiarkan bagian tengahnya. Ibnul Qayyim menyatakan bahwa model ini seperti yang dilakukan oleh orang rendahan.

4.     Mencukur bagian depan dan membiarkan yang lain.

Hukum qaza’ adalah makruh, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seseorang dalam keadaan rambutnya sebagian gundul, sebagian lainnya dibiarkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melarangnya. Beliau bersabda pada orang yang model rambutnya seperti itu, “Cukurlah seluruhnya. Atau biarkanlah seluruhnya.” Namun jika untuk mengikuti model orang kafir, berarti dihukumi haram. Karena tasyabbuh (mengikuti gaya) orang kafir adalah haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”

Apabila kita melihat ada orang yang model rambutnya adalah qaza’, hendaknya kita perintahkan agar ia menggundul seluruh rambut kepalanya. Kemudian beri saran setelah itu, jika ingin mencukur rambut lagi, hendaklah mencukur seluruhnya atau membiarkan seluruhnya.

Adapun terkait dengan Model Cepmek atau Cepak Mekar maka dalam hal ini sebaiknya dihindari agar tidak terjatuh kepada larangan tersebut. Wallahu a’lam. 02122022.

Kamu naenyaaak? Kenapa harus Ekonomi Syariah?

Oleh: Bambang Sahaja


 

Kamu Naenyaak? Kenapa setiap muslim harus melaksanakan ekonomi syariah? Kamu bertanya-tanya kenapa riba tidak boleh dalam Islam? Aku jawab ya…

Seorang muslim adalah mereka yang tunduk patuh kepada seluruh aturan Allah Ta’ala, termasuk dalam melaksanakan aktifitas ekonomi. Kewajiban tunduk patuh ini didasarkan kepada pengertian dari Islam itu sendiri yaitu:

اْلإِسْلاَمُ: َاْلإِسْتِسْلاَمُ ِللهِ بِالتَّوْحِيْدِ وَاْلإِنْقِيَادُ لَهُ باِلطَّاعَةِ وَالْبَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ وَأَهْلِه

“Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.”.

Maka kalau kita mengaku sebagai muslim maka wajib tunduk patuh kepada seluruh aturannya, termasuk dalam aktifitas ekonomi sehari-hari.

Selanjutnya adalah bahwa sebagai muslim kita juga diperintahkan untuk masuk ke dalam Islam secara kaafah, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208).

Masuk Islam secara kaafah maknanya adalah melaksanakan seleuruh syariat Islam termasuk dalam kegiatan ekonomi. Pelaksanaan ini menjadi bukti ketaatan kita kepada Allah dan rasulNya, sebagaimmana firmanNya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍۢ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. QS. An-Nisaa: 59.

Merujuk pada pengertian, ayat-ayat tersebut maka jawabannya sangat jelas bahwa kita sebagai seorang muslim wajib untuk tunduk patuh kepada syariat Allah Ta’ala, termasuk dalam aktifitas ekonomi yang telah diatur dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits Nabi serta dijelaskan oleh para ulama. Wallahu a’alam, 02122022.

Warna Dunia: Sepasang Manusia dalam Ikatan Hawa

Oleh: Misno Mohd Djahri

 


Dunia memang penuh dengan warna, bukan warna merah, putih dan yang lainnya, tetapi manusia dengan segala perilakunya. Hawa yang ada pada manusia telah membawa mereka kepada kembara rasa yang bahkan tidak terpikirkan oleh manusia-manusia sebelumnya. Mereka yang yang mengkuti hawa-nya hingga melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh tumbuhan, hewan dan makhluk semesta. Tindakan yang membuat regenerasi manusia tidak akan terjadi selama ianya masih ada, bahkan hingga hari kiamat tiba.

Fenomena ini saya saksikan dengan mata kepala, ketika sepasang manusia hidup bersama, tanpa ikatan sempurna bahkan cenderung melanggar syariat Allah Ta’ala. Tulisan ini sekadar memberi sebuah gambaran nyata, bahwa beginilah warna dunia kita sekarang adanya. Dunia yang dipenuhi dengan banyak angkara murka hingga adzab Allah Ta’ala mengintai seluruh umat manusia. sekali lagi tulisan ini sekadar memberi sebuah gambaran, bagaimana manusia terbawa dengan hawanya, hingga menghalalkan segala cara bahkan melanggar syariatNya.

