Sabtu, 20 Januari 2024

Cara Memulai Menulis yang Baik

 Oleh: Misno


Bagaimana cara memulia tulisan yang baik? Anda perlu melakukan beberapa langkah berikut:

  • Tentukan tujuan dan sasaran tulisan Anda. Apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca? Siapa pembaca yang Anda targetkan? Bagaimana gaya bahasa dan struktur tulisan yang sesuai dengan tujuan dan sasaran Anda?
  • Lakukan riset dan kumpulkan data yang relevan dengan topik tulisan Anda. Anda bisa mencari sumber dari buku, jurnal, internet, atau wawancara. Pastikan Anda memilih sumber yang kredibel dan akurat. Jangan lupa untuk mencatat sumber-sumber yang Anda gunakan sebagai referensi1.
  • Susun kerangka tulisan Anda. Kerangka tulisan adalah rangkaian poin-poin utama yang akan Anda bahas dalam tulisan Anda. Kerangka tulisan akan membantu Anda mengatur alur dan logika tulisan Anda. Anda bisa menggunakan metode peta pikiran, diagram alir, atau daftar2.
  • Tulislah draf pertama Anda. Dalam tahap ini, Anda bisa menuangkan semua ide dan data yang telah Anda kumpulkan ke dalam bentuk kalimat dan paragraf. Jangan terlalu khawatir dengan kesalahan ejaan, tata bahasa, atau format. Yang penting, Anda bisa mengekspresikan pikiran Anda dengan jelas dan runtut.
  • Revisi dan perbaiki tulisan Anda. Setelah menulis draf pertama, Anda perlu membaca kembali tulisan Anda dan memeriksa apakah ada bagian yang perlu diperbaiki, ditambah, atau dikurangi. Anda bisa meminta bantuan teman, guru, atau editor untuk memberi masukan dan kritik. Perhatikan juga aspek-aspek seperti ejaan, tata bahasa, tanda baca, dan format.

Saya harap tips ini dapat membantu Anda memulai tulisan yang baik. Selamat menulis! 😊

Manfaat Menulis bagi Dosen

Oleh: Misno


Menulis adalah salah satu kewajiban dan tanggung jawab moral bagi dosen di Indonesia. Menulis bukan hanya bermanfaat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga untuk menunjang karir dan reputasi dosen sebagai ilmuwan dan pengajar. Berikut adalah beberapa keuntungan menulis bagi dosen di Indonesia:

Semoga bermanfaat... 

Pelantikan Pengurus STIT Sirojul Falah Bogor Masa Bhakti 2024-2027



Yayasan Sirojul Falah Bogor melantik para pengurus pejabat struktural Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sirojul Falah Bogor pada Sabtu 20 Januari 2024. Acara yang diselenggarakan di Aula STIT Sirojul Falah berlangsung dengan khidmat dengan dihadiri oleh Pimpinan Yayasan Sirojul Falah dan unit-unit yang dikelolanya. Beberapa mahasiswa program sarjana dan Pascasarjana juga hadir dalam pelantikan ini. Bapak Kaimudin, M.Si kembali menerima Amanah sebagai Ketua STIT Sirojul Falah untuk periode masa bhakti 2024-2027. Maknanya beliau memasukan masa jabatan kedua, Ketua Yayasan Sirojul Falah Bapak M. Amin, M.Pd menjelaskan bahwa STIT Sirojul Falah mengalami kemajuan pesat pada masa kepemimpinan Bapak Kaimudin, M.Si, oleh karena itu Yayasan Sirojul Falah Kembali memberikan amanah kepada beliau untuk melanjutkan kembali memimpin STIT Sirojul Falah.

