Kamis, 25 Agustus 2011

Hedonisme… Macam Mane?



Oleh : Abu Aisyah


“Hidup itu sekali setelah itu mati” pernah denger ucapan seperti ini? Atau peribahasa “Kelapa muda kupas-kupasin kelapa muda tinggal batoknya, selagi muda puas-puasin sudah tua tinggal bongkoknya” dua peribahasa ini mengandung makna bahwa seolah-olah ketika kita masih hidup dan dalam keadaan muda kita puas-puasin dan jika sudah tua tinggal sisanya. Tentu saja kedua kata-kata ini kudu kita kritisi, kenapa? Karena pola hidup untuk memperoleh kenikmatan sebanyak-banyaknya adalah salah satu dari sikap hidup hedonisme. Hedonisme, macam mane?
Sebelum saya jelaskan tengan pola hidup hedonisme saya akan berikan contohnya dulu, setuju? Harus dong. Sikap hidup hedonisme adalah pandangan bahwa tujuan hidup di dunia adalah untuk memperoleh kenikmatan sebanyak-banyaknya dan memuaskan seluruh kebutuhan kita. Jadi yang dicari dalam hidup adalah kesenangan, semuanya pengin enak, menyenangkan dan semua kebutuhan kita terpuaskan. Selanjutnya karena maunya hanya kesenangan saja, maka ia amat tidak suka dengan segala hal yang menyusahkan, menyengsarakan atau membuat kita merasa tidak nyaman. Ya Ikhwan…. Sudah paham khan? Khan….
Yup… sikap hidup hedonisme berarti sikap hidup yang selalu menginginkan kesenangan tanpa mau merasakan kesusahan, lebih parah lagi adalah ia akan melakukan apa saja asal kesenangannya bisa terpuaskan. Contoh konkrit yang ada di sekitar kita adalah bagaimana berbagai bentuk kuis di TV bertebaran, hanya dengan menjawab beberapa pertanyaan yang begitu gampang, ia akan mendapatkan uang yang sangat banyak. Atau banyaknya festival dan lomba menyanyi hanya memuaskan kesenangan mereka dan memperoleh ketenaran setelah itu mendapatkan uang yang melimpah. Tidak ada perjuangan atau usaha yang serius untuk melakukan pekerjaan riil yang benar-bener bisa menghasilkan uang. Padahal Allah ta’ala berfirman :
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui… QS Az-Zumar : 39
Ya Ikhwan… sikap hidup hedonisme akan mengarah kepada sikap hidup materialisme yaitu sikap hidup yang mengukur segala sesuatu dengan materi (uang misalnya…), artinya bahagia tidaknya seseorang akan diukur dengan banyaknya materi yang ia miliki. Seolah-olah kalau materinya banyak maka ia bahagia. sebaliknya ketika dia miskin ia akan sengsara. Benarkah demikian? Tidak ya Ikhwan….kebahagiaan bukan hanya diukur dengan banyaknya harta, apalagi menganggap bahwa harta adalah segalanya… ini sungguh tidak bijaksana.
So…. Hedonisme macam mane? Kata hedonisme diambil dari Bahasa  Yunani  ἡδονισμός  hēdonismos  dari kata ἡδονή hēdonē, artinya "kesenangan". Paham ini berusaha menjelaskan adalah baik apa yang memuaskan keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri. Ini berarti Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Hedonisme, muncul kira-kira 400 tahun sebelum penanggalan masehi dengan madzhabnya yang bernama Tyrene. Sedangkan perintis dari faham hedonisme adalah Epicurus. 
Para Hedonis berpendapat bahwa ukuran dari makmur atau tidaknya suatu kehidupan, bahagia atau tidaknya suatu kehidupan seorang manusia, hanya dapat diidentifikasi dengan kesenangan materi semata. Mereka ingin memenuhi keakuannya untuk mendapatkan kenikmatan. Apapun akan mereka lakukan untuk mengejar kenikmatan tanpa melihat apakah itu halal atau haram, Oh…. Seraaaaaammm !!!