Sepasang anak manusia yang mengikat rasa dalam bingkai hawa, mungkin salah satunya karena kebutuhan harta hingga berada di bawah atap yang sama serta dalam satu ranjang berdua tanpa ikatan syariahNya. Suka sama suka, saling memiliki rasa dan merasa nyaman dengan pasangannya. Itulah alasan kenapa mereka berdua bisa bersama, walaupun semesta tidak mendukungnya. Latar belakang budaya yang berbeda, tingkat pendidikan tidak sama, hingga pemahaman keagamaan berlainan tidak lagi berpengaruh kepada keduanya. Mereka terbuai dalam rasa dunia, mengikuti hawa dan tenggelam dalam kenikmatan raga.

Sepasang manusia yang saya jumpa di selatan Jakarta bukanlah satu-satunya, ribuan bahkan jutaan manusia seperti keduanya. Mereka mengikat rasa dalam balutan hawa, kenikamatan raga serta tidak mengindahkan syariah Pemilik Semesta. Kebebasan orientasi rasa menjadi slogan perjuangan mereka, insting bercampur hawa menjadi pedoman utama, sementara sebagiannya hanya untuk mendapatkan harta sebagai penyambung hidup mereka. Jumlah mereka terus bertambah, karena perilaku ini terus merambah bukan hanya orang dewasa, tetapi generasi muda yang tidak mendapatkan Pendidikan agama.

Beginilah satu dari warna dunia sekarang ini adanya, sejatinya mereka ada dan terus bertambah jumlahnya. Ada yang terang-terangan memperjuangkan hak-haknya ada juga yang menyembunyikan hasratnya namun tetap terbelenggu hawa-nya. Sebagian hanya dalam ikatan rasa dalam rumah yang berbeda, tapi yang ada di depan mata dan berbagai cerita mereka dalam satu rumah bersama. Seperti pasangan dalam ikatan syariahNya, padahal ikatan rasa yang jelas tidak diridhaiNya.

Melihat ini adanya, maka sebagai manusia yang percaya akan keberadaan Allah Ta’ala dan yakin dengan syariahNya, maka amar ma’ruf nahi mungkar adalah solusi yang utama. tentu saja sesuai dengan kemampuan dan mempertimbangkan kemashlahatan yang ada. Tidak membabi buta yang mengakibatkan kemudharatan menimpa atau akan semakin banyak fenomena yang ada. Mengajak dengan penuh kebajikan dan melarang dengan penuh kebijakan adalah cara utama untuk memberikan kesadaran kepada mereka.

Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah kepada kita semua dan juga mereka yang masih terbelenggu dalam hawa dunia. Aammin Ya Rabal ‘aalamiin 02122022.  

Sahabat, Bilakah akan Taubat?

Oleh: Misno Mohd Djahri



Sahabat…

Kita sudah terlalu jauh melangkah di dunia penuh laknat

Sudah terlalu banyak kesalahan yang dituliskan oleh malaikat pencatat

Sudah tidak terkira bumi dan semesta yang ikut melaknat

Bahkan catatatan amal telah didominasi maksiat

 

Sahabat…

Hawa ini memang membelenggu begitu kuat

Hingga kealphaan terasa begitu nikmat

Jiwa dan raga tak kuasa menggeliat

Luluh dan rapuh bersaat-saat

 

Sahabat…

Bilakah masanya untuk bertaubat?

Menunggu raga tak lagi berurat

Atau jiwa tak lagi semangat

Jangan menjawab bila kiamat makin mendekat

 

Sahabat….

