Mengenal Syahadat

on Kamis, 10 Februari 2011

Oleh : Abdurrahman Misno

Assalamualaikum, bagaimana kabarnya adik-adik? Mudahan-mudahan baik-baik saja dan tetap dalam lindungan Allah ta'ala. Kali ini kak Abdu akan mengajak kalian untuk mengenal rukun Islam.
Agar pembahasan ini menarik dan mudah maka Kak Abdu menjadikan setiap rukun Islam dalam satu buku, mudah-mudahan kamu dapat memahaminya, dan jangan lupa setelah memahami dilanjutkan dengan mengamalkannya.
Baik, dalam kesempatan kali ini kita akan mengenal syahadat. Syahadat itu apa yah? Nah….. agar kamu mengenal syahadat dan paham maka teruskan saja membaca buku ini Kak Abdu Jamin deh kamu akan paham dengan syahadat ini.
Agar tidak membuang-buang waktu langsung saja ya… kita mengenal syahadat ini sedikit demi sedikit, kalian sudah siap belum? kalau sudah yuk,  kita mulai .

Apakah Syahadat itu?
Syahadat adalah persaksian kita bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad ada utusan Allah. Sederhana bukan? arti syahadat berarti kita harus meyakini bahwa tidak ada tuhan di dunia ini selain Allah ta'ala saja. Dan kita juga harus yakin bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah sebagai rahmat bagi manusia.
Syahadat adalah rukun pertama dalam Islam, sehingga ia seperti sebuah pintu untuk memasuki bangunan Islam. Kalian tahu pintu tidak? "Kak Abdu, saya tahu,  pintu adalah bagian rumah yang harus kita lewati ketika akan memasukinya" Tepat sekali, kalau pintu berfungsi sebagai jalan untuk memasuki rumah, maka syahadat juga seperti itu. Ia menjadi syarat seseorang yang akan masuk ke dalam Islam.
Syahadat sendiri terdiri dari dua persaksian, yang pertama persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, kedua persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dua persaksian ini di sebut juga dengan dua kalimat syahadat, namun agar lebih mudah kita sebut syahdat saja.
Jadi syahadat adalah salah satu dari rukun Islam. Ia merupakan syarat bagi seseorang ketika akan masuk Islam. Syahadat ini harus diucapkan oleh siapa saja yang ingin masuk ke dalam Islam.

Tidak hanya mengucapkan
Ternyata seseorang yang akan masuk Islam tidak cukup hanya dengan mengucapkan syahadat saja, kenapa ya ? karena kalau hanya mengucapkan setiap orang juga bisa. Kak Abdu pernah punya teman yang pandai membaca Al-Qur'an dan pandai pula mengucapkan kalimat syahadat, tapi dia tidak bukan orang Islam. Karena itu mengucapkan syahadat saja tidak cukup, seseorang yang akan masuk Islam harus paham makna dari syahadat tersebut. Kalau tidak bisa bahasa Arab bagaimana ? kalau tidak bisa bahasa Arab ya harus belajar.
Kamu sendiri bagaimana, apa kamu tahu dan paham mengenai makna syahadat ini ? kalau sudah tahu Alhamdulillah. Tapi kalau belum tahu ya belajar, dan salah satunya membaca buku ini. Setuju ?
Intinya adalah seseorang yang masuk Islam tidak cukup hanya dengan mengucapkan syahadat saja, tapi dia harus tahu dan paham makna dari syahadat tersebut. Setelah paham meyakini dengan sepenuh hati dan mengamalkannya. Wah.... banyak sekali ya ?
Tidak banyak adik-adik, mengamalkan syahadat itu adalah sesuatu yang mudah, Kak Abdu yakin kalian juga bisa mengamalkanya.
Seperti apa sebenarnya makna dari kalimat syahdat ini ? sabar, kita akan bahas semuanya dalam buku ini, Insya Allah.