Seperti kita tahu bersama bahwa segala sesuatu tidak akan terlepas dari adanya baik dan buruk, sesuatu yang baik itu perlu usaha dalam mendapatkannya. Tidak mungkin seseorang tiba-tiba kaya tanpa bekerja sebelumnya, tidak mungkin seseorang akan pintar tanpa belajar sebelumnya. ‘Ala Kulli hal…. Hedonisme mengajarkan manusia untuk selalu bersenang-senang tanpa mau merasakan kesusahan, yang mereka inginkan hanya kesenangan, hura-hura, terlena dengan dunia dan lupa dengan Akhiratnya. And…. Sebagai generasi muda muslim jangan sampai deh kita ikut-ikutan kaya’ githu lagian juga mana bisa jalan pintas jadi kaya… paling juga ke dukun (syirik and haram) atau berjudi (lebih haram lagi….) Pepatah mengatakan,”Berakit-rakit ke hulu berenang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Artinya adalah sebelum kita merasakan kesenangan (di Akhirat dong….) terlebih dahulu kita harus bersusah-susah dahulu ( di dunia ya….). kita mungkin akan merasa susah tinggal di pesantren, banyak peraturan lah… sedikit-sedikit dihukum lah… harus taat peraturan lah… harus belajar dengan rajin lah dan lah…lah… lainnya. Ingat Ya … Ikhwan semua itu adalah perjuangan dan “kesusahan” yang akan kita dapatkan hasilnya ketika kita sudah dewasa… nggak percaya? Coba aja jadi orang dewasa.
Kesimpulannnya adalah …. (ya…. Ko’ habis sih…) sikap hidup hedonisme itu adalah sikap hidup yang hanya menginginkan hidup dengan senang-senang, hura-hura tanpa mau bersusah-susah dan berusaha. Lebih parah lagi hedonisme mengajarkan manusia untuk memuaskan kesenangan dirinya tanpa melihat halal atau haram. So pasti sikap hidup ini gak sesuai dengan Islam, dalam Islam kita diperintahkan untuk berusaha, beramal dan berjuang di dunia untuk mendapatkan kenikmatan abadi di akhirat, maka “Hidup Itu Sekali Setelah Itu Menghadap Ilahi

Jika Shalat Berjamaah Ketinggalan...



حَدِيْث أبي هُرَيْرَةَ r أنَّ رَسُوْل الله r قَالَ : (( إذا سمعتم الإقامة فامشوا وعليكم السكينة ، فما أدركتم فصلّوا ، وما فاتكم فأتِمّوا )) ([1]) .
وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيْث عن أبي هُرَيْرَةَ ستة من التابعين ، وحصل خلاف في لفظه عَلَى النحو الآتي :
        §عَبْد الرَّحْمَان بن يعقوب الحرقي . ولَمْ يختلف عَلَى ابنه فِيْهِ .
رَوَاهُ عَنْهُ بلفظ (( فأتموا )) ، أخرجه مالك ([2])، ومن طريقه الشافعي ([3])وأحمد ([4]) والبخاري في القراءة خلف الإمام ([5]) والطحاوي ([6]) . وأخرجه من غَيْر طريق مالك : البخاري في القراءة ([7]) ومسلم ([8]) .
   § مُحَمَّد بن سيرين . وَلَمْ يختلف عَلَيْهِ فِيْهِ ، رَوَاهُ بلفظ : (( فاقضوا )) . وأخرج روايته أحمد ([9]) والبخاري في القراءة ([10]) ومسلم في الصَّحِيْح ([11]) .
        § أبو رافع ([12]). وَلَمْ يختلف عَلَيْهِ فِيْهِ ، رَوَاهُ بلفظ : (( فاقضوا )) . وروايته عِنْدَ أحمد([13]).
   § همام بن منبه ([14]) . رَوَاهُ عَنْهُ عَبْد الرزاق ([15]) ومن طريقه مُسْلِم ([16]) وأبو
عوانة ([17]) والبيهقي ([18]) بلفظ :
(( فأتموا )) .
ورواه أحمد ([19]) عن عَبْد الرزاق بلفظ : (( فاقضوا )) .
