Senin, 31 Juli 2023

AKAD JUAL BELI ISTISHNA’ (PESANAN DENGAN MEMBUAT BARANG)

 Bismillah

Assalamualaikum Warahmatullah wa Baarakatuh

 

SYAHADAH: Sajian Ayat dan Hadits Muamalah Ekonomi Syariah

Seri 034

 

AKAD JUAL BELI ISTISHNA’ (PESANAN DENGAN MEMBUAT BARANG)

 

Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى فَٱكْتُبُوهُ ۚ

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. QS. Al-Baqarah: 282.

 

Hadits Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam:

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم كَانَ أَرَادَ أَنْ يَكْتُبَ إِلَى الْعَجَمِ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ الْعَجَمَ لاَ يَقْبَلُونَ إِلاَّ كِتَابًا عَلَيْهِ خَاتِمٌ. فَاصْطَنَعَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ. قَالَ كَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِهِ فِى يَدِهِ. رواه مسلم

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menuliskan surat kepada seorang raja non-arab, lalu dikabarkan kepada beliau: Sesungguhnya raja-raja non-arab tidak sudi menerima surat yang tidak distempel, maka beliaupun memesan agar ia dibuatkan cincin stempel dari bahan perak. Anas mengisahkan: Seakan-akan sekarang ini aku dapat menyaksikan kemilau putih di tangan beliau.” HR. Muslim.

عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْسَلَ إِلَى امْرَأَةٍ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَكَانَ لَهَا غُلَامٌ نَجَّارٌ قَالَ لَهَا مُرِي عَبْدَكِ فَلْيَعْمَلْ لَنَا أَعْوَادَ الْمِنْبَرِ فَأَمَرَتْ عَبْدَهَا فَذَهَبَ فَقَطَعَ مِنْ الطَّرْفَاءِ فَصَنَعَ لَهُ مِنْبَرًا

“Dari Sahal bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam menyuruh seorang wanita Muhajirin yang memiliki seorang budak tukang kayu. Beliau berkata kepadanya; "Perintahkanlah budakmu agar membuatkan mimbar untuk kami". Maka wanita itu memerintahkan budaknya. Maka Ghulam (pemuda) itu pergi mencari kayu di hutan lalu dia membuat mimbar untuk beliau. HR. Bukhari.

 

Faidah Hukum Ayat dan Hadits:

1.     Allah Ta’ala membolehkan akad jual beli dengan secara tidak tunai, yaitu dengan pembayaran diakhirkan (utang).

2.     Boleh memesan barang (istishna’) dengan pembayaran setelah barang itu selesai, baik dengan uang muka ataupun tidak sesuai kesepakatan. Sebagaimana Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang memesan cincin yang terbuat dari perak kepada pembuatnya. Serta beliau yang memerintahkan kepada seorang shahabiyah untuk menyuruh budaknya membuat mimbar dengan bayaran setelah selesai pembuatannya.

3.     Akad istishna’ adalah transaksi seseorang memesan (pemesan) kepada orang lainnya untuk mengerjakan suatu pekerjaan khususnya membuat suatu barang, kemudian pemesan akan membayarnya setelah pesanannya selesai, baik secara tunai ataupun dicicil.

4.     Aplikasi akad istishna’ pada masa lalu misalnya membuat pakaian, membuat mimbar, membuat alat-alat rumah tangga dan yang lainnya. Adapun saat ini dipraktikan di lembaga keuangan dan bisnis syariah dengan jual beli pemesanan baik berupa rumah, kantor, Gudang dan barang-barang lainnya yang memerlukan proses pembuatan.

5.     Perbedaan antara jual beli istishna’ dengan salam adalah bahwa jual beli istishna’ barangnya dibuat terlebih dahulu dengan spesifikasi yang jelas. Sedangkan jual beli salam barangnya bisa dari mana saja selama spesifikasinya, kuantitas dan kualitas serta waktu penyerahan juga jelas. Selain itu pembayaran jual beli istishna’ di akhir setelah barang selesai, sedangkan jual beli salam pembayaran di awal sedangkan barang di akhir.