Pada sambutannya, Bapak Kaimudin, M.Si selaku Ketua terpilih menyampaikan bahwa pada masa jabatan pertama beliau berperan sebagai striker, maka di masa kepemimpinan kedua beliau memilih memosisikan diri di tengah untuk mendorong seluruh pengurus untuk maju dan mengembangkan STIT Sifa. Saat ini STIT Sifa telah memiliki dua program studi yaitu Program Sarjana Pendidikan Agama Islam dan Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam. “Saat ini STIT juga telah mengajukan izin prodi baru yaitu Program Studi Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam (HKI/Ahwal asy-Syakhsiyah), dan sudah selesai assement di Ban-PT sehingga tinggal menunggu SK Pendirian jadi” ungkap Ketua STIT Sifa. Beliau juga menyampaikan bahwa setelah dua program studi ini keluar, maka selanjutnya akan mengajukan alih jenjang dari sekolah tinggi ilmu tarbiyah menjadi institut agama Islam. Semoga harapan menjadikan STIT Sirojul Falah sebagai Institut Agama Islam Sirojul Falah segera terwujud.

Para pejabat baru yang mengurus STIT SirojuL Falah Bogor saat ini adalah: Ketua Bapak Kaimudin M.Si., Wakil Ketua 1 Dr. Edy, M.Pd, Wakil Ketua 2 Bapak Alek Maulana, M.Ag, Wakil Ketua 3 Bapak Ahmad Sofyan, M.Si, Kepala P2MI Bapak Nurhasan, M.Pd dan Kepala P3M Bapak Dr. Misno, SHI., SE, MEI., MH.  Selamat kepada sleuruh pengurus STIT Sirojul Falah Masa Bhakti 2023-2027, semoga STIT Sirojul Falah semakin maju dan berkembang serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, negara dan semesta. (mbmd).

Selasa, 02 Januari 2024

Anugrah dan Angkara pada Hawa dan Cinta

Oleh: Bambang Sahaja


Manusia adalah mahkul ciptaan Allah Ta’ala yang dihiasi dengan cinta dan hawa, keduanya memiliki sisi positif dan negatif. Hawa menjadi media untuk mengembangbiakan manusia, selain kesenangan yang menjadi anugerah dari Allah Ta’ala. Sementara cinta adalah rasa suka yang biasanya terkait pula dengan hawa. Jika ia dikelola sesuai dengan syariahNya maka kebahagiaan tiada tara akan didapatkan oleh yang empunya. Namun, apabila tidak kuasa mengelolanya, maka bisa jadi keduanya membawa pada kesengsaraan dunia dan di alam sana.

Hawa yang biasanya menempel dalam jiwa dan menguasai raga adalah keinginan untuk memenuhi apa yang diinginkannya, kebutuhan seksual, makan, minum, dan kenikmatan duniawi lainnya menjadi tujuan utama dari hawa yang senantiasa harus didapatkan. Kepuasan makan dan minum, pemenuhan kebutuhan seksual hingga kesenangan terhadap dunia lainnya selalu dibumbuhi dengan hawa.

Sementara cinta adalah rasa suka pada sesuatu, termasuk seseorang yang dirasa sesuai dengan keinginannya, baik dari segi fisiknya (ganteng atau cantik) serta perilaku dan berbagi sendi kehidupannya. Rasa ini kadang tidak logis, karena bisa muncul kapan saja, di mana saja dan dengan siapa saja. Cinta adalah anugerah darinya, yang tentu saja tidak bisa lepas dari hawa yang ada pada diri manusia. Bagi saya, sangat tidak mungkin seseorang cinta pada orang lain tanpa ada “apa-apa-nya”. Maksudnya adalah seseorang uang cinta pada orang lain pasti ada sebab fisik yang nampak darinya, entah itu fisik atau tubuhnya, keluarganya, hartanya, kekuasaannya dan urusan dunia lainnya. Pendapat ini mungkin akan dikritik banyak orang, karena cinta yang tulus katanya tidak pernah memandang fisik, saya jawab “ya betul” tapi pasti ada sisi lainnya yang memunculkan rasa itu.

Perdebatan tentang cinta dan hawa memang tidak ada habisnya, karena ia terkadang saling berkaitan dan tidak terpisahkan. Hawa pada dunia akan memunculkan rasa suka, dan bisa jadi cinta itu muncul karena melihat fisik manusia lainnya. Sementara cinta muncul karena melihat fisik, dan sisi yang nampak lainnya, ada juga yang melihat dari sisi spiritualnya. Tapi intinya tetap saja “Cinta terkadang diawali dengan hawa, sementara hawa akan memunculkan cinta”.