        § أبو سلمة بن عَبْد الرَّحْمَان بن عوف . واختلف عَلَيْهِ في لفظه : مِنْهُمْ مَنْ رَوَاهُ عَنْهُ بلفظ : (( فأتموا )) ، وممن رَوَاهُ عَلَى هَذَا الوجه :
1. الزهري : ورواه عَنْهُ :
مُحَمَّد بن أبي حفصة ([20]) ، عِنْدَ أحمد ([21]) .
عُقيل بن خالد الأيلي ، عِنْدَ أحمد ([22]) والبخاري في القراءة ([23]) .
شعيب بن أبي حمزة ، وروايته أخرجها البُخَارِيّ ([24]) .
يَحْيَى بن سعيد الأنصاري ([25])، عِنْدَ البُخَارِيّ في القراءة ([26]) .
يزيد بن الهاد ، كَمَا أخرجها البُخَارِيّ في القراءة ([27]) .
يونس بن يزيد الأيلي ، وروايته عِنْدَ مُسْلِم ([28]) وأبي داود ([29]) .
معمر بن راشد الأزدي ، عِنْدَ التِّرْمِذِيّ ([30]) .
2. عمر  بن أبي سلمة([31]) ، رَوَاهُ عَنْهُ :
سعد بن إبراهيم([32])، عِنْدَ ابن أبي شيبة ([33]) وأحمد ([34]) .
أبو عوانة الوضاح بن عَبْد الله ([35]) ، عِنْدَ أحمد ([36]) .
ومِنْهُمْ من رَوَاهُ عَنْهُ بلفظ : (( فاقضوا )) ، وممن رَوَاهُ عَلَى هَذَا اللفظ :
1. الزهري ، ورواه عَنْهُ :
يونس بن يزيد الأيلي ، عِنْدَ البُخَارِيّ في القراءة ([37]) .
سليمان ([38]) بن كَثِيْر العبدي ، عِنْدَ البخاري في القراءة ([39]) .
2. عمر بن أبي سلمة ، رَوَاهُ عَنْهُ :
سعد بن إبراهيم ، عِنْدَ عَبْد الرزاق ([40]) ومن طريقه أحمد ([41]) .
3. سعد بن إبراهيم ، عِنْدَ الطيالسي ([42]) وأحمد ([43]) وأبي داود ([44]) .
        §سعيد بن المسيب . واختلف عَلَيْهِ في لفظه ، مِنْهُمْ مَن رَوَاهُ عَنْهُ بلفظ :
(( فأتموا )) ، وممن رَوَاهُ عَنْهُ عَلَى هَذَا الوجه :
1. الزهري ، رَوَاهُ عَنْهُ :
معمر بن راشد ، عِنْدَ عَبْد الرزاق ([45]) ومن طريقه أحمد ([46])والترمذي ([47]).
سُفْيَان بن عيينة ، في رِوَايَة الدارمي ([48]) من طريق أبي نُعَيْم عَنْهُ .
وروي أيضاً عَنْهُ بلفظ : (( فاقضوا )) ، رَوَاهُ عَنْهُ :
1. الزهري،ورواه عن الزهري سُفْيَان بن عيينة في رِوَايَة جمع من الحفاظ عَنْهُ،وهم:
عَلِيّ بن المديني ، عِنْدَ البُخَارِيّ في القراءة ([49]) .
أبو نُعَيْم الفضل بن دكين ([50])، في رِوَايَة البُخَارِيّ في القراءة ([51]) .
الحميدي عَبْد الله بن الزبير ، كَمَا في مسنده ([52]) .
ابن أبي شيبة ، في مصنفه ([53]) ، ومن طريقه مُسْلِم ([54]) .
أحمد بن حنبل ، في مسنده ([55]) .
ابن أبي عمر العدني ([56]) ، عِنْدَ الترمذي ([57]) .
عَبْد الله بن مُحَمَّد بن عَبْد الرحمان ([58]) عِنْدَ النسائي ([59]).
زهير بن حرب ، عِنْدَ مُسْلِم ([60]) .
عَمْرو الناقد ([61])، عِنْدَ مُسْلِم ([62]) .
                    §أبو سلمة وسعيد بن المسيب مقرونين ، واختلف عَلَيْهِمَا فِيْهِ ، فرواه ابن أبي ذئب عن الزهري ، واختلف فِيْهِ :
فرواه حماد عن ابن أبي ذئب بلفظ : (( فاقضوا )) ، هكذا رَوَاهُ أحمد ([63]) ، وتابع حماداً آدمُ بن أبي إياس ([64]) عِنْدَ البُخَارِيّ في القراءة ([65])  .
