Minggu, 30 Juni 2013

Kematian: Datang Tidak Diundang

Oleh: Abdurrahman
  


Kematian, sebuah kata yang akan datang pada setiap insan. Ia adalah sebuah kepastian yang telah ditakdirkan oleh Ar-Rahman. Adanya kematian adalah bentuk kesempurnaan dari kehidupan, sehingga keduanya merupakan “dua sisi uang” yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, tidak akan ada kehidupan jika tidak ada kematian. Ia datang tidak diundang…
Sebagai sebuah kepastian, kematian datang kapan saja, di mana saja dan dengan cara bagaimana saja. Setiap manusia dan seluruh makhluk tidak pernah mengetahui kapan ia akan meninggal. Bisa jadi seseorang mengetahui ciri-ciri dari kematiannya tetapi untuk memastikannya tidak ada satu makhluk-pun yang mengetahuinya. Sebatas perkiraan dan tanda-tanda akan datangnya kematian mungkin bisa dilihat bahkan seratus hari sebelum kematiannya, namun lagi-lagi hal tersebut hanya bisa diungkapkan dan disadari ketika kematian tersebut sudah terjadi. Sebelum itu tidak ada orang yang berfikir kematian itu akan datang. Sakit, kecelakaan dan kejadian lain yang mengakibatkan kematian hanyalah sebagai sebab, hakikatnya adalah “jatah” kehidupan bagi orang tersebut sudah selesai. Sehingga kematian itubisa saja datang ketika seseorang itu berada pada kondisi sehat dan prima. Hal ini sudah sering sekali kita dengar, bagaimana seseorang yang sehat dan segar bugar meninggal tanpa adanya penyebab sebelumnya. Bisa jadi juga kematian itu datang ketika seseorang sedang melakukan aktifitas keseharian, bekerja, belajar, mengajar, mengaji, berjalan, berdiri, tidur dan aktifitas lainnya. Kematian juga tidak memandang umur, pangkat, jabatan dan kedudukan seseorang, semua akan meninggalkan dunia yang fana ini.
Selanjutnya kematian juga akan datang di mana saja, ia tidak memandang tempat. Banyak kejadian kematian di medan perang, di jalanan, dalam rumah, dan sering pula terjadi kematian itu ketika di tempat tidur. Tempat hanyalah lokasi yang telah ditentukan oleh Ar-Rahman untu mengambil nyawa seseorang, sehingga lagi-lagi tempat penyebab utama sebuah kematian. Seseorang yang berjihad di jalan Allah ta’ala bukan berarti ia mendekati lokasi kematian, karena kematian itu tidak bisa dimajukan dengan adanya jihad demikian pula tanpa mengikuti jihad bukan berarti ia menjauhi tempat kematian. Apabila suatu tempat sudah ditakdirkan sebagai tempat kematian maka tidak ada yang bisa menggantikannya. Berapa banyak kita saksikan seseorang yang terjatuh dari tebing yang tinggi ke jurang yang dalam namun kematian itu tidak datang, atau seseorang yang jatuh dari gedung yang tinggi namun tidak juga mati. Itulah salah satu dari rahasia Ar-Rahman
Kematian juga akan datang dengan berbagai bentuknya, maksudnya adalah bahwa kematian itu datang dengan berbagai penyebabnya. Ada yang meninggal di tempat tidur karena penyakit jantung, adapula yang meninggal karena tertabrak mobil. Pada kesempatan yang lain ada yang meninggal karena terjatuh dari sebuah gedung, adalagi yang meninggal karena tenggelam. Semua itu adalah “wasilah” akan datangnya sebuah kematian. Bisa jadi di antara kita akan merasa ngeri menyaksikan seseorang yang meninggal karena terlindas kereta, atau seseorang yang meninggal karena terkena bom. Sejatinya itu hanyalah pemdangan dhahir yang tampak oleh manusia yang masih hidup, padahal bisa jadi ruh dari orang tersebut sudah berpindah ke alam lainnya. Maksud saya di sini adalah bahwa kematian dengan beraneka bentuknya tersebut sama sekali tidak mempengaruhi hakikat dari kematian tersebut. Apalagi jika dikaitkan dengan keyakinan kita sebagai seorang muslim, yaitu penyebab dan bentuk kematian hanyalah bisa disaksikan oleh orang yang masih hidup, sedangkan orang yang sudah meninggal akan sangat tergantung dengan amalannya selama di dunia.
Intinya adalah bahwa segala bentuk kematian yang dianggap oleh manusia sangat mengerikan sejatinya adalah ketentuan dari Ar-Rahman yang terkait erat dengan amalan kita selama dunia. Rasulullah memberiakn satu harapan bahwa kematian yang sangat mengerikan itu seringkali adalah tanda-tanda dari syahid di jalanNya, misalnya orang yang meninggal karena tenggelam, terbakar, terbentur benda keras, meninggal karena melahirkan, dalam jihad di jalan Allah, sakit perut dan lain sebagainya. Intinya adalah bahwa bagaimanapun bentuk kematian yang akan kita rasakan akan sangat tergantung dengan amalan kita di dunia, kalau kita baik dan senantiasa menjalankan amal sholeh maka kematian itu akan datang dengan penuh kenikmatan, sedangkan bila kita senantiasa berbuat jahat maka kematian itu akan datang dengan sangat mengerikan.
Kejadian ini masih terjadi di dunia, bagaimana dengan nanti setelahnya? Wallahu a’lam…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...