Hawa dan Cinta sejatinya bisa saling menguatkan, di mana hawa yang selalu berada dalam naungan syariahNya akan memunculkan rasa cinta yang bukan hanya melihat fisik saja namun juga sisi spiritual yang akan membawa kepada kebahagiaan selamanya, di dunia dan di akhirat sana. Semoga kita semua mampu untuk mengelola hawa dan cinta kita sehingga ianya akan membawa kita kepada keridhaan Allah Ta’ala. Wallahu a’alam, 02012024.

Minggu, 31 Desember 2023

Selamat Tinggal Tahun 2023: Semoga Keberkahan di Tahun 2024

By Misno bin Mohamad Djahri


Tulisan ini saya ketik pada Ahad, 31 Desember 2023 Jam 22.58. Tentu saja bukan untuk merayakan pergantian tahun yang sudah menjadi budaya di masyarakat, sekadar refleksi yang bisa jadi ada pengaruh dari perayaan tahun masehi ini. Bagaimanapun memang saat ini kita tidak bisa terpisahkan dari berbagai budaya di masyarakat yang berasal dari berbagai keyakinan dan peradaban. Termasuk mungkin tulisan ini, kenapa harus selamat tinggal 2023? Kenapa harus tahun baru? Dan pertanyaan lainnya yang silahkan disimpulkan sendiri. Tapi intinya, tulisan ini adalah refleksi saya selama tahun 2023.

Tahun 2023, dalam kehidupan saya penuh dengan berbagai peristiwa. Mulai dari perpindahan tempat bekerja, luka lama yang masih menganga karena disakiti dan difitnah di tempat kerja sebelumnya hingga “sakit” masih menyesakkan dada. Semua itu mewarnai kehidupan saya di tahun dua ribu dua puluh tiga. Ya, tahun ini memang “sangat Istimewa” karena berbagai rasa kehidupan terasa hingga ke sekujur badan. Itulah kenapa tulisan ini harus ada di akhir tahun masehi ini. Mungkin rasa ini masih berlanjut hingga beberapa bulan ke depan, atau bahkan menjadi bagian kehidupan yang tidak akan pernah terlupakan.

Fitnah yang terjadi di tempat kerja sebelumnya memang membawa luka di jiwa, tuduhan menggelapkan uang perkuliahan hingga dibuat tidak nyaman dengan keadaan adalah hal yang benar-benar menjadikan alasan untuk keluar dari pekerjaan. Berkali-kali aku sampaikan ke beberapa orang tentang fitnah ini, bahwa aku berlepas diri dari segala fitnah itu, tidak pernah sepeserpun aku memakan harta yang subhat apalagi yang haram. Bahkan kebijakan yang aku lakukan sejatinya adalah untuk memudahkan para mahasiswa agar mendapatkan layanan yang menyenangkan. Tapi berbeda di mata para pejabat yang sedang berkuasa, hingga menganggap aku adalah bagian yang harus dikeluarkan. Tapi biarlah, sudah berlalu lebih kurang 6 bulan dan perlahan aku mulai mengikhlaskan. Itu semua menjadi bagian Sejarah dalam kehidupan dan semakin memahami bagaimana hakikat manusia dan segala tingkah lakunya.

Masuk ke tempat kerja baru tentu tidak mudah, penyesuaian diri dan lingkungan baru harus kujalani. Walaupun masih satu profesi tapi orang-orang dengan karakter berbeda harus kuhadapi, tentu saja beberapa hal harus disesuaikan, mulai dari penampilan hingga toleransi dalam hal-hal yang sifatnya ritual keagamaan. Memang cukup berat, dengan keberagamaan yang berbeda dengan apa yang aku dapatkan tentu memerlukan adanya kelapangan dada dalam menyikapi perbedaan. Sebenarnya ini tidaklah masalah, karena sejak awal memang sudah disampaikan dan secara pribadi dan keilmuan sudah disiapkan. Walaupun hingga enam bulan berjalan rasa “tidak nyaman” dengan pola keberagamaan di tempat baru masih dirasakan. Tapi biarlah, semoga ke depan akan semakin mengalami perbaikan.