ورواه ابن أبي فديك([66]) عن ابن أبي ذئب بلفظ : (( فأتموا )) ، أخرجه الشَّافِعِيّ([67])، وتابع ابن أبي فديك أبو النضر ([68]) عِنْدَ أحمد ([69]) .
وتابع ابن أبي ذئب في روايته الثانية ، إبراهيم بن سعد ، عِنْدَ مُسْلِم ([70]) وابن
ماجه ([71]) .
وهكذا نجد أنّ الرِّوَايَة بالمعنى أثرت في صياغة الرُّوَاة لمتن الْحَدِيْث، أو المحافظة عَلَى نصه ، لِذَا نجد الحَافِظ ابن حجر يلجأ إِلَى الترجيح بالكثرة خروجاً من الخلاف الَّذِي ولَّدَتْهُ الرِّوَايَة بالمعنى ، فَقَالَ : (( الحاصل أنّ أكثر الروايات وردت بلفظ :
(( فأتموا )) ، وأقلها بلفظ : (( فاقضوا )))) ([72]) .
ويمعن أكثر في الترجيح ، فَيَقُوْلُ : (( قوله : وما فاتكم فأتموا ، أي : فاكملوا : هَذَا هُوَ الصَّحِيْح في رِوَايَة الزهري ، ورواه عَنْهُ ابن عيينة بلفظ (( فاقضوا )) ، وحكم مُسْلِم في التمييز ([73]) عَلَيْهِ بالوهم في هَذِهِ اللفظة ، مَعَ أنَّهُ أخرج إسناده في
صَحِيْحه ([74]) ؛ لَكِنْ لَمْ يسق لفظه، وكذا رَوَى أحمد([75]) عن عَبْد الرزاق، عن معمر، عن همام ، عن أبي هُرَيْرَةَ ، فَقَالَ:
(( فاقضوا )) ، وأخرجه مُسْلِم عن مُحَمَّد بن
رافع ([76]) عن عَبْد الرزاق بلفظ :
(( فأتموا )) ([77]) .

أثر الْحَدِيْث في اختلاف الفقهاء ( حكم المسبوق في الصَّلاَة ) :
لا بدَّ لنا قَبْلَ الخوض في تفصيل أحكام المسبوق أن نتعرف عَلَى أحوال المأموم في صلاة ما ، وَهُوَ لا يخلو عن ثلاث أحوال :
المدرك : وَهُوَ من صلَّى جَمِيْع الصَّلاَة مَعَ الإمام .
اللاَّحق : مَن فاتته الركعات كلها أو بعضها مَعَ الإمام عَلَى الرغم من ابتدائه الصَّلاَة مَعَهُ ، كأن عرض لَهُ عذر كالنوم أو الزحمة أو غيرها .
المسبوق : مَن سبقه الإمام بكل الصَّلاَة أو ببعضها ([78]) .
والذي نودّ التعرف عَلَى حكم إدراكه للصلاة : المسبوق ، وَقَد اختلف الفقهاء في أنّ ما أدركه هَلْ هُوَ أول صلاته أم آخر صلاته ، وأنّ ما يأتي بِهِ بَعْدَ سلام الإمام هَلْ هُوَ أول صلاته أم أنَّهُ يبني عَلَى ما صلّى فتكون آخر صلاته ؟ عَلَى ثلاثة أقوال :
القول الأول : أنّ ما أدركه المسبوق مَعَ الإمام هُوَ أول صلاته حكماً وفعلاً ، وما يقضيه بَعْدَ سلام الإمام آخر صلاته حكماً وفعلاً .
وروي هَذَا عن: عمر ، وعلي ، وأبي الدرداء ([79])، وعطاء ، ومكحول ، وعمر بن عَبْد العزيز ([80])، والزهري، وسعيد بن عَبْد العزيز ([81])، والأوزاعي ، وإسحاق ، وأبي ثور ، وداود ، وابن المنذر .
وَهُوَ رِوَايَة عن الحسن البصري ، وابن سيرين ، وأبي قلابة ([82]) .
