Jumat, 29 April 2016

The Power of Islamic Entrepreunership


Judul Buku: 
The Power of Islamic Entrepreunership

Penulis: 
Agus Siswanto

Editor: 
Dr. Abdurrahman MBP, MEI

Harga: 
Rp. 45.000



Kamis, 28 April 2016

Ya N Nyusuk Na Pakuan



Judul Buku: 
Ya Nu Nyusuk Na Pakuan

Penulis: 
Saleh Danasasmita

Harga: 
Rp. 30.000

Informasi: 
085885753838




Penelusuran Sejarah Pakuan Pajajaran

Judul Buku: 
Penelusuran Sejarah Pakuan Pajajaran 

Editor: 
Abdurrahman Misno BP

Penerbit: 
Pustaka Amma Bogor 
 
Harga: 
Rp. 30.000
 
Informasi: 
085885753838 
 
 


Rabu, 09 Maret 2016

Hari Libur: Waktu akan Membunuhmu

Hari Libur: Waktu akan Membunuhmu
Oleh Abdurrahman Misno


Hari libur adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang, ia menjadi momen untuk mengistirahatkan badan dan pikiran. Hari libur juga menjadi hari berkumpul dengan keluarga atau handai taulan. Sayangnya banyak dari kita yang justru terjebak dengan hari libur, hingga tidak bisa mengoptimalkan libur ini sebaik-baiknya. Bahkan mungkin bisa jadi menggunakan hari libur ini untuk sesuatu yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya.
Sebagaimana hari-hari yang lain, hari libur seharusnya digunakan sesuai dengan fungsinya tanpa menghilangkan esensi dari liburnya. Maksud saya adalah, bahwa libur sebagai waktu untuk beristirahat atau kumpul dengan keluarga jangan sampai menjadikan kita lupa dengan hal-hal yang seharusnya sudah disiapkan untuk esok harinya. Jika hari libur adalah hari yang sangat langka dalam hidup, karena pekerjaan yang terus menumpuk setiap hari, maka bolehlah ia menjadi hari untuk beristirahat total. Tapi jika hari libur terjadi pada hari yang memang tidak pada hari-hari padat, maka sudah selayaknya untuk menggunakannya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.
Tulisan ini mengingatkan saya sendiri dan pembaca sekalian untuk mengisi hari libur dengan hal-hal yang positif. Bukan berarti hari libur harus tetap bekerja atau tetap melakukan aktifitas seperti hari kerja. Tapi, memanfaatkan hari libur dengan sebaik-baiknya itulah pesan dalam tulisan ini. Hal ini karena banyak di antara kita justru terlena dengan hari libur, padahal masih banyak aktifitas lain yang juga bisa dilakukan pada hari libur tanpa mengurangai “kekhusyu’an”-nya.
Mengisi hari libur dengan hal-hal yang positif, bersama keluarga melakukan aktifitas yang positif, membantu anggota keluarga lain atau menyiapkan untuk kegiatan di hari berikutnya. Intinya adalah jangan jadikan hari libur sebagai hari untuk bermalas-malasan, melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan na’udzubillah melakukan hal-hal yang dibenci oleh Allah ta’ala.

Bogor, 09 Maret 2016

Jumat, 25 Desember 2015

Buku Pakuan Pajajaran

Buku Dijual
Pakuan Pajajaran
Rp. 30.000
Hubungi 085885753838

Buku ini menceritakan tentang sejarah Pakuan Pajajaran di Bogor.

Rabu, 02 Desember 2015

Mapay Laratan Sajarah Bogor

Buku Dijual
Harga: Rp 35.000
Hubungi:085885753838

Pembaca sekalian, buku ini merupakan rangkaian dari pemikiran-pemikiran Bapak Eman Sulaeman sebagai budayawan Bogor. Beliau memotret realitas Bogor dalam sudut pandang budayawan dan pelaku sejarah. Isi artikel dalam buku ini merupakan kumpulan dari tulisan beliau yang dimuat di beberapa media baik cetak maupun elektronik. Membaca artikel-artikel beliau kita diajak memahami masa kini dan masa depan berdasarkan tradisi Sunda yang memiliki karakter khas. Sebagai budayawan Sunda, beliau mendasarkan setiap pemikirannya pada tradisi karuhun yang memiliki tali-paranti yang menjadi modal bagi pengembangan Bogor dan masyarakat Sunda.
Salah satu dari keistimewaan buku ini adalah ditulis dengan bahasa Sunda yang merupakan bahasa ibu yang saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Padahal bahasa adalah salah satu bukti eksistensi dari sebuah suku bangsa, jika bahasa hilang maka akan hilang pula suku bangsa tersebut.
Buku ini menghadirkan pemikiran-pemikiran brilian Bapak  Eman Sulaeman, sebagai sifat kepedulian beliau terhadap budaya Sunda dan Bogor yang mulai ditinggalkan oleh urang Sunda sendiri. Sebagai sebuah pemikiran tentu saja ia memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga silahkan pembaca untuk bisa mencernanya.  