Satu hal di tahun 2023 yang masih berjalan adalah “rasa” yang dulu pernah ada masih menggelayuti jiwa. Angkara jiwa yang menggoda hingga raga menikmati pesona dunia yang terasa begitu menggelora. Entah sampai bila “rasa” ini ada, mungkin hingga ajal menjemput nyawa. Ada keinginan untuk menghilangkan minimal mengurangi di usia 45, semoga saja bisa dengan sekuat jiwa dan raga. Namun hingga akhir 2023 ini, sepertinya “rasa” itu masih saja ada dalam dada, bahkan godaannya begitu kuat terasa hingga masih “sulit” untuk melepaskannya. Semoga saja ke hadapan ianya mulai tunduk patuh pada syariahNya.

Semoga di tahun 2024 esok, menjadi tahun yang penuh dengan kegemilangan, kesukesan dan tentu saja keberkahan dalam kehidupan. Cucu yang sudah menginjak 9 bulan, keluarga yang selalu menemani hingga pekerjaan dan lingkungan yang ada menjadi wasilah dalam menghadapai kehidupan ini. Ya Allah, berkahilah kehidupan kami. Aameen, 31122023 Pukul 23.15 WIB.

Rabu, 06 Desember 2023

Dosen STIT Sirojul Falah Mengikuti Wisuda Akbar Standardisasi Dai MUI 2023

 


 

Dosen adalah insan pembelajar yang harus terus meningkatkan kemampuannya khususnya terkait dengan tugas utamanya yaitu Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Upaya peningkatan kemampuan dilakukan melalui berbagai aktifitas; mulai dari belajar dari berbagai sumber, mengikuti pelatihan serta sertifikasi dan standardisasi dari lembaga yang kredibel.

Standardisasi yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah kegiatan dalam Upaya menstandarkan Da’i sehingga mampu berdakwah kepada masyarakat sesuai dengan karakter masyarakat saat ini. Dosen yang da’i adalah sosok unik yang pada satu sisi dia adalah seorang dosen yang harus professional, sementara di sisi lain dia adalah muslim yang memiliki kewajiban untuk berdakwah mengajak kepada Rahmat Islam bagi seluruh alam.

Korelasi keduanya terlihat dari Dharma yang ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat, di mana seorang dosen harus membaktikan ilmunya kepada masyarakat khususnya terkait dengan disiplin ilmu yang menjadi kepakarannya. Berdasarkan hal ini maka dosen yang mengajar i sudah selayaknya untuk memiliki standar yang berasal dari lembaga kredibel semisal MUI. Perguruan Tinggi Islam juga harus mendukung hal ini sehingga disiplin ilmu menjadi core-nya harus bermanfaat untuk masyarakat.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sirojul Falah adalah salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang berada di Bogor. Fokus Pendidikan agama Islam didukung oleh dosen-dosen yang berkompeten dan memiliki semangat untuk terus meningkatkan kualitasnya melalui berbagai kegiatan termasuk standardisasi yang diselenggarakan oleh MUI.

Salah satu dosen STIT Sirojul Falah yaitu Dr. Misno, SHI., SE., MEI., MH yang mengikuti Standardisasi Dai MUI serta mengikuti WISUDA AKBAR STANDARDISASI DA'I MUI ANGKATAN 11 s/d 28 pada Selasa, 05 Desember 2023 di Mercure Hotel, Ancol – Jakarta.

“Menjadi Da’i MUI adalah da’i memahami teks dan konteks saat ini” ucap K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D. dalam sambutannya dalam acara wisuda akbar tersebut. Sementara Dr. Misno menyampaikan “Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mengikuti wisuda ini dengan sebelumnya mengikuti Standardisasi Angakatan Ke-18”. Semoga Wisuda Standardisasi DAI MUI dan Wisuda Akbar ini memberikan kontribusi bagi Umat, STIT Sirojul Falah dan Masyarakat serta Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (06122023).