 

Begitu mudahnya aturan Islam termasuk dalam jual beli, sehingga memberikan kelonggaran untuk melakukan jual beli yang belum ada barangnya yang akan dibuat atau masih dalam proses pemesanan. Maka, hendaknya kita dapat mengamalkan syariat jual beli ini agar kehidupan kita lebih berkah di dunia dan akhirat.

 

KONSULTASI MUAMALAH DAN EKONOMI SYARIAH:

DIVISI SOSIALISASI DAN ADVOKASI

ASOSIASI PENGAJAR DAN PENELITI HUKUM EKONOMI ISLAM INDONESIA (APPHEISI)

HP: 085885753838 (Dr. Abd Misno, SHI., SE., MEI)

https://wa.me/message/DUBYSGGPPMDGH1

Kunjungi situs kami di www.appheisi.or.id

Kamis, 06 Juli 2023

LARANGAN RIBA DALAM ISLAM

Bismillah

Assalamualaikum Warahmatullah wa Baarakatuh

 

SYAHADAH: Sajian Ayat dan Hadits Muamalah Ekonomi Syariah

Seri 003

 

ASOSIASI PENGAJAR DAN PENELITI HUKUM EKONOMI ISLAM INDONESIA (APPHEISI)

 

LARANGAN RIBA DALAM ISLAM

Allah Ta’ala berfirman:

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. QS. Al-Baqarah: 275.

Hadits Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Dari Jabir Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya dan dua saksinya”, dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mereka itu sama.” HR. Muslim

 

Faidah Hukum Ayat dan Hadits:

1.     Orang yang mengonsumsi riba di dunia hidupnya tidak tenang dan di akhirat seperti orang yang kerasukan setan. 

2.     Allah Ta’ala telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

3.     Ampunan Allah Ta’ala bagi orang-orang yang di masa lalu menggunakan akad riba dalam transaksinya.

4.     Ancaman masuk neraka bagi mereka yang mengulangi transaksi yang mengandung riba, bahkan kekal di dalamnya.

5.     Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya dan dua saksinya.

 

Mari sama-sama kita meninggalkan transaksi yang mengandung uinsur riba dan memperbanyak jual beli serta transaksi yang dihalalkan oleh Allah Ta’ala.

 

Konsultasi Muamalah dan Ekonomi Syariah: HP: 085885753838 (Dr. Abd Misno, SHI., SE., MEI)

Kunjungi situs kami di www.aphheisi.or.id

LARANGAN MEMAKAN HARTA SECARA BATIL

Bismillah

Assalamualaikum Warahmatullah wa Baarakatuh

 

SYAHADAH: Sajian Ayat dan Hadits Muamalah Ekonomi Syariah

Seri 002

 

ASOSIASI PENGAJAR DAN PENELITI HUKUM EKONOMI ISLAM INDONESIA (APPHEISI)

 

LARANGAN MEMAKAN HARTA SECARA BATIL

Allah Ta’ala berfirman:

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. QS. Al-Baqarah: 188.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا… » الحديث . رواه مسلم .

‘Sesungguhnya darah dan harta kalian, haram bagi sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini di negeri kalian ini…‘ HR. Muslim.

 

Faidah Hukum Ayat dan Hadits:

1.     Larangan mengonsumsi harta milik sendiri dan orang lain dengan cara batil.

2.     Konsumsi batil adalah; transaksi batil, bohong dalam jual beli, mencopet, mencuri, merampok, korupsi dan melakukan transaksi yang diharamkan Islam lainnya.

3.     Larangan mengadukan sengketa kepada hakim (pengadilan) dengan tujuan mendapatkan harta yang bukan haknya.

4.     Termasuk perbuatan dosa (haram) melakukan perbuatan yang melanggar hak orang lain baik sebagian ataupun secara keseluruhan.

5.     Kehormatan dan harta seorang muslim haram untuk dilanggar, kecuali dengan izin dan keridhaan.

Mari bersama-sama kita menjaga diri kita jangan sampai mengonsumsi harta sendiri dan harta orang lain dengan cara yang batil serta diharamkan oleh syariat Islam.