Aku sangat paham, ini begitu berat

Karena aku pun terlilit-lilat

Melanggar taat  

Tanpa derajat di sisi syariat

 

Sahabat…

Sejatinya pertanyaa ini adalah untuk diri yang masih sesat

Diriku dan dirimu yang masih belum menepat

Syariah Ar Rahman yang penuh rahmat

Buat hati karena jerat

 

Sahabat…

Kuatkan hati dan juga niat

Untuk mengakhiri perilaku yang lewat

Kuatkan terus dan terus perkuat

Hingga ajal datang mendekat

 

Sahabat…

Semoga akhir kehidupan kita penuh dengan taat

Hidup di bawah lindungan syariat

Mendapat ridha dan juga rahmat

Hingga akhir hayat.

 

Saat Jumat Tamat, 02122022.  

Senin, 21 November 2022

Gempa dan Ujian Keimanan Hamba

Oleh: Misno


 

Senin, 21 Nopember 2022 Pukul 13.21 WIB telah terjadi gempa dengan pusat gempa di wilayah Cianjur Jawa Barat. Getarannya terasa hingga ke beberapa wilayah di sekitarnya, yaitu; Bandung, Sukabumi, dan wilayah Jabodetabek. Bogor sebagai wilayah yang bersebelahan dengan Cianjur merasakan getaran yang sangat kuat, bahkan pintu dan lampu ruang tamu di rumah penulis bergerak-gerak. Tidak lama berselang berita tentang gempa ini mewarnai media yang melaporkan kejadian dan korban yang mulai berjatuhan.

Sebagai orang beriman kita harus meyakini bahwa gempa dan gejala alam lainnya adalah kuasa dari Allah Ta’ala. Ia bisa menjadi teguran, peringatan, cobaan dan hukuman bagi umat manusia, sehingga kehadirannya menjadi salah satu alat ukur keimanan seorang hamba.

Ketika bumi di mana kita berpijak bergerak karena gempa, di sanalah sejatinya fitrah seorang hamba muncul dengan kekuataan dari Allah Ta’ala sebagai Sang Pencipta dan Penguasa alam semesta. Seorang hamba sama sekali tidak memiliki kuasa untuk menahan atau sekadar bertahan dari getaran karena gempa. Bahkan manusia begitu lemah ketika tanah ini bergerak sesuai dengan kuasaNya. Bahkan ilmu pengetahuan hingga saat ini belum bisa memprediksi kapan gempa itu terjadi. Akibatnya, manusia harus pasrah dengan segala kuasaNya, khususnya ketika berbagai gejala alam menimpa.

Gempa menjadi satu ujian bagi keimanan hamba, karena dengannya manusia akan tersadar bahwa ia adalah makluk yang lemah yang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Bahkan untuk berpijak saja ia harus berusaha sekuat tenaga ketika getaran gempa melanda. Apalagi jika getaran itu begitu kuat hingga mencapai 8-10 skala richter, tentu manusia akan banyak yang menjadi korbannya.

Maka, adanya gempa memberikan banyak pelajaran kepada hamba tentang keberadaan dari Allah Ta’ala sebagai Pencipta, Pemilik dan Pengatur alam semesta. KuasaNya atas makhlukNya tidak bisa ditandingi oleh apapun jua, Dia-lah Sang Pemilik Mutlak dan satu-satunya Sesembahan (Ilaah) yang berhak untuk disembah dan diibadahi. Dia berkehendak sesuai dengan keagunganNya dan semua kehendaknya adalah baik (mashlahat) bagi semua makhlukNya.

Jika demikian adanya, maka gempa ini menjadi salah satu ukuran bagi keimanan hamba, agar senantiasa untuk tunduk patuh di bawah syariahNya. Jangan pernah sombong dengan segala ilmu pengetahuan dan kekuatan yang ada pada manusia, karena semua itu tidak ada apa-apanya di sisi kuasaNya. Semoga Allah Ta’ala sentiasa memberikan kekuatan iman kita sehingga apapun yang terjadi di alam semesta menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepadaNya. Kepada para korban yang mengalami gempa ini semoga diterima amal ibadah dan Islamnya bagi yang meninggal dunia dan kekuatan keluarga yang ditinggalkan. Bagi yang mengalami kerugian harta semoga diganti oleh Allah Ta’ala dengan ganti yang lebih baik dan berlipat ganda… Aamiin… 21112022.  