Senin, 20 November 2023

Membaca Semesta di Negara Tetangga

 Oleh: Misno

 


Bermimpi tentu tidak ada salahnya, apalagi jika mimpi itu terpatri dalam hati dan menjadi azzam yang kuat hingga setiap langkah hidup fokus kepadanya. Mimpi untuk berkeliling dunia dengan menikmati beraneka ragam budaya dan alamnya menjadi mimpi dalam hati ini, bukan hanya sekadar jalan-jalan tetapi “membaca” yang tersurat dan tersirat hingga memberi hikmah serta kebijaksanaan hidup yang tiada tara.

Namun, apalah daya anak buruh tani ini harus berjuang luar biasa untuk mencapainya. Semangat membaca yang kuat, dengan berbagai buku bacaan yang dipinjam dari perpustakaan sekolah bahkan koran dan majalah bekas bungkus nasi menjadi penyemangat hidup. Bahkan ketika harus berjuang di Ibu Kota dengan bekerja dan melanjutkan studinya, hingga bersimbah darah dan air mata dalam menyelesaikan program sarjana, magister hingga Doktoral.

Semangat untuk melanjutkan kuliah sempat tersendat karena biaya dan kesempatan yang belum ada, namun ada hikmah terbesar karena akhirnya mampu menghasilkan maha karya (buku) yang diterbitkan di beberapa penerbit di Jakarta. Hingga membawanya keliling Asia Tenggara, sedangkan tulisannya telah mengembara di berbagai pelosok negara utamana di dunia maya. Buku yang berjudul “Menaklukan Asia” Pustaka Amma Alamia dan “Menggenggam Nusantara” penerbit Gramedia Pustaka Utama telah membawanya ke Singapura, Malaysia dan Brunai Darusalam.

Singapura menjadi negara pertama yang saya kunjungi, berbekal undangan untuk mengajar di sana hingga mampu berkeliling di setiap sudutnya serta berjumpa dan wawancara dengan penduduknya. Tentu saja wisata buku tidak dapat ditinggalkan, mengunjungi beberapa perpustakaan, universitas dan pameran buku di negeri Singa adalah hal yang menakjubkan. Negara kecil miskin sumber daya alam ini faktanya kaya dengan sumber daya manusia, salah satu faktor utamanya adalah tingkat membacanya. Bersyukur hingga saat ini masih diberi kepercayaan untuk mengajar di sana serta membimbing dan menguji tesis di salah satu college di sana. Selain itu beberapa buku dan penelitian yang diterbitkan berkenaan dengan Singapura menjadi kontribusi bagi negeri ini.

Selanjutnya Malaysia, negara jiraan ini sudah menjadi semacam negeri sendiri dengan berbagai pesonanya. Tentu saja buku dan ilmu pengetahuan di sana menjadi tujuan utama mengunjunginya. Berawal di tahun 2012 mengikuti Konverensi Internasional sebagai pembicara di University of Malaya, hingga berlanjut berkelana di sepanjang Malaysia. Mulai dari UiTM di Sabah Malaysia Timur, dilanjutkan dengan UTM di Johor Bharu, UTem di Melaka, UKM di Bangi, IIUM di Gombak hingga ke USM di Pulau Penang. Beberapa buku saya diterbitkan di UCYP Malaysia dan menulis bersama dengan beberapa dosen di sana adalah sebuah kebanggaan. Puncaknya mendapatkan penghargaan dari Kerajaan sebagai penulis Buku Nusantara Terbaik bersama Dr. Shabri bin Mohd Sharif dari UTeM Melaka.

Brunai Darusalam menajdi negara yang juga menginspirasi dalam membaca dan menulis, pasalnya kehadiran saya di sini juga dalam rangka mengikuti konverensi internasional sebagai pembicara. Ternyata tidak hanya sampai di situ, komunikasi yang intens juga telah memebrikan peluang untuk menerbitkan buku bersama dengan beberapa dosen di sana. Negara dengan penduduk sedikit ini menjadi inspirasi untuk terus membaca dan berkarya untuk semesta.