Makna Syahadat
Kamu tahu arti kata "makna"? Tepat sekali, "makna" itu ya sama saja dengan "arti", jadi kalau dikatakan "makna syahadat" berarti "arti dari syahadat". Biasanya makna lebih mendalam daripada arti. Misalnya nih.... kata "Ilah" dalam syahadat sering diartikan dengan Tuhan, padahal makna "Ilah" adalah sesembahan. Sudah paham ? sekarang kita lanjutkan lagi.
Ternyata makna yang terkadnung dalam kalimat syahadat itu sangat luas sekali, jadi tidak hanya sekadar key word  dalam Islam. Ia memiliki makna yang mendalam, karena itu kamu harus tahu dan paham tentang hal ini.
Syahadat kalau kita umpamakan seperti sebuah kunci, kalian pasti tahu kunci bukan? Kunci itu adalah alat untuk membuka pintu, entah itu pintu rumah, pintu mobil, pintu lemari dan yang lainnya. Atau ada juga kunci untuk membuka gembok, menjalankan motor dan lain sebagainya pokoknya banyak deh. Kalau syahadat itu kunci maka ia memiliki bagian-bagian khas tertentu yang harus ada sehingga ia bisa membuka sebuah pintu.
Kamu pernah melihat kunci ? Coba sekarang perhatikan sebuah kunci, ternyata kunci tersebut bisa untuk membuka pintu karena ia memiliki gigi-gerigi yang ada padanya. Coba kalau kunci itu lurus tanpa adanya gigi gerigi tersebut, Kak Abdu jamin kita tidak akan bisa membuka pintu tersebut.
Nah..... ternyata syahadat juga sama, ia memiliki gigi-gerigi atau rukun dan syarat-syarat yang harus ada. Maksudnya apa ? maksudnya adalah bahwa syahadat itu tidak sempurna jika rukun dan syarat itu tidak terpenuhi. Sama seperti kunci yang tidak mempunyai gigi-gerigi maka ia tidak bisa untuk membuka pintu.
Lalu apa saja rukun dan syarat dari syahadat ? kak Abdu akan jelaskan semuanya, tapi kamu jangan mengantuk ya... membaca buku ini. Kalau istirahat dulu boleh.

Rukun Syahadat
Kamu masih ingat kalimat syahadat ? tentu dong.  Agar lebih ingat dan paham kak Abdu tuliskan lagi ya kalimat syahadat itu :
أشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadur rasulullah
Artinya adalah : Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Itu tadi adalah syahadat dengan artinya, sementara maknanya lebih luas lagi. Masih ingat beda antara "arti" dengan "makna" ? coba deh… ingat-ingat lagi atau baca ulang lagi buku ini.
Rukun syahadat adalah makna yang terkandung di dalam syahadat itu, kalau kita cermati dalam kalimat syahdat ini ada dua rukun yang harus terpenuhi, yaitu :
Pertama : Nafyu ilah  yaitu meniadakan seluruh sesembahan (tuhan) yang ada di dunia ini. Maknanya adalah bahwa di dunia ini tidak ada sesembahan yang benar. Di sini kamu akan mengetahui bahwa kata "Ilah" ternyata bukan hanya bermakna Tuhan pencipta, namun ia lebih tepat kalau diartikan dengan "Tuhan yang disembah" atau sesembahan. Sesembahan itu artinya sesuatu yang kita semagah, kita taati dan menjadi tujuan ibadah kita. Berarti kalau dipenggal kalimat syahdat ini "la ilah" maknanya adalah tidak ada sesembahan (nafyu ilah). Kamu membacanya jangan berhenti samapi di sini yah... bisa-bisa salah dalam memahaminya.
Kedua : Itsbat yaitu menetapkan hanya ada satu sesembahan yang benar (haq) yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dialah satu-satunya yang berhak untuk disembah oleh manusia dan makhluk lainnya di dunia.
Kedua rukun tersebut (Nafyu dan Itsbat ) haruslah beriringan, sehingga tidak boleh dipisah-pisah. Karena keduanya adalah satu kesatuan yang bermakna tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah ta'ala. Itu adalah syahadat atas keesaan Allah dalam hal peribadahan, maka di dalamnya termasuk pengesaan bahwa Allah ta'ala adalah satu-satunya Pencipta, Pemberi rizqi, Pembuat hukum, Penguasa alam semesta dan yang lainnya.