 

 

Kamis, 17 November 2022

Sahabat Dunia Akhirat

Oleh: Abu Aisyah


Sahabat... 

Izinkan aku mengungkapkan segala rasa

Rasa yang selalu menyelimuti jiwa

Jiwa yang terbelenggu oleh awa

Hawa dunia dan segala kenikmatannya. 

 

Sahabat... 

Sudah sekian lama kita bersama

Bersama dalam suka dan duka

Duka dan suka mewarnai masa-masa penuh bahagia

Bahagia dalam ikatan rasa

Rasa yang terkadang membawa murkaNya. 

 

Sahabat... 

Berbagai peristiwa telah kita lewati

Dari canda ria hingga saling buruk sangka

Dari saling mengasihi hingga terkadang saling membenci

Dari kata kata berbunga-bunga hingga kata-kata penuh hujatan adanya

 

Sahabat... 

Mungkin sekarang sudah masanya

Untuk mengembalikan makna persahabatan

Bukan hanya karena munculnya kata-kata yang menyakitkan

Tapi lebih pada harapan yang dulu pernah aku ungkapkan

 

Sahabat... 

Tentu masih ingat

Ketika aku berucap penuh semangat

Akan segera meninggalkan perilaku terlaknat

Yang membawa nikmat sesaat tapi penyesalan sepanjang hayat

 

Sahabat... 

Mungkin sekarang saatnya

Memperbaiki hubungan kita

Agar selalu mendapat ridhaNya

Meninggalkan semua rasa 

Yang membawa kemurkaan Sang Pencipta. 

Melawan rasa yang selalu bergejolak di dada

Rasa yang selalu bertaburbl hawa manusia

 

Sahabat... 

Berat memang terasa

Menahan hawa yang selama ini ada

Mungkin hingga akhir masa

Ketika jiwa terpisah dari raga

Semoga aku kuat menjaganya

 

Sahabat

Mari perbaiki hubungan kita

Hubungan yang diridhaiNya

Bersama saling berwasiat dalam ketaatan

Saling memberi nasehat dalam kebajikan

Semoga menjadi akhir kehidupan

Akhir yang indah di bawah syariahNya

Hingga menutup mata 

Kemudian dibangkitkan tanpa alpha

dan bersama di surgaNya

Aamiin... 

 

Cipali, Shubuh Pagi 17112022.


Selasa, 08 November 2022

Kukira Purnama Satu Adanya…

Oleh: Misno Abu Aisyah

 


Hawa begitu kuat memengaruhi setiap aliran darah dan persendian manusia, hingga menjadikan segala yang ada indah adanya. Keindahan yang sangat relatif yang dipengaruhi oleh masa lalu dan preferensi yang dibangun dalam dada setiap manusia. Keindahan yang nampak oleh setiap manusia akan berbeda-beda, hingga tidak ada kata sepakat dalam melihat cantik atau gagah-nya seorang manusia. Dorongan hawa-nya semakin menghiasi diri manusia hingga tanpa sadar dia mengucapkan “Betapa sempurna makluk ciptaanNya” bahkan ketika melihat muka yang bulat laksanan rembulan ia berbisik “Kukira Purnama satu adanya, ternyata ada dua dengan wajah tuan yang bercahaya melebihi purnama”.

Kata-kata yang penuh dengan pujian, yang ditujukan pada sang pujaan yang begitu menawan. Ini bukan hegemoni muda-mudi, tapi selalu hadir dalam diri setiap insani. Bahkan pada mereka yang telah setengah baya atau yang kain kafannya telah dilipat di pabriknya. Ya… pesona manusia bagi manusia lainnya memang membawa rasa luar biasa, hingga sulit dipisahkan antara cinta dan hawa. Bercampur saling memberi rasa, pesona raga yang dibumbui dengan “cinta” ala kadarnya, selalu ada bersama dengan eksistensi manusia.