Tentu saja ini petualangan membaca semesta ini belum berakhir, Covid-19 yang mewabah membatalkan rencana kunjungan saya ke teman di Cambodia, Thailand dan Vietnam. Semoga setelah dunia ini membaik, petualangan untuk buku dan membaca semesta akan terus berlanjut mengelilingi dunia, hingga semakin mampu memahami jagad raya agar kebijaksanaan menjadi nyata dalam jiwa.

 

 

Kisah Anak Buruh Tani dari Selatan Jawa

Oleh: Misno

 


Buku menjadi bagian dari hidup saya, kebiasaan membaca telah ada sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), nun jauh di ujung selatan Pulau Jawa. Sedikit dari murid-murid di SDN Ujungmanik III yang datang ke perpustakaan, membaca buku dan meminjamnya untuk dibawa ke rumah.  Bukan hanya dibaca, bahkan karena terbatasnya bahan bacaan di rumah, karena keluarga hanya seorang buruh tani maka buku tersebut saya salin untuk dibaca kembali ketika buku yang dipinjam sudah dikembalikan ke perpustakaan sekolah.

Buku dan membaca isinya terus berlanjut, bahkan ketika terpaksa harus putus sekolah karena orang tua tidak ada lagi biaya. Berbekal semangat untuk membaca, beberapa buku yang dijual di loakan kaki lima saya beli untuk memuaskan dahaga membaca. Waktu itu saya ikut Bu De (Kakak Ibu) yang merantau ke Jakarta. Keinginan kuat untuk melanjutkan sekolah, akhirnya saya mengikuti kelas Paket C (Setara SMU), dengan tetap membaca dari berbagai sumber yang ada. Tentu saja, koran bekas pembungkus nasi atau majalah menjadi bahan bacaan saya, hingga mengantarkan saya ke bangku kuliah.

Bukan perkara yang mudah, ketika memasuki dunia kampus, dengan tetap bekerja untuk memenuhi kehidupan sendiri di sekitar ibukota Jakarta. Berbekal semangat membaca dan buku yang selalu ada di jiwa dunia kuliah di selesaikan dengan baik bahkan menjadi Lulusan Terbaik dengan Predikat Cumlaude. Setelah menyelesaikan Program Sarjana Hukum, kembali kegundahan itu muncul “Apakah hanya sampai di sini, atau harus kuliah lagi ke jenjang yang lebih tinggi?” Seorang anak buruh tani yang miskin kembali berfikir, hingga kecintaannya pada buku menyampaikannya pada level merangkai kata dan kalimat hingga menjadi sebuah maha karya.

Menulis buku menjadi pelampiasan semangat membaca dan meningkatkan kemampuan akademiknya, hingga akhirnya mengantarkan pula kuliah di jenjang pascasarjana. Sambil menulis buku dan membantu beberapa teman kelas menyelesaikan tugas-tugas kuliah akhirnya selesai juga kuliah di pascasarjana Program Studi Ekonomi dengan menyandang gelar Magister Ekonomi. Hal yang membanggakan adalah lulus sebagai mahasiswa terbaik dan nilai IPK “Dengan Pujian” alias cumlaude.

Mampukah anak petani buruh ini mencapai level akhir strata pendidikan di negeri ini? Program Doktoral menjadi mimpi banyak orang, namun sepertinya belum saatnya untuk dinikmati oleh anak buruh tani yang miskin ini. Namun, semangatnya untuk terus membaca dan menambah ilmu pengetahuan mengantarnya menghasilkan berbagai “maha karya”, yaitu berbagai buku yang diterbitkan di penerbit Indonesia. Masa berlaku hingga dua tahun lebih, ketika tawaran untuk kuliah lagi datang dari Universitas Negeri di Bandung. Akhirnya dengan modal nekat, petualangan akademik di Kota Kembang dimulai, tentu saja dengan perjuangan yang luar biasa karena harus pulang pergi seminggu sekali dari Bogor ke Bandung.

