Kamis, 05 September 2013

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Islam

Oleh: Muhammad Saefudiin

Tujuan yang hendak dicapai ajaran-ajaran Islam bagi manusia adalah kebaikan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akherat. Baik buruknya kehidupan seseorang di akherat bergantung pada baik buruknya kehidupan di dunia ini. Dan kebalikanya kehidupan yang tidak baik di dunia akan membawa kehidupan sengsara di akherat. Karena secara mendasar dapat dikatakan bahwa lingkungan pendidikan Agama dapat diklasifikasikan menjadi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Setiap lingkungan tersebut sebaiknya harus memberikan pengaruh pada proses pembentukan individu melalui Pendidikan Agama yang diterimanya, baik langsung maupun tidak langsung.[1]
Sehingga inter relasi di antara ketiga lingkungan di atas mengarah pada tujuan Pendidikan Agama Islam sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang 45 pasal 31 ayat 3 adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Proses Pendidikan Agama ketiga miliew diatas idealnya memang harus ada kerja sama yang baik, koordinasi dan interrelasi yang harmonis demi tercapainya tujuan Pendidikan Nasional di Indonesia. Tujuan Pendidikan Agama pada dasarnya adalah membentuk manusia yang berakhlaq mulia sebagaimana selaras dengan tujuan Pendidikan Agama Islam, yaitu mendidik akhlaq dan jiwa mereka, menanamkan rasa fadhilah, membiasakan mereka dengan kesopanan yang tinggi, mempersiapkan menuju suatu kehidupan yang suci seluruhnya ikhlas dan jujur.[2] Untuk mencapai tujuan ini maka Pendidikan Agama Islam dilakukan di dalam maupun di luar sekolah, sedang salah satu lembaga pendidikan di sekolah tingkat pertama adalah (SD/MI) yang memberikan pelajaran bidang studi Pendidikan Agama Islam dan yang berada di luar sekolah adalah diadakannya TPQ. Namun demikian, pendidikan Agama Islam pada prakteknya harus diselenggarakan secara terpadu antara pendidikan di keluarga, sekolah dan masyarakat.
Menarik untuk dijadikan obyek penelitian karena banyak kalangan ahli berpendapat bahwa pendidikan keluarga adalah awal pendidikan yang akan menenetukan berhasil tidaknya Pendidikan Agama di sekolah.[3] Sementara itu, seorang ahli mengemukakan bahwa betapa pentingnya pendidikan keluarga bagi anak-anaknya yang sedang berkembang. Pendapat diatas menunjukkan bahwa keluarga atau orang tua adalah fundamen dari pendidikan anak yang sangat menentukan pendidikan anak itu dimasa akan datang, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Dengan demikian nyatalah bahwa perkembangan fase anak baik dalam perkembangan jasmani, intelektual, fantasi maupun perasaan dan Akhlaq sangat
berpengaruh terhadap perkembangan anak pada fase-fase berikutnya.[4]
Keluarga adalah sebagai pendidikan pertama, utama dan tertua, yang fungsinya sebagai peletak dasar atau landasan bagi pendidikan akhlaq dan agama (pendidikan sosial dan moral). Dasar yang dipakai adalah kasih sayang, yang dapat terbentuk : kasih sayang dan penjelasan tentang status kedudukan anak. Pendidikan di keluarga ini, biasanya bersifat kodrati atau informal. Akan tetapi apabila usaha pendidikan dalam keluarga itu gagal, akan terbentuk seorang anak yang cenderung untuk menjadi anak yang malas untuk belajar, sehingga prestasi anak tersebut tidak akan pernah sesuai dengan harapan.[5] Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa peranan keluarga atau orang tua sangat penting dalam membimbing anaknya melalui pendidikan agama. Terutama bimbingan yang yang lebih intensif pada anak usia berkembang yang sedang belajar di SD/MI. Oleh sebab itu bimbingan, pengawasan dan keteladanan orang tua sangatlah berarti bagi perkembangan anak untuk memperoleh perkembangan yang optimal mencapai tujuan pendidikan yang diharapkannya.


[1] 1 Drs. A. Muri Yusuf, Pengantar Ilmu Pendidikan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1986, hal 25
[2] 2 Dep. P&K, Sistem Pendidikan Nasional, Menara Wiyata, Semarang, 1989, hal 14
[3] 3 Drs. M. Ngalim Purwanto, MP, Ilmu Pendidikan Teoritis&Praktis, Remaja Karya CV, Bandung, 1988, hal 86
[4] 4 Asnelly ilyas, Mendabakan Anak Saleh (Jakarta : al-bayan, 2000 ), hal. 63.
[5] 5 Drs. H. Fuad Ikhsan, Dasar-dasar Kependidikan, Rinaka Cipta, 1996, hal 86

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...