Tentu tidak munafik ketika kita mengakuinya, melihat wajah bulat bercahaya yang penuh dengan pesona, atau melihat tampang rupawan yang menggoda iman dalam jiwa dan raga. Bahkan diri kita sering takluk di bawahnya, hingga mengorbankan segalanya untuk sekadar merasakan pesonanya. Sekali lagi, ini buka hanya mereka yang usia muda tapi jiwa-jiwa muda yang terperangkap dalam jasad yang sudah renta. Karena sejatinya jiwa manusia tidak pernah berubah, hanya jasad yang takluk dengan hukum alam di dunia.

Jika demikian adanya, bagaimana sejatinya kita menyikapinya? Apakah terus terpesona dengan cahaya di wajahnya, atau menunduk malu dengan waktu yang terus memburu? Atau berlari meninggalkan semua itu dan bersujud dalam mihrab keharibaanMu? Dunia dan segala isinya adalah karunia Allah Ta’ala, termasuk wajah-wajah penuh pesona yang selalu menggetarkan jiwa  dan raga. Memandangnya dengan penuh hawa tentu bukan hal utama, tetapi sejenak menatap kemudian menunduk malu dengan Sang pemilik Waktu, itulah yang seharusnya dilakukan manusia. Jangan kotori pandangan ini dengan hal-hal yang membuat mata hati menjadi buta, hingga tidak tahu mana yang boleh dilihat dan mana yang membawa mudharat.

Maka, “Kukira Purnama satu adanya, semoga purnama yang kedua bisa menyinari di akhirat sana”. Purnama yang abadi dan menjadi milik pribadi tanpa batas masa. Wahai pemilik wajah bak purnama, bersabarlah karena engkau akan menjadi milik, ketika kita mampu mengelola pandangan ini. Semoga kita bisa berjumpa di surgaNya, di mana setiap wajah bercahaya dan akan banyak purnama di sana… Semoga. 08112022.

Harmoni dalam Rumah Tangga: Antara Godaan Syaitan dan Hawa Insan

 Oleh: Misno bin Mohamad Djahri

 


Ini kisah tentang romantika rumah tangga yang sudah melewati dua puluh tahun pernikahan. Mungkin banyak orang yang menyatakan bahwa masa yang panjang itu telah membentuk karakter dan pemahaman mendalam antara suami dan istri. Masing-masing sudah memahami kelebihan dan kekurangan pasannganya, hingga sudah tidak aneh lagi dengan setiap keadaan yang ada. Survey saya terhadap pasangan yang telah menikah lebih dari dua puluh tahun menunjukan bahwa antara suami dan istri sudah seperti kakak adik, rasa nya’ah (kasih sayang) itu telah terpatri di antara pasangan ini. Namun benarkah hal ini akan terus berjalan mulus?

Tidak ada yang bisa menjamin bahwa rumah tangga yang sudah melewati usia pernikahan dua puluh tahun akan baik-baik saja. Bahkan banyak kasus justru rasa bosan itu memuncak di usia pernikahan ini, dari masalah sepele semisal masakan hingga godaan orang ketiga yang biasanya muncul di usia setengah baya. Belum masalah ranjang yang sudah sampai ke tahap “bosan” hingga masing-masing pasangan tidak lagi memedulikan penampilan. Tentu saja tidak semua keluarga, namun ada saja yang mengalami badai rumah tangga di masa-masa setengah perjalanan pernikahan.

Banyak sebab rumah tangga selalu ditimpa cobaan, tentunya ada faktor internal dan eksternal. Faktor internal terkait dengan hawa insan yang ada pada masing-masing pasangan semisal rasa bosan atau tidak lagi bisa menghadirkan sebuah kesenangan pasangan. Bahkan rasa cuek dan apa adanya seringkali terjadi pada usia setengah baya, misalnya tidak lagi memperhatikan penampilan untuk pasangan padahal ketika keluar rumah selalu berdandan. Ini berlaku tentu saja bukan hanya istri tapi juga suami, di mana penampilan sudah dianggap tidak penting lagi padahal sangat berpengaruh kepada hubungan suami istri. Kadang-kadang ego dari suami atau istri juga semakin tinggi hingga tidak lagi memerhatikan pasangannya dalam berbagai hal, termasuk kerinduan pasangan akan masa-masa di awal pernikahan. Maka pasangan harus pandai-pandai untuk mengelola hawa-nya jangan sampai karena mengikuti egonya kemudian tidak lagi memedulikan pasangan dalam berbagai hal.

