Jumat, 29 April 2016
Kamis, 28 April 2016
Ya N Nyusuk Na Pakuan
Rabu, 09 Maret 2016
Hari Libur: Waktu akan Membunuhmu
Hari Libur: Waktu akan Membunuhmu
Oleh Abdurrahman
Misno
Hari
libur adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang, ia menjadi
momen untuk mengistirahatkan badan dan pikiran. Hari libur juga menjadi hari
berkumpul dengan keluarga atau handai taulan. Sayangnya banyak dari kita yang
justru terjebak dengan hari libur, hingga tidak bisa mengoptimalkan libur ini
sebaik-baiknya. Bahkan mungkin bisa jadi menggunakan hari libur ini untuk
sesuatu yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya.
Sebagaimana
hari-hari yang lain, hari libur seharusnya digunakan sesuai dengan fungsinya
tanpa menghilangkan esensi dari liburnya. Maksud saya adalah, bahwa libur
sebagai waktu untuk beristirahat atau kumpul dengan keluarga jangan sampai
menjadikan kita lupa dengan hal-hal yang seharusnya sudah disiapkan untuk esok
harinya. Jika hari libur adalah hari yang sangat langka dalam hidup, karena
pekerjaan yang terus menumpuk setiap hari, maka bolehlah ia menjadi hari untuk
beristirahat total. Tapi jika hari libur terjadi pada hari yang memang tidak
pada hari-hari padat, maka sudah selayaknya untuk menggunakannya untuk hal-hal
yang lebih bermanfaat.
Tulisan
ini mengingatkan saya sendiri dan pembaca sekalian untuk mengisi hari libur
dengan hal-hal yang positif. Bukan berarti hari libur harus tetap bekerja atau
tetap melakukan aktifitas seperti hari kerja. Tapi, memanfaatkan hari libur
dengan sebaik-baiknya itulah pesan dalam tulisan ini. Hal ini karena banyak di
antara kita justru terlena dengan hari libur, padahal masih banyak aktifitas
lain yang juga bisa dilakukan pada hari libur tanpa mengurangai “kekhusyu’an”-nya.
Mengisi
hari libur dengan hal-hal yang positif, bersama keluarga melakukan aktifitas
yang positif, membantu anggota keluarga lain atau menyiapkan untuk kegiatan di
hari berikutnya. Intinya adalah jangan jadikan hari libur sebagai hari untuk
bermalas-malasan, melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan na’udzubillah
melakukan hal-hal yang dibenci oleh Allah ta’ala.
Bogor, 09 Maret 2016
Labels:
Al-Hikmah,
Bening Jiwa,
Motivasi Islami
Kamis, 03 Maret 2016
Bulan Bintang di Bumi Parahyang
Jumat, 25 Desember 2015
Buku Pakuan Pajajaran
Buku Dijual
Pakuan Pajajaran
Rp. 30.000
Hubungi 085885753838
Buku ini menceritakan tentang sejarah Pakuan Pajajaran di Bogor.
Rabu, 02 Desember 2015
Mapay Laratan Sajarah Bogor
Buku Dijual
Harga: Rp 35.000
Hubungi:085885753838
Pembaca sekalian,
buku ini merupakan rangkaian dari pemikiran-pemikiran Bapak Eman Sulaeman
sebagai budayawan Bogor. Beliau memotret realitas Bogor dalam sudut pandang
budayawan dan pelaku sejarah. Isi artikel dalam buku ini merupakan kumpulan
dari tulisan beliau yang dimuat di beberapa media baik cetak maupun elektronik.
Membaca artikel-artikel beliau kita diajak memahami masa kini dan masa depan
berdasarkan tradisi Sunda yang memiliki karakter khas. Sebagai budayawan Sunda,
beliau mendasarkan setiap pemikirannya pada tradisi karuhun yang
memiliki tali-paranti yang menjadi modal bagi pengembangan Bogor dan
masyarakat Sunda.
Salah satu dari
keistimewaan buku ini adalah ditulis dengan bahasa Sunda yang merupakan bahasa
ibu yang saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Padahal bahasa
adalah salah satu bukti eksistensi dari sebuah suku bangsa, jika bahasa hilang
maka akan hilang pula suku bangsa tersebut.
Buku ini menghadirkan pemikiran-pemikiran
brilian Bapak Eman Sulaeman, sebagai
sifat kepedulian beliau terhadap budaya Sunda dan Bogor yang mulai ditinggalkan
oleh urang Sunda sendiri. Sebagai sebuah pemikiran tentu saja ia memiliki kelebihan dan
kekurangan, sehingga silahkan pembaca untuk bisa mencernanya.