Naskah Carita Ratu Pakuan



Buku Dijual
Rp 30.000
Hubungi: 085885753838

Naskah Carita Ratu Pakuan berasal dari kropak 410 di Perpustakaan Nasional yang sekarang berada di Museum Sri Baduga. Jumlah keseluruhan lontar ada 29 lembar dengan ukuran masing-masing ± 19 x 3 cm dengan kolom tulisan berukuran ± 17 x 2,5 cm. Tidak disebutkan siapa penulis naskah ini, kecuali sebuah tempat yaitu Gununglarang Srimanganti.
Naskah ini menceritakan tentang kisah dari para ratu yang berada di kerajaan Sunda Galuh dan Pakuan. Isinya menceritakan deskripsi para ratu di kerajaan Galuh dan Pakuan. Sifatnya yang historis menjadikan para pembaca dapat memahami sejarah pada masa lalu yang tertulis di dalamnya. Berbagai wilayah disebutkan dalam naskah ini sebagai asal-usul dari para ratu khususnya yang sedang melakukan perjalanan dari keraton di timur (Galuh) menuju keraton barat yaitu Pakuan.
Pembaca sekalian diajak untuk memahami bagaimana perjalanan kerajaan terbesar di Tatar Sunda berserta kisah-kisah para ratu yang menghuni istana. Sebagai sebuah naskah sejarah maka diharapkan para pembaca dapat mengambil hikmah dari kisah-kisah tersebut. Mengambil sesuatu yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan Negara serta meninggalkan sesuatu yang sudah usang atau bertentangan dengan keyakinan kita bersama saat ini. 

Naskah Carita Parahyangan


Buku Dijual
Harga: Rp. 30.000
Hubungi: 085885753838


Naskah Carita Parahyangan merupakan bagian dari naskah yang ada pada koleksi Museum Nasional Indonesia Jakarta dengan nomor register Kropak 406. Naskah ini terdiri dari 47 lembar daun lontar ukuran 21 x 3 cm, yang dalam tiap lembarna diisi tulisan 4 baris. Aksara yang digunakan dalam penulisan naskah ini adalah aksara Sunda.
Naskah ini syarat dengan nilai historis mengenai sejarah kerajaan Sunda Galuh dan Pajajaran. Dua hal penting yang tersirat di dalam naskah ini adalah gambaran konsep sebagai sarana untuk melaksanakan kekuasaan raja secara berkesinambungan serta untuk melindungi keutuhan wilayah kerajaan yang bersifat magis-religius. Hal ini tampak dalam pribadi raja yang dilegitimasi sebagai keturunan para leluhur yang dianggap suci atau dewa. Konsep lainnya adalah yang bersifat praktis sebagai sarana untuk mencapai tujuan raja.
Membaca naskah dalam buku ini kita sebagai generasi muda dituntut untuk cerdas dalam menyikkapinya. Mengambil hal-hal yang positif di dalamnya yang membuang sesuatu yang sudah usang dan ketinggalan zaman. 

Buku Biografi Prabu Siliwangi


Buku Dijual
Harga Rp 35.000
Hubungi: 085885753838 


Ada tiga buah nama yang di Tatar Sunda (Jawa Barat) merupakan standar puncak untuk gambaran segala ide dan ukuran terbaik yaitu: Siliwangi, Pakuan dan Pajajaran. Terkadang istilah ini disatukan menjadi dua serangkai yaitu Siliwangi-Pakuan, Siliwangi-Pajajaran atau Pakuan Pajajaran. Istilah-istilah tersebut oleh Masyarakat Sunda dipandang sebagai lambang kejayaan dan segala nilai terbaik Jawa Barat masa silam. Wajarkah bila tokoh sebesar dan  sepenting  itu harus absen dari pembicaraan sejarah? Itulah pertanyaan yang secara logis  akan terlontar.
Salah satu masalah di sekitar tokoh Prabu Siliwangi ialah adanya pertentangan antara keyakinan masyarakat dengan keraguan para ahli sejarah mengenai kehadirannya dalam kehidupan sejarah Jawa Barat masa silam. Masyarakat yakin tentang pernah adanya tokoh tersebut, sedangkan para ahli Sejarah, berdasarkan disiplin ilmu yang dianutnya, tetap meragukannya karena sampai saat ini belum ditemukan dokumen otentik atau sumber primer yang dapat dijadikan pegangan.
Siapa sebenarnya Prabu Siliwangi? Apakah ia adalah tokoh sejarah atau hanya tokoh sastra? Bagaimana pula kontribusinya bagi masyarakat Sunda pada masa lalu? Dan yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana sejarah kehidupannya berdasarkan bukti-bukti sejarah? Buku ini menghadirkan satu perspektif mengenai Prabu Siliwangi dengan pendekatan sejarah. Selamat membaca….