وإليه ذهب الشافعية ([83]) وَهُوَ رِوَايَة عن مالك ([84]) وأحمد ([85]) ، وبه قَالَ الهادوية والقاسمية والمؤيد بالله والزيدية ([86]).
واحتجوا بِمَا ورد في لفظ حَدِيْث أبي هُرَيْرَةَ: (( فأتموا )).
القول الثاني : إنّ ما أدركه المسبوق مَعَ الإمام هُوَ أول صلاته بالنسبة للأفعال ، وآخرها بالنسبة للأقوال ، بمعنى أنَّهُ يَكُوْن قاضياً في القول بانياً في الفعل .
روي هَذَا عن : ابن مسعود ، وابن عمر ، والنخعي ، ومجاهد ، والشعبي ، وعبيد ابن عمير ([87]) ، والثوري ، والحسن بن صالح ([88]).
وَهُوَ الرِّوَايَة الأخرى عن : الحسن البصري ، وابن سيرين ، وأبي ([89])قلابة ([90]). وبه قَالَ الحنفية ([91]) ، والمشهور من مذهب مالك ([92]) ، والأشهر في مذهب
أحمد ([93]) ، وظاهر مذهب ابن حزم ([94]) .
واستدلوا بالرواية الأخرى في حَدِيْث أبي هُرَيْرَةَ : (( فاقضوا )) .
القول الثالث : أنّ ما أدركه المسبوق مَعَ أمامه هُوَ آخر صلاته قولاً وفعلاً ، وما بقي أولها .
روي هَذَا عن جندب بن عَبْد الله ([95])، وَهُوَ رِوَايَة عن مالك ([96]) وأحمد ([97]) .








                                                                   الدكتور
 ماهر ياسين الفحل   
   العراق /الأنبار/الرمادي/ص .ب 735
   al-rahman@uruklink.net                                                                                                                        


([1]) روايات الْحَدِيْث مطولة ومختصرة والمعنى واحد ، وهذه رِوَايَة الشافعي في السنن المأثورة ( 66 ) .
([2]) في الموطأ ( 175 ) رِوَايَة الليثي .
([3]) في السنن المأثورة ( 67 ) . ومن طريق الشافعي الطحاوي في شرح المشكل ( 5572 ) .
([4]) في مسنده 2/237 و 460 و 529 .
([5]) ( 183 ) و ( 184 ) .
([6]) في شرح المشكل ( 5571 ) .
([7]) ( 185 ) .
([8]) في صحيحه 2/100 ( 602 ) ( 152 ) .
([9]) في مسنده 2/382 و 427 .
([10]) في مسنده ( 186 ) و ( 187 ) و ( 188 ) و ( 189 ) .
([11]) 2/100 ( 602 ) ( 154 ) .
([12]) هُوَ نفيع الصائغ ، أبو رافع المدني نزيل البصرة : تابعي ثقة ثبت ، توفي سنة نيف وتسعين .
      تهذيب الكمال 7/360 ( 7062 ) ، وسير أعلام النبلاء 4/414 و 415 ، والتقريب ( 7182 ) .
([13]) في مسنده 2/489 .
([14]) هُوَ أَبُو عتبة همام بن منبه بن كامل الصنعاني أخو وهب : ثقة ، توفي في سنة ( 132 ه‍ ) .
انظر : الثقات 5/510 ، وسير أعلام النبلاء : 5/311 ، والتقريب ( 7317 ) .
([15]) في مصنفه ( 3403 ) .
([16]) في صحيحه 2/100 ( 602 ) ( 153 ) .
([17]) في مسنده 2/83 .
([18]) في سننه الكبرى 2/295 و 298 .
([19]) في مسنده 2/318 .
([20]) هُوَ أبو سلمة ، مُحَمَّد بن أبي حفصة ، واسم أبيه ميسرة ، البصري : صدوق يخطئ .
الثقات 7/407 ، وتهذيب الكمال 6/282-283 ( 5748 ) ، والتقريب ( 5826 ) .
([21]) في مسنده 2/239 .
([22]) في مسنده 2/452 .
([23]) ( 172 ) و ( 173 ) و ( 174 ) .