Kesungguhan dalam perjuangan tidak sia-sia, semangat membaca, buku, dan cinta ilmu pengetahuan mengantarnya lulus di jenjang Doktoral bahkan menjadi lulusan terbaik dengan predikat Cumlaude”. Alhamdulillah…

Buku dan membacanya menjadi bagian tidak terpisahkan dalam hidup saya, bahkan dengan target lima kali umru saya maka menghasilkan maha karya menjadi motivasi yang menjadikan hidup ini lebih bermakna. Semoga…

Minggu, 24 September 2023

ISTISHAB SEBAGAI DALIL HUKUM DALAM ISLAM (TERMASUK EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH)



Bismillah

Assalamualaikum Warahmatullah wa Baarakatuh

 

SYAHADAH: Sajian Ayat dan Hadits Muamalah Ekonomi Syariah

Seri 086

 

ISTISHAB SEBAGAI DALIL HUKUM DALAM ISLAM (TERMASUK EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN SYARIAH)

 

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu. QS. Al-Baqarah: 29.

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا خَالِصَةًۭ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. QS. Al-A’raf: 32.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌۭ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Qur'an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. QS. Al-Maidah: 101.

 

Hadits Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam:

شُكِيَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ لَا يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Seorang lelaki mengadukan kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. bahwa dia seolah-olah mendapati sesuatu (kentut) ketika shalatnya. Beliau bersabda, "Dia tidak perlu membatalkan shalatnya sehingga dia mendengar suara atau mencium bau." HR. Muslim.

يأتي الشيطانُ أحَدَكُم فَيَنْقُرًُ عِنْدَ عِجانِهِ ، فلا ينصرِفُ حتى يَسْمَعَ صوتاً أو يَجِدَ ريحاً

“Setan mendatangi kalian lalu meniup-niup pada dubur kalian (sehingga muncul was-was). Maka janganlah membatalkan shalat kecuali mendengar suara atau merasakan angin” HR. Thabrani dan Al Baihaqi

 

 

Faidah Hukum Ayat dan Hadits:

1.     Istishab adalah dalil hukum yang menetapkan bahwa hukum yang berlaku saat ini dan masa yang akan datang adalah ketetapan hukum sebelumnya selama tidak ada dalil lain yang merubahnya.

2.     Allah Ta’ala telah menciptakan bumi dan seisinya itu untuk manusia semuanya, maknanya hukum ini berlaku secara terus menerus sebagai ketetapan awal. Termasuk telah menghalalkan segala hal yang baik, maka kita tidak boleh mengharamkan segala sesuatu yang telah dihalalkan sejak awal oleh Allah Ta’ala.

3.     Allah Ta’ala serta rasulNya telah menetapkan berbagai hukum yang sudah jelas, sehingga jika ada hal-hal baru yang tidak ada hukum yang memalingkannya maka status hukumnya kembali kepada hukum awal (Istishab).

4.     Contoh Istishab dalam hadits adalah tetapnya hukum telah berwudhu, selama tidak ada angin yang keluar dari dubur sehingga tercium bau atau mendnegar suara kentut.

5.     Contoh istishab dalam bidang muamalah adalah Kepemilikan harta (tanah) bagi seseorang setelah ditetapkan pembagian warisan secara sah, kepemilikan tersebut tetap berlaku seterusnya selama tidak ada bukti kepemilikan harta telah beralih kepada orang lain, seperti melalui transaksi jual beli atau hibah.

 

Mari bersama kita terus mempelajari Islam yang lengkap ini sehingga setiap permasalahan yang dihadapi akan dapat diselesaikan sesuai dengan tuntunan Islam melalui metode penetapan hukum (istinbath dan istidlal) yaitu; Al-Qur’an dan As-Sunnah kemudian ijtihad dalam bentuk ijma’, qiyas, mashlahah, istihsan, istishab, syar’u man qablana, qauli shahabah, urf, sadd dzariah dan lainnya.

 

KONSULTASI MUAMALAH DAN EKONOMI SYARIAH:

DIVISI SOSIALISASI DAN ADVOKASI

ASOSIASI PENGAJAR DAN PENELITI HUKUM EKONOMI ISLAM INDONESIA (APPHEISI)

HP: 085885753838 (Dr. Abd Misno, SHI., SE., MEI., MH)

https://wa.me/message/DUBYSGGPPMDGH1

Kunjungi situs kami di www.appheisi.or.id

Sebauh Catatan Kehidupan 24092023

Bismillah.