 

Konsultasi Muamalah dan Ekonomi Syariah: HP: 085885753838 (Dr. Abd Misno, SHI., SE., MEI)

Kunjungi situs kami di www.aphheisi.or.id

 

LARANGAN MEMAKAN HARTA SECARA BATIL

Bismillah

Assalamualaikum Warahmatullah wa Baarakatuh

 

SYAHADAH: Sajian Ayat dan Hadits Muamalah Ekonomi Syariah

Seri 001

 

ASOSIASI PENGAJAR DAN PENELITI HUKUM EKONOMI ISLAM INDONESIA (APPHEISI)

 

LARANGAN MEMAKAN HARTA SECARA BATIL

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. QS. An-Nisaa: 29.

Hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam:

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ ؟ قَالَ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُوْرٍ – رواه االبزار والحاكم

“Nabi saw pernah ditanya; Usaha (pekerjaan/profesi) apakah yang paling baik (paling ideal) ?, Rasulullah saw bersabda; pekerjaan (usaha) seseorang dengan tangannya dan setiap jual beli yang baik.” HR. Bazzar dan al-Hakim.

إِنَّمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ – رواه البيهقي

“Sesungguhnya jual beli (harus) atas dasar saling ridha (suka sama suka).” HR. Al-Baihaqi.

 

Faidah Hukum Ayat-Hadits:

1.     Larangan mengonsumsi harta milik sendiri dan orang lain dengan cara batil.

2.     Konsumsi batil adalah; bohong dalam jual beli, riba, mencopet, mencuri, merampok, korupsi dan melakukan transaksi yang diharamkan Islam lainnya.

3.     Jual beli menjadi solusi agar terbebas dari konsumsi batil, dengan persyaratan saling Ridha.

4.     Larangan membunuh diri sendiri dan orang lain, termasuk membunuh perekonomian saudara muslim dengan tidak mendukung ekonomi mereka.

5.     Salah satu pekerjaan yang baik adalah dengan jual beli yang mabrur (baik).

 

Mari bersama kita meninggalkan mengonsumsi harta sendiri dan orang lain dengan cara yang batil yaitu yang tidak sesuai dengan syariah Islam. Serta menggalakan untuk berniaga (bisnis) yang didasarkan kepada nilai-nilai Islam.

 

Konsultasi Muamalah dan Ekonomi Syariah: HP: 085885753838 (Dr. Abd Misno, SHI., SE., MEI)

Kunjungi situs kami di www.aphheisi.or.id

 

Rabu, 28 Juni 2023

Keutamaan dan Amalan Hari-hari Tasyriq

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri

 

Setelah merayakan Hari raya Idhul Adha, maka umat Islam merayakan rangkaian hari raya ini hingga tiga hari yaitu 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Hari-hari ini disebut dengan tasyriq yang diambil dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit. Menjemur sesuatu, dalam bahasa Arab dinyatakan: [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ]. Menurut Imam Nawawi dalam Al-Minhaj, hari-hari ini disebut dengan tasyriq karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari.

Abu Ubaid mengatakan “Ada dua pendapat ulama tentang alasan penamaan hari-hari tersebut dengan hari tasyrik: Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng. Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari. (Lisanul Arab, 10:173)”.

 

Keutamaan Hari-hari Tasyriq

Hari-hari ini memiliki banyak keutamaan sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (QS. Al Baqarah: 203).

Ibnu ‘Umar dan ulama lainnya mengatakan bahwa ayyamul ma’dudat adalah tiga hari tasyriq. Ini menunjukkan adanya perintah berdzikir di hari-hari tasyriq. Namun Ibnu ‘Abbas dan ‘Atho’ mengatakan bahwa hari yang terbilang di situ adalah empat hari yaitu hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya. Hari-hari tersebut disebut hari Tasyriq. Namun pendapat pertama yang menyatakan bahwa hari yang terbilang adalah tiga hari sesudah Idul Adha adalah pendapat yang lebih tepat.