([24]) في الصَّحِيْح 2/9 ( 908 ) ، وفي القراءة ( 169 ).
([25]) الثقة الثبت أبو سعيد الْقَاضِي ، يَحْيَى بن سعيد بن قيس الأنصاري المدني ، توفي في سنة ( 142ه‍).
انظر : تهذيب الكمال 8/43 ( 7431 ) ، وتاريخ الإسلام : 331 وفيات ( 144 ه‍ ) ، والتقريب (7559) .
([26]) (170) .
([27]) ( 171 ) .
([28]) في صحيحه 2/100 ( 602 ) ( 151 ) .
([29]) في سننه ( 572 ) .
([30]) في جامعه ( 327 ) .
([31]) هُوَ عمر بن أبي سلمة بن عَبْد الرحمان بن عوف القرشي الزهري المدني:صدوق يخطئ،توفي سنة(132ه‍).
الجرح والتعديل 6/117-118 ، وتهذيب الكمال 5/355-356 ( 4836 ) ، والتقريب ( 4910 ) .
([32]) هُوَ أبو إسحاق سعد بن إبراهيم بن عَبْد الرَّحْمَان بن عوف الزهري المدني : ثقة فاضل عابد ، توفي سُنَّةُ
( 126 ه‍ ‍) ، وقِيْلَ : ( 127 ه‍ ‍) .
    الثقات 4/297-298 ، وتهذيب الكمال 3/115-116 (2183) ، والتقريب (2227) .
([33]) في مصنفه ( 7400 ) .
([34]) في مسنده 2/472 .
([35]) هُوَ الوضاح بن عَبْد الله اليشكري ، أَبُو عوانة الواسطي البزار ، مولى يزيد بن عطاء اليشكري : ثقة ثبت، توفي سنة ( 175 ه‍ ) ، وَقِيْلَ : ( 176 ه‍ ) .
التاريخ الكبير 8/181 ، وتهذيب الكمال 7/456 و 458 ( 7283 ) ، والتقريب ( 7407 ) .
([36]) في مسنده 2/387 .
([37]) ( 179 ) .
([38]) هُوَ أبو داود سليمان بن كَثِيْر العبدي البصري : لا بأس بِهِ ، توفي سنة ( 163 ه‍ ) .
     تهذيب الكمال 3/296 ( 2542 ) ، وسير أعلام النبلاء 7/294-295 ، والتقريب ( 2602 ) .
([39]) ( 175 ) .
([40]) في مصنفه ( 3405 ) .
([41]) في مسنده 2/282 .
([42]) في مسنده ( 2350 ) .
([43]) في مسنده 2/382 و 386 .
([44]) في سننه ( 573 ) .
([45]) في مصنفه ( 3404 ) .
([46]) في مسنده 2/270 .
([47]) في جامعه ( 328 ) .
([48]) في سننه ( 1286 ) .
([49]) ( 178 ) .
([50]) أبو نُعَيْم الفضل بن دكين الكوفي ، واسم دكين : عَمْرو بن حماد بن زهير التيمي مولاهم الأحول : ثقة ثبت ، توفي سنة ( 218 ه‍ ) ، وَقِيْلَ : ( 219 ه‍ ) .
تذكرة الحفاظ 1/372-373 ، وسير أعلام النبلاء 10/142 و 151 ، والتقريب ( 5401 ) .
([51]) ( 177 ) .
([52]) ( 935 ) .
([53]) ( 7399 ) .
([54]) في صحيحه 2/100 ( 602 ) ( 151 ) . وَلَمْ يسق لفظه ، وحكى البيهقي في سننه 2/297 عن مُسْلِم أنَّهُ قَالَ : (( لا أعلم هَذه اللفظة رواها عن الزهري غَيْر ابن عيينة : (( واقضوا ما فاتكم )) ، قَالَ مُسْلِم : أخطأ ابن عيينة في هَذِهِ اللفظة )) . وانظر : فتح الباري 2/118 ، ورده ابن التركماني . انظر : الجوهر النقي 2/297 .
([55]) 2/238 .
([56]) هُوَ مُحَمَّد بن يَحْيَى بن أَبِي عمر العدني، نزيل مكة: صدوق، صنف "المسند" ، توفي سنة ( 243 ه‍ ) .