Laa Haula wa laa quwwata Illa billah..

Innalilahi wa inna ilaihi raji'un

 

Saat ini, Allah menempatkan diriku menjadi seorang isteri dan ibu. Dua peran yg merupakan fitrah seorang perempuan. Namun, ada satu peran lainnya yg paling utama dan tidak pernah berubah sejak aku dilahirkan selain menjadi seorang anak dari orangtua, yaitu peran sebagai hamba Allah. Sebagai Khalifah di bumi. Sebagai seorang Muslimah yg jika betul jujur dalam menghidupkan peran tersebut, maka seharusnya sadar bahwa Muslim berasal dari kata aslama - yuslimu - islaaman yg artinya menyerahkan diri sepenuhnya, surrender to Allah, the one and only.

 

Maka sejak hari kelahiran ku, 24 tahun yg lalu, setiap harinya, saat ini, dan hingga aku wafat kelak, tidak peduli bagaimanapun keadaan ku, siapa orangtua ku, seperti apa pola asuh ku, harta, ilmu, jabatan, suami, anak, dan apapun itu yg di dititipkan padaku oleh Allah di dunia ini, seharusnya hanya menjadi eksternal yg merupakan tools untuk mencapai tujuan mencari Ridha Allah, taat dan berserah kepada Nya semata.

 

Bukankah demikian salah satu hikmah Allah ceritakan dalam Al-Qur'an berbagai macam kisah yg beraneka ragam? Nabi Ibrahim dengan orangtua yg metode parenting nya berbasis kesyirikan, nabi Nuh dengan anak yg durhaka bahkan memilih jalan yg salah padahal sudah diingatkan setiap saat, Asiah dengan pasangan yg tidak se frekuensi bahkan berkarakter narsistik, nabi Yusuf dengan saudara-saudara yg egois bahkan berani melakukan kekerasan fisik, Maryam yg menjadi single mother di tengah kaum yg menuduhnya berbuat tercela, nabi Zakariya dan isterinya yg mandul, Hajar yg harus menjalani hubungan jarak jauh dengan suaminya dan hanya ditinggalkan dengan seorang bayi di tengah gurun pasir, nabi Musa yg harus berpisah dengan orangtua ketika bayi dan diangkat anak oleh orang paling kejam sedunia, terlebih Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dengan segala tantangan tekanan fisik, mental, emosi, batin yg terus menerus, padahal mengajak kaumnya menuju kebaikan.. 

 

Tidakkah itu semua mengajarkan ku sesuatu?

Berapa kali aku membaca Al-Qur'an?

Dan berapa banyak kamu melewatkan segala pembelajaran tersebut?

Apakah Allah menyia-nyiakan mereka?

Ketika tidak ada satupun orang yg membantu mereka, semua pintu sudah tertutup, apa yg mereka lakukan?

Hidup mereka jauh lebih sulit dariku, jauuuh sekali perbedaannya, tapi kenapa aku seolah jadi orang paling menderita di dunia? 

 

Bukankah ketika mereka menyadari makna hidup, bahwa ini semua hanyalah tentang aku dan Allah, tentang pertanggungjawaban ku sebagai hamba di dunia, semua menjadi ringan? 

 

Hidup memang tidak selalu menyenangkan, tapi juga tidak selalu menyedihkan. Allah sendiri yg mengatakan bahwa dunia adalah tempat ujian, penjara bagi nabi Adam dan anak keturunannya untuk kemudian kembali ke akhirat. Maka wajar ujian akan tetap selalu ada. Ujian kebahagiaan, ujian kesulitan, ujian kelalaian. Untuk melihat apa yg akan aku lakukan.

 

Maka, sudah, maafkan~

Memaafkan itu, bukan membenarkan perbuatan salah. Oranglain mungkin pernah mendzalimi kita. Tapi memaafkan, adalah tentang membiarkan apa yg terjadi di masa lalu untuk berlalu, dan kita memilih dengan sadar mengambil kontrol hidup kita untuk moving forward dan membuka diri untuk terus berbuat baik. @aisyahassalafiyah