Maka, hari tasyriq adalah hari raya bagi umat Islam, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam:

يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَهِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari Arofah, hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq adalah ‘ied kami -kaum muslimin-. Hari tersebut (Idul Adha dan hari Tasyriq) adalah hari menyantap makan dan minum.” HR. Abu Dawud, Thirmidzi dan Nasai.

Riwayat lainnya menjelaskan:

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyriq).” HR. Abu Dawud.

Hari tasyriq disebut yaumul qorr karena pada saat itu orang yang berhaji berdiam di Mina. Hari tasyriq yang terbaik adalah hari tasyriq yang pertama, kemudian yang berikutnya dan berikutnya lagi.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَّ أَنَّهُ قَالَ مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ

Artinya: “Dari sahabat Ibnu Abbas ra., dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya di hari-hari ini,’” (HR Bukhari).

Merujuk pada ayat dan hadits tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hari-hari tasyriq memiliki banyak keutamaan karena mengandung syariah menyembelih kurban dan perintah untuk berzikir dan memuji Allah Ta’ala.

 

Idul Adha dan Tasyriq: Hari Bersenang-senang dan Menyantap Makanan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa Idul Adha dan hari tasyriq adalah hari kaum muslimin untuk menikmati makanan, beliau bersabda,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman.” HR. Muslim

Dalam lafazh lainnya, beliau bersabda,

وَأَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari Mina (hari tasyriq) adalah hari menikmati makanan dan minuman.” HR. Muslim.

عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir,’” (HR Muslim).

Ibnu Rajab mengatakan:

و إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد للمسلمين مع يوم النحر فلا تصام بمنى و لا غيرها عند جمهور العلماء، خلافا لعطاء في قوله : إن النهي يختص بأهل منى

 

“Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 509).

Merujuk pada riwayat tersebut maka hari-hari tasyriq adalah hari untuk makan dan minum karena merupakan rangkaian dari hari raya Idhul Adha serta dipotongnya hewan qurban yang dinikmati oleh umat Islam.

 

Amalan Hari Tasyriq: Berdzikir

Amalan yang paling utama pada hari-hari ini adalah berdzikir (mengingat) Allah Ta’al’la, sebagaimana firmanNya:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (QS. Al Baqarah: 203).

Ayat ini secara jelas menunjukan perintah untuk berdzikir di hari-hari tasyriq. Adapun dzikir-dzikir yang disyariatkan adalah;

Pertama: berdzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan shalat wajib. Ini disyariatkan hingga akhir hari tasyriq sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini juga diriwayatkan dari ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Abbas.

وكان أبو حنيفة يذهب بالتشريق في هذا إلى التكبير في دبر الصلاة

“Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa amal pada Hari Tasyrik adalah takbir setelah shalat,” (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/525).

Kedua: membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih qurban. Waktu menyembelih qurban adalah sampai akhir hari tasyriq (13 Dzulhijah) sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Pendapat ini juga menjadi pendapat Imam Asy Syafi’i dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad. Namun mayoritas sahabat berpendapat bahwa waktu menyembelih qurban hanya tiga hari yaitu hari Idul Adha dan dua hari tasyriq setelahnya (11 dan 12 Dzulhijah). Pendapat kedua ini adalah pendapat yang masyhur dari Imam Ahmad, juga termasuk pendapat Imam Malik, Imam Abu Hanifah dan kebanyakan ulama.

Ketiga: berdzikir memuji Allah Ta’ala ketika makan dan minum. Yang disyari’atkan ketika memulai makan dan minum adalah membaca basmallah dan mengakhirinya dengan hamdalah.

Keempat: berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di hari tasyriq. Dan amalan ini khusus untuk orang yang berhaji.

Kelima: Berdzikir pada Allah secara mutlak karena kita dianjurkan memperbanyak dzikir di hari-hari tasyriq. Sebagaimana ‘Umar ketika itu pernah berdzikir di Mina di kemahnya, lalu manusia mendengar. Mereka pun bertakbir dan Mina akhirnya penuh dengan takbir.