التاريخ الكبير 1/265 ، وتهذيب الكمال 6/559 ( 6283 ) ، والتقريب ( 6391 ) .
([57]) في جامعه ( 329 ) وَلَمْ يسق لفظه .
([58])هُوَ عَبْد الله بن مُحَمَّد بن عَبْد الرَّحْمَان بن المسور بن محزمة الزهري البصري:صدوق،توفي سنة(256ه‍).
تهذيب الكمال 4/272-273 ( 3528 ) ، والتقريب ( 3589 ) .
([59]) في المجتبى 2/114 ، وفي الكبرى ( 934 ) .
([60]) في صحيحه 2/100 ( 602 ) ( 151 ) وَلَمْ يسق لفظه .
([61]) هُوَ أبو عثمان البغدادي عَمْرو بن مُحَمَّد بن بكير الناقد : ثقة حافظ ، توفي سنة ( 232ه‍) .
 الأنساب 6/344 ، وسير أعلام النبلاء 11/147 ، التقريب ( 5106 ) .
([62]) في صحيحه 2/100 ( 602 ) ( 151 ) وَلَمْ يسق لفظه .
([63]) في مسنده 2/532 – 533 .
([64]) هُوَ أبو الحسن آدم بن أبي إياس العسقلاني،أصله خراساني:ثقة عابد،توفي سنة
(221 ه‍) ، وَقِيْلَ : (220
ه‍‍) .
تاريخ بغداد 7/27 و 30 ، وتهذيب الكمال 1/159 و 161 ( 288 ) ، والتقريب ( 132 ) .
([65]) ( 176 ) ، ورواه في الصَّحِيْح 1/164 ( 636 ) عن آدم عن ابن أبي ذئب ، عن الزهري ، عن سعيد بن المسيب ، عن أبي هُرَيْرَةَ ، عن النَّبِيّr ، وعن الزهري ، عن أبي سلمة عن أبي هُرَيْرَةَ ، عن النَّبِيّr وَلَكِنْ بلفظ : (( فأتموا )) .
([66]) هُوَ أبو إسماعيل مُحَمَّد بن إسماعيل بن مُسْلِم بن أبي فديك الديلي المدني،صدوق، توفي سنة (200 ه‍ ) .
    سير أعلام النبلاء 9/486 ، ومرآة الجنان 1/353 ، والتقريب ( 5736 ) .
([67]) في السنن المأثورة ( 66 ) .
([68]) هُوَ هاشم بن القاسم بن مُسْلِم الليثي مولاهم البغدادي ، أبو النضر مشهور بكنيته ، ولقبه قيصر : ثقة ثبت ، ولد سنة ( 134 ه‍ ) ، وتوفي ( 207 ه‍ ) .
    تهذيب الكمال 7/385و387 (7135)،وسير أعلام النبلاء 9/545 و546 و548،والتقريب (7256).
([69]) في مسنده 2/532-533 ، والبخاري 2/9 ( 908 ) ، وَلَمْ يسق لفظه .
([70]) في صحيحه 2/100 (602) (151) ، وَلَمْ يسبق لفظه .
([71]) في سننه ( 775 ) .
([72]) فتح الباري 2/119 .
([73]) لَيْسَ في المطبوع من التمييز .
([74]) 2/99 ( 602 ) ( 151 ) .
([75]) في مسنده 2/318 .
([76]) هُوَ مُحَمَّد بن رافع بن أبي زياد القشيري مولاهم،أبو عَبْد الله النيسابوري:ثقة عابد،توفي سنة (245 ه‍).
    الثقات 9/102 ، وتهذيب الكمال 6/306 و 307 ( 5799 ) ، والتقريب ( 5876 ) .
([77]) فتح الباري 2/118 . وانظر : الدر النقي 2/297 ، وعمدة القارى 5/150 .
([78]) هَذَا التقسيم وتعريفاته عِنْدَ المالكية والحنفية . انظر : الدر المختار 1/594 ، والموسوعة الفقهية 8/122 .
([79]) الصَّحَابِيّ الجليل أبو الدرداء عويمر بن زيد بن قيس ، ويقال : عويمر بن عامر الأنصاري الخزرجي ، هُوَ مِمَّنْ حفظ القرآن في حياة رَسُوْل الله r ، توفي سنة ( 32 ه‍ ) ، وَقِيْلَ : ( 31 ه‍ ) .
