Oleh: Misno Mohd Djahri
Kedzaliman yang dilakukan oleh
seseorang akan memperoleh balasan siksa di dunia dan akhirat, inilah kenapa
Islam sangat mengharamkan umatnya untuk berbuat dzalim. Beberapa dalil yang
menunjukan balasan bagi orang yang melakukan kedzaliman di antaranya adalah:
Pertama, Perbuatan Dzalim akan di-qishash (balas) pada
hari kiamat
Dasarnya adalah Riwayat dari Abu
Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
pernah bertanya:
أتدرون ما المفلِسُ ؟ قالوا : المفلِسُ
فينا من لا درهمَ له ولا متاعَ . فقال : إنَّ المفلسَ من أمَّتي ، يأتي يومَ القيامةِ
بصلاةٍ وصيامٍ وزكاةٍ ، ويأتي قد شتم هذا ، وقذف هذا ، وأكل مالَ هذا ، وسفك دمَ هذا
، وضرب هذا . فيُعطَى هذا من حسناتِه وهذا من حسناتِه . فإن فَنِيَتْ حسناتُه ، قبل
أن يقضيَ ما عليه ، أخذ من خطاياهم فطُرِحت عليه . ثمَّ طُرِح في النَّارِ
“Tahukah kalian siapa orang yang
bangkrut?”. Para shahabat pun menjawab, ”Orang yang bangkrut menurut kami
adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda”. Nabi
bersabda, ”Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang
yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat,
tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan
harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya
akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah
habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka
diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya.
Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.” HR. Muslim.
Maka kedzaliman yang dilakukan
seseorang kepada orang lain akan menjadi penyesalan di hari kiamat karena akan
mendapatkan balasan dari orang-orang yang didzalimi. Pada Riwayat lainnya Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ
مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ
دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ
وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
“Siapa yang pernah berbuat aniaya
(zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia
meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang
ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka
(nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya
sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan
saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. HR.
Al-Bukhari
Maka, sangat rugi sekali
orang-orang yang berbuat dzalim di dunia, karena mereka akan mendapatkan
balasan di akhirat sana karena kedzaliman yang dilakukannya di dunia kepada
orang lain.
Kedua, Mendapatkan laknat dari Allah
Dasar hukumnya adalah firman Allah
Ta’ala:
يَوْمَ لا يَنفَعُ الظَّالِمِينَ
مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ
“(yaitu) hari yang tidak berguna
bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi
merekalah tempat tinggal yang buruk” (QS. Ghafir: 52).
Orang yang berbuat dzalim akan
dilaknat oleh Allah Ta’ala di dunia dan di akhirat, laknat di sini maknanya
adalah dijauhkan dari rahmat Allah. Maknanya dijauhkan dari rahmat Allah di dunia
adalah hidupnya tidak akan pernah tenang di dunia karena kedzaliman yang
dilakukannya, sementara di akhirat sana tidak akan mendapatkan rahmat dari
Allah Ta’ala.
Ketiga, Mendapatkan kegelapan di hari kiamat
Dasar hukumnya adalah sabda Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam,
الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Kezaliman adalah kegelapan pada
hari kiamat” HR. Al Bukhari dan Muslim.
Merujuk pada riwayat ini maka
kedzaliman yang dilakukan oleh seseorang akan menjadi kegelapan di akhira sana,
padahal kita sangat memerlukan cahaya yang terang khususnya ketika berada di
padang mahsyar. Maka jauhkanlah segala bentuk kedzaliman, baik yang disengaja
ataupun tidak, caranya dengan hidup dalam naungan syariahNya.
Keempat, Terancam oleh doa orang yang dizhalimi
Ini adalah bahaya terbesar bagi
orang-orang yang telah berbuat dzalim, doa orang yang terzalimi dikabulkan oleh
Allah, termasuk jika orang yang terzalimi mendoakan keburukan bagi yang
menzaliminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ
لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
“Dan berhati-hatilah terhadap doa
orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” HR.
Bukhari dan Muslim.
Hendaknya mereka yang berbuat
dzalim kepada orang lain memperhatikan riwayat ini, jangan sampai ada orang
lain yang mendoakan keburukan kepada kita karena kedzaliman yang telah
dilakukan, na’udzubillah min dzalika.
Kelima, Jauh dari hidayah Allah
Dasarnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ
الظَّالِمِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Maidah: 51).
Petunjuk yang dimaksud adalah jalan
kebenaran yang akan membawa kepada ksejahteraan di dunia dan akhirat. Seseorang
yang berbuat dzalim tidak akan diberikan hidayah oleh Allah Ta’ala baik di
dunia maupun di akhirat.
Keenam, Dijauhkan dari kesuksesan dand kesejahteraan (al
Falah)
Dasarnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang
zalim tidak akan mendapatkan al falah” (QS. Al An’am: 21).
Makna al-falah dalam ayat
ini adalah mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat, maka orang yang
berbuat dzalim tidak akan mendapatkannya.
Ketujuh, Kezaliman adalah sebab bencana dan petaka
Asarnya adalah firman Allah Ta’ala:
فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا
وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ
مَّشِيدٍ
“Berapalah banyaknya kota yang Kami
telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka
(tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula)
sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi” (QS. Al Hajj: 45).
Kedzaliman yang terjadi di tengah
masyarakat adalah salah satu dari sebab datangnya bencana dan malapetaka. Mereka
yang berbuat dzalim telah menjadikan Allah ta’ala murka sehingga memerintahkan
kepada alam untuk memberikan pelajaran bagi orang-orang yang berlaku dzalim. Sehingga
jika kita terjadi musibah hendaknya muhasabah, kedzaliman apa yang telah kita
lakukan sehingga bencana ini datang?
Semoga Allah Ta’ala menghindarkan
dari kita segala bentuk kedzaliman baik yang sengaja ataupun tidak sengaja
dilakukan, Aamiin. 16122022.