 

Memperbanyak Do’a Sapu Jagad

Amalan selanjutnya dalah berdoa kepada Allah Ta’ala khususnya doa apu jagad. Ini sebagaimana firman Allah Ta’al:

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].” (QS. Al Baqarah: 200-201)

Berdasarkan ayat ini maka para ulama menganjurkan membaca do’a “Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” di hari-hari tasyriq. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh ‘Ikrimah dan ‘Atho’.

Do’a sapu jagad ini terkumpul di dalamnya seluruh kebaikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam paling sering membaca do’a sapu jagad ini.  Anas bin Malik mengatakan,

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ »

“Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].” HR. Bukhari dan Muslim

Al Hasan Al Bashri  mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah. Kebaikan di akhirat adalah surga.” Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan rizki yang thoyib. Sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga.”

Diriwayatkan dari Al Jashshosh, dari Kinanah Al Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al Asy’ariy berkata ketika berkhutbah di hari An Nahr (Idul Adha), “Tiga hari setelah hari An Nahr (yaitu hari-hari tasyriq), itulah yang disebut oleh Allah dengan ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). Do’a pada hari tersebut tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdo’a dengan berharap pada-Nya.”

 

Banyak Bersyukurlah pada Allah di Hari Tasyriq

Pada hari tasyriq terkumpullah berbagai macam nikmat badaniyah dengan makan dan minum, juga terdapat nikmat qolbiyah (nikmat hati) dengan berdzikir kepada Allah. Dan sebaik-baik hati adalah yang sering berdzikir dan bersyukur. Dengan demikian nikmat-nikmat tersebut akan menjadi sempurna. Jika kita diberi taufik untuk mensyukuri nikmat, maka syukur yang baru itu sendiri adalah nikmat. Sehingga perintah syukur selamanya tidak akan usai.

Seorang penyair mengatakan:

Idza kana syukri ni’matallah ni’matan, ‘alayya lahu fi mitsliha yajibusy syukr

Jika mensyukuri nikmat Allah adalah nikmat, maka karena nikmat semisal inilah, kita wajib bersyukur pula.

Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa hari-hari tasyriq memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah sebagai hari raya bagi umat Islam. Pada hari-hari tersebut kita disyariahkan untuk memotong hewan kurban, makan dan minum, berdzikir, berdo’a serta bersyukur kepada Allah Ta’ala.

Minggu, 04 Juni 2023

Hawa yang Selalu Menggelora

Oleh: Misno Mohd Djahri


 

Salah satu unsur dari manusia yang selalu membawa kepada hal-hal yang bersifat dunia adalah hawa yang ada di dada. Ianya memang menjadi bagian tidak terpisahkan dari manusia, hingga manusia lalai dan lupa akan tujuan kehidupannya di dunia. Bagaimana ketika hawa selalu bergelora di jiwa?

Hawa nafsu manusia, secara bahasa adalah keinginan dari jiwa manusia. Ia adalah unsur yang menjadikan manusia memiliki rasa, asa dan cita-cita tentang dunia. Hawa manusia bisa berupa rasa suka dengan manusia lainnya hingga suka dengan harta dan dunia. Hawa dari satu sisi menjadikan kehidupan manusia lebih berwarna dengan gairah membara. Ini jika diarahkan kepada hal-hal yang halal dan diperkenankan oleh agama. Namun kebanyakan manusia terlena dengan hawanya hingga menjadikannya sebagai pendorong untuk melanggar segala aturanNya.

Hawa yang selalu bergelora dalam tulisan ini adalah hawa nafsu manusia yang selalu mengajak kepada keburukan, cinta dengan dunia, harta dan wanita atau laki-laki lainnya. Pada batas yang diperbolehkan syara’ tentu tidak mengapa, sayangnya seringkali hawa selalu membawa pada hal-hal yang melanggara aturanNya. Mencintai dunia secara berlebihan hingga lupa dengan alam setelahnya, mencintai harta secara berlebihan hingga lupa pada pemilik mutlak harta yaitu Allah Ta’ala. Hawa juga yang menjadikan seseorang cinta dengan wanita atau lelaki lainnya hingga membawanya pada jurang penuh alpha.