    معجم الصَّحَابَة 11/3930،وتاريخ دمشق 47/93و200 و201،وسير أعلام النبلاء 2/335 و 353.
([80]) هُوَ أمير المؤمنين الراشد الخامس ، أبو حفص عمر بن عَبْد العزيز بن مروان القرشي الأموي المدني أشج بني أمية ، ولد سنة ( 63 ه‍ ) ، وتوفي ( 101 ه‍ ) .
سير أعلام النبلاء 5/114 و 115 و 148 ، والبداية والنهاية 9/163 وما بعدها ، ومرآة الجنان 1/165 وما بعدها .
([81]) هُوَ الإِمَام سعيد بن عَبْد العزيز بن أبي يَحْيَى ، أبو مُحَمَّد التنوخي الدمشقي مفتي دمشق ، ولد سنة
( 90 ه‍ ) ، وتوفي سنة ( 167 ه‍ ) .
    الجرح والتعديل 4/42 ، والعبر 1/250 ، وسير أعلام النبلاء 8/32 و 38 .
([82]) المغني 2/266 ، والمجموع 4/220 ، وطرح التثريب 2/364 ، وفقه الإمام سعيد 1/276 .
([83]) الحاوي الكبير 2/250 – 251 ، والتهذيب 2/168 ،وروضة الطالبين 1/341 ، والمجموع 4/220.
([84]) المدونة 1/97 .
([85]) المغني 2/266 ، وطرح التثريب 2/364 .
([86]) البحر الزخار 2/326 – 327 ، والسيل الجرار 1/265 – 266 .
([87]) هُوَ عبيد بن عمير بن قتادة الليثي الجندعي المكي ، أبو عاصم ، ولد في حياة رَسُوْل الله r ، وَكَانَ من ثقات التابعين ، توفي سنة ( 74 ه‍ ) .
    طبقات ابن سعد 5/463 ، وتذكرة الحفاظ 1/50 ، وسير أعلام النبلاء 4/156 و 157 .
([88]) الحسن بن صالح بن صالح بن حي، أبو عَبْد الله الهمداني الثوري الكوفي، ولد سنة (100 ه‍)،
وتوفي (169ه‍).
    طبقات ابن سعد 6/375 ، والتاريخ الكبير 2/295 ، وسير أعلام النبلاء 7/361 و 371 .
([89]) الثقة الفاضل عَبْد الله بن زيد بن عَمْرو أو عامر الجرمي ، أبو قلابة البصري ، ثقة فاضل ،كَثِيْر
الإرسال ، توفي سنة ( 104 ه‍ ) ، وَقِيْلَ : ( 106 ه‍ ) ، وَقِيْلَ : ( 107 ه‍ ) .
    الأنساب 2/73 ، وسير أعلام النبلاء 4/468 ، والتقريب ( 3333 ) .
([90]) المغني 2/265 ، والإشراف للبغدادي 1/92 ، وطرح التثريب 2/362 .
([91]) المبسوط 1/35 ، وبدائع الصنائع 1/168 ، وشرح فتح القدير 1/277 ، وتبيين الحقائق 1/152 ، والبحر الرائق 1/313 ، وحاشية ابن عابدين 1/368 .
([92]) مختصر خليل : 42 ، والشرح الكبير 1/345 ، والفواكه الدواني 1/207 ، وكفاية الطَّالِب 1/380 ، والثمر الداني : 150 ، وحاشية الدسوقي 1/345 .
([93]) المحرر في الفقه 1/96 – 97 ، والمقنع : 36 ، والمبدع 2/49 .
([94]) المحلى 4/74 .
([95]) الصَّحَابِيّ أبو عَبْد الله الأزدي جندب بن عَبْد الله ويقال لَهُ جندب بن كعب  .
انظر: الأنساب 4/201، وتهذيب الكمال 1/483 (958)،وسير أعلام النبلاء 3/175.
([96]) القوانين الفقهية : 70 ، وشرح الزرقاني عَلَى الموطأ 1/344 .
([97]) المغني 2/265 .