Naskah Carita Ratu Pakuan
Buku Dijual
Rp 30.000
Hubungi: 085885753838
Naskah Carita
Ratu Pakuan berasal dari kropak 410 di Perpustakaan Nasional yang sekarang
berada di Museum Sri Baduga. Jumlah keseluruhan lontar ada 29 lembar dengan
ukuran masing-masing ± 19 x 3 cm dengan kolom tulisan berukuran ± 17 x 2,5 cm. Tidak
disebutkan siapa penulis naskah ini, kecuali sebuah tempat yaitu Gununglarang Srimanganti.
Naskah ini menceritakan
tentang kisah dari para ratu yang berada di kerajaan Sunda Galuh dan Pakuan.
Isinya menceritakan deskripsi para ratu di kerajaan Galuh dan Pakuan. Sifatnya
yang historis menjadikan para pembaca dapat memahami sejarah pada masa lalu
yang tertulis di dalamnya. Berbagai wilayah disebutkan dalam naskah ini sebagai
asal-usul dari para ratu khususnya yang sedang melakukan perjalanan dari
keraton di timur (Galuh) menuju keraton barat yaitu Pakuan.
Pembaca sekalian
diajak untuk memahami bagaimana perjalanan kerajaan terbesar di Tatar Sunda
berserta kisah-kisah para ratu yang menghuni istana. Sebagai sebuah naskah
sejarah maka diharapkan para pembaca dapat mengambil hikmah dari kisah-kisah
tersebut. Mengambil sesuatu yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan Negara
serta meninggalkan sesuatu yang sudah usang atau bertentangan dengan keyakinan
kita bersama saat ini.
Naskah Carita Parahyangan
Buku Dijual
Harga: Rp. 30.000
Hubungi: 085885753838
Naskah Carita
Parahyangan merupakan bagian dari naskah yang ada pada koleksi Museum Nasional
Indonesia Jakarta dengan nomor register Kropak 406. Naskah ini terdiri dari 47
lembar daun lontar ukuran 21 x 3 cm, yang dalam tiap lembarna diisi tulisan 4
baris. Aksara yang digunakan dalam penulisan naskah ini adalah aksara Sunda.
Naskah ini
syarat dengan nilai historis mengenai sejarah kerajaan Sunda Galuh dan
Pajajaran. Dua hal penting yang tersirat di dalam naskah ini adalah gambaran
konsep sebagai sarana untuk melaksanakan kekuasaan raja secara berkesinambungan
serta untuk melindungi keutuhan wilayah kerajaan yang bersifat magis-religius.
Hal ini tampak dalam pribadi raja yang dilegitimasi sebagai keturunan para
leluhur yang dianggap suci atau dewa. Konsep lainnya adalah yang bersifat
praktis sebagai sarana untuk mencapai tujuan raja.
Membaca naskah
dalam buku ini kita sebagai generasi muda dituntut untuk cerdas dalam
menyikkapinya. Mengambil hal-hal yang positif di dalamnya yang membuang sesuatu
yang sudah usang dan ketinggalan zaman.
Buku Biografi Prabu Siliwangi
Buku Dijual
Harga Rp 35.000
Hubungi: 085885753838
Ada tiga buah nama yang di Tatar
Sunda (Jawa Barat) merupakan standar puncak untuk gambaran
segala ide dan ukuran terbaik yaitu: Siliwangi, Pakuan dan Pajajaran. Terkadang
istilah ini disatukan menjadi dua serangkai yaitu Siliwangi-Pakuan, Siliwangi-Pajajaran
atau Pakuan Pajajaran. Istilah-istilah
tersebut oleh Masyarakat Sunda dipandang sebagai lambang kejayaan dan segala nilai
terbaik Jawa Barat masa silam. Wajarkah bila tokoh sebesar dan sepenting
itu harus absen dari pembicaraan sejarah? Itulah pertanyaan yang secara
logis akan terlontar.
Salah satu masalah di sekitar tokoh Prabu Siliwangi ialah
adanya pertentangan antara keyakinan masyarakat dengan keraguan para ahli
sejarah mengenai kehadirannya dalam kehidupan sejarah Jawa Barat masa silam.
Masyarakat yakin tentang pernah adanya tokoh tersebut, sedangkan para ahli
Sejarah, berdasarkan disiplin ilmu yang dianutnya, tetap meragukannya karena
sampai saat ini belum ditemukan dokumen otentik atau sumber primer yang dapat
dijadikan pegangan.
Siapa sebenarnya Prabu Siliwangi? Apakah ia adalah tokoh
sejarah atau hanya tokoh sastra? Bagaimana pula kontribusinya bagi masyarakat
Sunda pada masa lalu? Dan yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana
sejarah kehidupannya berdasarkan bukti-bukti sejarah? Buku ini menghadirkan satu perspektif mengenai Prabu Siliwangi
dengan pendekatan sejarah. Selamat membaca….
Labels:
Biografi,
Bogor,
Ethnografi,
Sunda,
Toko Buku
Langganan:
Postingan (Atom)