Bertambahnya usia, terkadang tidak mengurangi dari hawa-nya untuk melampiaskan semau hasratnya. Bahkan kita lihat bagaimana seorang yang sudah usia di atas 50 tahun hingga tua renta masih terlena dengan hawa-nya hingga melakukan berbagai  hubungan yang tidak dibenarkan oleh agama. Hawa itu semakin menggelora bahkan ketika menjelang renta, di mana ia memiliki harta dan hawa-nya selalu mengajak pada dosa dan maksiat kepadaNya.

Maka, hawa yang terus menggelora sejatinya adalah cobaan dari Sang kuasa, apakah kita mampu untuk menjaganya agar sentiasa berada di jalanNya atau terbawa dalam rasa yang tidak dibenarkan agama. Hawa yang selalu menggelora sejatinya adalah ujian bagi kita, apakah akan membawa pada kebahagiaan di akhirat sana, atau terlena dengan kenikmatan sementara di dunia yang fana.

Semoga Allag Ta’ala sentiasa memberikan hidayah dan inayahNya, sehingga kita mampu untuk mengelola hawa yang selalu menggelora… Aameen, Di tengah gelora jiwa 04062023.

 

Tiga Macam Ego yang Merusak Harmoni Organisasi

Oleh: Luqman Hidayat, M.Pd. 




--------------

Salah satu fitrah manusia adalah berkumpul, berinteraksi, bersosialisasi, membentuk komunitas dan mendirikan organisasi dengan orang-orang yang dianggap mempunyai tujuan yang sama.

--

Seiring berjalannya waktu di dalam berinteraksi/bermuamalah pada komunitas/organisasi biasanya akan muncul silang pendapat, perbedaan persepsi yang hal ini tidak jarang dapat memicu terjadinya konflik di dalam komunitas/organisasi tersebut.

--

Salah satu sebab yang dapat mengakibatkan konflik terjadi berlarut-larut dan tak kunjung menemui titik temu adalah EGO PRIBADI. Ada 3 macam ego yang bisa muncul:

--

1. Merasa Paling Pintar

Merasa diri paling pintar sehingga selalu menganggap rendah orang-orang di sekelilingnya. Orang lain dianggap awam, sedang diri sendiri dianggap ahli. Sehingga pendapat orang selalu dikesampingkan tanpa melihat fakta dan dalil-dalil ilmiah. Pokoknya kalau bukan pendapatnya yang dipakai kurang afdhol. Gengsi menerapkan konsep yang tidak berasal dari gagasannya sendiri. Ego yang semacam ini sering terjadi pada jajaran manager, baik itu top manager, middle manager atau pun lower manager. Karena merasa memiliki otoritas, maka jajaran staf yang tidak memiliki otoritas hanya pasrah walaupun pendapatnya benar tapi tidak dianggap. Paling hanya menggerutu dalam hati.

--

2. Merasa Paling Sengsara

Sudah merasa berusaha sekuat tenaga, all out, ikhlas menyumbangkan tenaga, waktu dan pikiran bahkan tak jarang mengeluarkan uang dari kantong pribadi, tapi tak pernah diapresiasi, tak pernah dianggap, seolah tak punya arti. Lho, bukannya bekerja itu harus ikhlas? Iya, betul sekali. Tapi yang hati itu tidak bisa dibohongi, terkadang perlu dihibur bahkan harus sering dimotivasi. Dalam situasi seperti ini, seorang manager harus peka. Berikan apresiasi, berikan reward, berikan motivasi agar yang bersangkutan tidak patah hati. Karena yang namanya hati kadang kuat, kadang rapuh, kadang semangat, kadang layu,. Sebagaimana iman, bisa bertambah dan bisa berkurang. Biasanya terjadi pada bawahan, anak buah atau jajaran pelaksana di lapangan.