Faktor eksternal tentu saja berasal dari Iblis dan balatentaranya yang selalu menggoda manusia, termasuk menggoda pasangan suami istri agar selalu berada pada keadaan tidak saling mencintai. Iblis menggoda dengan berbagai cara, agar suami dan istri selalu berada pada kondisi tidak saling menghargai, atau memunculkan hal-hal sepele yang kemudian nampak besar karena godaan syaithan. Misalnya saja makanan yang tidak disukai oleh suami, istri sudah tahu sejak dulu tapi masih tetap menghidangkannya untuk suami. Di sinilah syaithan menggoda manusia dengan menambah-nambahnya hingga masalah ini semakin runcing dan pertengkaran terjadi di antara pasangan. Demikian juga godaan syaithan terhadap setiap pasangan dengan menutupi kecantikan dan kegagahan pasangan hingga tidak memiliki daya Tarik terhadap pasangan. Belum lagi godaan dengan rasa bosan dan bisikan agar melakukan hal-hal yang dapat meruntuhkan bangunan rumah tangga.

Maka menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap pasangan, baik yang baru ataupun yang sudah lama untuk selalu menjaga dan mengelola hawa (ego) masing-masingnya jangan sampai terbawa hawa hingga kemudian mengorbankan keharmonisan keluarga. Selalu waspada dengan godaan syaithan dan bala tentaranya yang selalu menggoda setiap pasangan agar selalu terjaid percekcokan dan ketidakharmonisan. Caranya adalah dengan menghiasi rumah tangga dengan syariah Allah Ta’ala dan selalu berlindungan kepadaNya dari segala tipu daya Iblis, Syaitan dan teman-temannya.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita hidayah serta inayahNya sehingga kita mampu membina rumah tangga hingga ajal menjemput nyawa. Aameen ya rabbal aalameen… 08112022.

Sahabat bukan Malaikat

Oleh: Misno Mohamad Djahri

 


Sahabat adalah seseorang yang memiliki tempat yang istimewa bagi kita, ia menjadi teman bercanda saat suka cita ada, demikian pula menjadi teman setia kala duka nestapa melanda. Namun sahabat bukanlah malaikat yang tidak pernah berbuat salah, ia manusia yang bisa jadi jatuh kepada dosa dan kesalahan baik yang sengaja dilakukan ataupun tanpa kesengajaan. Bagaimana menyikapi kekurangan sahabat-sahabat kita?

Sahabat terbaik kita adalah manusia yang tidak lepas dari salah dan alpa, Rasul Shalallahu alaihi wassalam pernah bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap manusia pernah berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.” HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad.

Merujuk pada hadits ini maka sahabat kita adalah manusia yang pernah berbuat kesalahan, sahabat bukan malaikat sehingga kita harus bisa memahaminya. Tidak ada manusia yang selalu dalam kebaikan kecuali yang dirahmati Allah Ta’ala, suatu saat dia akan terpeleset dan terjatuh dalam kesalahan. Hanya tingkatannya yang berbeda-beda.

Sehingga ketika kita mencari sahabat yang sempurna, maka sejatinya kita tidak akan pernah menemukannya. Sebuah kata bijak mengungkapkan:

لا تطلب صديقا بلا عيب فتبقى فردا

Janganlah mencari teman yang sempurna karena kamu tidak akan menemukannya.

Hal yang paling penting adalah memahami atas segala kekurangan dari sahabat kita, memberi nasehat ketika terjatuh dalam kesalahan dengan penuh bijak dan kasih sayang. Demikian pula ketika kita terjatuh dalam lubang dosa, maka sahabat menasehati kita dengan kebijaksanaannya. Saling nasehat-menasehati itulah sejatinya fungsi persahabatan, Allah Ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Maka carilah sahabat bukan yang sempurna, karena nisacaya engkau tidak akan mendapatkannya. Carilah sahabat yang saling memberi nasehat saat suka maupun duka, sahabat yang membawa kita ke dalam surga dan keridhaanNya.