--

3. Merasa Paling Berjasa

Di dalam organisasi, kita harus sama-sama menjaga hati. Hendaknya kita saling menghargai satu sama lain. Jika ada seseorang yang kita anggap paling berjasa dalam organisasi kita, maka rangkullah ia, jaga dengan baik, jangan sampai terlepas. Jika diri kita sendiri yang ternyata Allah takdirkan sebagai orang yang mempunyai jasa besar di dalam organisasi, maka kita harus pandai-pandai menjaga hati, agar tetap rendah hati dan dijauhkan dari sifat sombong. Tetaplah bersikap sebagaimana biasa. Tanamkan dalam hati kita bahwa di dalam organisasi ini tidak ada yang paling berjasa, tetapi semuanya mempunyai jasa yang besar, mempunyai kontribusi, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

--

Terakhir, mari kita berdoa kepada Allah Ta'ala agar Allah menyatukan hati kita dan semoga Allah senantiasa memberikan taufik kepada kita semua agar dijauhkan dari sifat sombong dan dijauhkan dari sifat egois.

--

Tulang Bawang,

13 Dzulqa'dah 1444 H/2 Juni 2023 M

Luqman Hidayat, M.Pd.

Kamis, 18 Mei 2023

Ciri Muslim Cerdas: Belajar, Belajar dan Belajar

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri



Syukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kepada kita akan kenikmatan iman Islam dan juga Ihsan. Shalawat dan salam sama-sama kita panjatkan kepada junjungan alam Habibana wa nabiyana Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam kepada seluruh ahli baitnya para sahabatnya serta orang-orang yang senantiasa mengikuti jejak sunnahnya hingga akhir zaman.

Salah satu dari ciri seorang muslim yang memiliki ghirah atau semangat intelektual dan juga pembelajar adalah dia selalu ingin untuk menambah ilmu pengetahuannya, ingin untuk menambahkan pemahamannya terhadap ilmu pengetahuan baik ilmu pengetahuan yang sifatnya duniawi ataupun yang sifatnya ukhrawi atau kedua-duanya.

Oleh karena itu salah satu dari ciri dari muslim yang memiliki intelektual dan semangat pembelajaran tinggi adalah selalu dia belajar, belajar dan belajar, baik itu dia dengan membaca kemudian juga dengan mungkin juga menulis mungkin juga dia dengan belajar kepada seorang ilmuwan seorang tokoh seorang ustadz ajengan ataupun juga dia mengikuti berbagai kegiatan yang sifatnya ilmiah baik itu conference kemudian seminar webinar dan lain sebagainya.

Apalagi sebagai seorang akademisi, dosen misalnya maka dia memiliki kewajiban lebih untuk bisa melihat bagaimana perkembangan dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Ya perkembangan dari berbagai munculnya perubahan yang ada sehingga kemudian mau tidak mau ilmu pengetahuan itu terus harus berkembang dan harus terus kita update ya agar sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga mudah-mudahan dengan kita belajar, belajar dan belajar melalui membaca baik itu membaca teks ataupun membaca alam semesta ini kemudian juga menuliskannya mempublikasikannya kemudian juga hadir di berbagai pertemuan ilmiah itu menjadi salah satu sarana kita untuk bisa menambah dari ilmu pengetahuan mengembangkan dan yang pasti memberikan manfaat bagi umat dan juga masyarakat bangsa dan juga negara.  Wallahualam, 18052023 transkrip dari video Youtube di Surabaya.

Kekurangan anda Adalah Kelebihan Anda

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri

 


Bismillahirrahmaanirohim 

Setiap manusia memiliki kekurangan dan juga kelemahan, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi WasallamKullu Bani Adam Khattha’un” artinya setiap manusia itu pasti pernah berbuat salah. Bahkan dalam beberapa ayat Alquran menunjukkan bahwasanya manusia itu adalah dzaluumun kaffaar dan lain sebagainya.

Oleh karena itu kita sebagai manusia harus siap untuk berdamai dengan kekurangan kita, ini memang cukup berat, banyak kekurangan yang ada pada diri kita sendiri, bahkan ada beberapa orang yang mungkin tidak pede atau minder dengan kekurangan dirinya. Berdamai dengan kelemahan atau kekurangan kita berarti kita memahami dari kelemahan dan juga kekurangan terus memperbaikinya sehingga akan lebih baik ke ke hadapannya. Karena pada manusia itu pasti tidak ada yang yang sempurna, sehingga setiap manusia itu pasti memiliki kekurangan, pasti memiliki kelemahan dan lain sebagainya.

Kemudian kelemahan dan kekurangan itu kita harus mampu untuk menerimanya, akan di level yang lebih tinggi jika kita mampu menjadikan kelemahan kita itu jadi kekuatan kita setiap kekurangan kita pun menjadi kelebihan kita asal caranya kita mampu untuk mengelola dari keuangan atau dari kekurangan tersebut. Anda bisa mengelola dari kelemahan dan kekurangan kita dan menjadikan yang kelemahan kita menjadi kekuatan kita jadikan kekurangan kita menjadi sebuah kelebihan untuk kita.

Tentu saja Ini melalui proses dan proses itu tentu saja tidak instan tetapi bertahap, mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kepada kita hidayah serta inayah-nya sehingga kita mampu untuk memahami diri kita mengetahui kelemahan dan kekurangan kita menjadikan itu sebagai media untuk introspeksi dan menjadikannya pula kita itu untuk maju dan berkembang kembang menjadikan kekurangan kita sebagai kelebihan kita, kelemahan kita sebagai kekuatan dari diri kita. Wallahu A'lam Bishawab 18052023 dari transkrip video di Surabaya.

Kunci Hidup Sukses

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri

 


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah sholatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi  

 

Salah saru dari kunci sukses untuk kita meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat itu diawali dengan believe atau keyakinan. Apa itu yaitu keyakinan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahwasanya setiap manusia itu sudah ditetapkan takdirnya dan kita diberikan kehendak untuk bisa berikhtiar atau berusaha ya untuk bagaimana meraih kebahagiaan tersebut.

Berarti keyakinan itu terkait dengan bagaimana sebenarnya manusia itu meyakini bahwasanya kita itu memiliki kehendak untuk bisa meraih kebahagiaan atau kesuksesan tersebut itu yang pertama jadi kalau kita ingin sukses bahagia dunia dan akhirat maka awali dengan believe dengan keyakinan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah pencipta kita Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah satu-satunya Ilah dan juga Allah subhanahu wa ta'ala itu adalah Dzat yang menciptakan kita yang memberikan rezeki kepada kita yang juga memberikan kepada kita kehendak untuk kita bisa meraih sebuah kesuksesan.

Kemudian yang kedua adalah terkait dengan bagaimana kita itu betul-betul menikmati memahami dari proses itu sendiri. Ya proses di dalam kehidupan di mana banyak orang mungkin kecewa dengan keadaan dari kehidupannya padahal kita sebagai seorang muslim tentu saja harus meyakini bahwasanya kehidupan yang kita jalani ini adalah salah satu dari skenario dari Allah subhanahu wa ta'ala sehingga bisa diuji apakah kita mampu untuk bersabar ketika ada musibah bersyukur ketika kita mendapatkan anugerah.

Kemudian yang ketiga adalah kita bisa fokus kepada tujuan hidup kita yaitu kita itu adalah apa kebahagiaan baik itu di dunia ataupun di akhirat. Kebahagiaan itu bukan sesuatu yang harus dicari tetapi kebahagiaan itu kita ciptakan. Bagaimana kita misalnya mensyukuri dengan apa yang ada saat ini ya kemudian juga dengan syukur itu tentu nanti akan bertambah dari kenikmatan itu dan yang tentunya adalah dengan bersyukur itu kita akan semakin yakin bahwa ada tujuan dari utama atau tujuan utama dari hidup kita yaitu mendapatkan Ridho dari Allah Azza wa Jalla.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan hidayah serta inyahNya sehingga kita mampu untuk menguatkan kita keyakinan kita kemudian mampu juga untuk menikmati proses kehidupan ini dan juga kita akan mampu untuk fokus kepada tujuan kita yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat serta Ridho dari Allah Azza wa Jalla, Wallahualam Bishawab Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 18052023 dari transkrip video menggunakan anthiago.