Syahadat atas Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam
Selanjutnya Syahadat Rasul, kamu pasti tahu, siapakah Nabi kita ? sekali lagi benar, nabi kita adalah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam. Hal ini seperti kalimat syahadat berikutnya yaitu : Wa asyhadu anna Muhammad rasulullah yang bermakna bahwa Nabi Muhammad itu benar-benar utusan Allah. Makna Rasul adalah seseorang yang diutus, maka Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam adalah utusan Allah bagi seluruh Umat manusia. Ini seperti difirmankan oleh Allah sendiri di dalam Al-Qur'an :
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ(107)
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Al-Anbiyaa ayat 107.
Nah...bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam adalah utusanNya berarti kita harus memenuhi beberapa syarat diantaraya adalah :
1.Yakin bahwa beliau adalah utusan Allah
2.Membenarkan semua yang datang dari beliau
3.Mengikuti petunjuk beliau dalam beragama
4.Tidak menyelisihi beliau dalam beragama
5.Menjauhi semua yang menjadi larangan beliau
Harus diingat yah... bahwa taat kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam karena hal tersebut memang diperintahkan oleh Allah ta'ala, seperti dalam firmanNya :
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ(132)
Dan ta`atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. QS Ali Imran ayat 132.
Ketaatan kepada rasul berarti kita harus mengikuti petunjuk beliau, karena semua yang datang darui beliau itu adalah wahyu Allah juga :
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى(3)إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى(4)
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). QS An-Najm ayat 3-4.
Dari sini kamu harus yakin ketika mengucapkan Wa asyhadu anna Muhammad rasulullah dalam hati bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam itu benar-benar utusan Allah, karena itu kita harus mencontoh beliau.

Syarat-syarat Syahadat
Kalau sebelumnya kita membahas tentang rukun syahadat, sekarang kita lanjutkan lagi ke syarat-syarat syahadat, kamu masih bersemangat tidak ? Harus dong, seorang anak muslim harus cinta dengan ilmu dan bersemangat untuk mencarinya.
Seperti disebutkan di awal bahwa syarat-syarat syahadat itu seperi gigi-gerigi sebuah kunci, karena itu ia harus selalu ada. Kalau tidak ada bagaimana ? Yang pasti kunci itu tidak akan bisa membuka pintu itu. Bisa juga ada gigi-geriginya tapi ternyata kuncinya bukan pasangan dari pintu itu, hasilnya sama saja, ia tidak akan bisa untuk membuka pintu tersebut.
Di antara syarat-syarat syahadat tersebut adalah :
Pertama : Ilmu. Maksudnya adalah seseorang yang mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut harus berilmu atau mengetahui makna dari keduanya. Mengetahui maknanya adalah paham dengan apa yang dia baca. Hal ini seperti disebutkan oleh Allah ta'ala :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah. QS Muhammad ayat 19.
Jadi kita tidak seperti burung beo yang bisa mengucapkan suatu kalimat tapi tidak paham apa yang diucapkannya tersebut. Orang yang mengucapkan syahdat seharsunya dia paham dengan apa yang diucapkannya tersebut. Kalau tidak paham bagaimana ? ya seperti burung beo itu, artinya tidak sempurna syahadatnya tersebut.
Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam sendiri menjamin siapa saja yang mengucapkan kalimat syahadat ini akan masuk ke dalam surga:
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Barangsiapa yang meninggal dan dia mengetahui bahwa tidak ada ilah kecuali Allah maka di aakan masuk surga. HR Muslim.
Kamu mau masuk surga ? syaratnya mudah, yaitu mengetahui dan memahami makna dari syahadat ini.  
Kedua : Yakin. Kamu yakin kalau manusia tidak bisa hidup tanpa udara ? kalau Kak Abdu yakin sekali, coba misalkan kita tidak bernafas selama satu menit saja, tentu nafas kita akan tersengal-sengal karena tidak bisa bernafas. Salah satu ciri orang yang meninggal juga karena tidak bisa bernafas. Nah keyakinan kamu bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bernafas dengan udara juga seharusnya sama dengan keyakinan dengan makna dari syahadat itu. Artinya kamu tidak ragu dengan makna yang terkandung di dalamnya. Hal ini seperti disebutkan oleh Allah ta'ala mengenai keimanan seorang muslim :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا
Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu. QS Al-Hujurat ayat 15.
Sifat ragu-ragu biasanya dihembuskan oleh syetan dabn bala tentaranya, makanya kamu harus sering-sering berlindung kepada Allah ta'ala dari godaan syetan tersebut.
Agar kamu tidak ragu dalam mengucapkan kalimat syahadat ini, coba deh… baca hadits Nabi berikut :
لَا يَلْقَى اللَّهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فِيهِمَا إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Tidaklah seorang hamba menghadap Allah dengan kedua kalimat tersebut (syahadat) tanpa ragu-ragu melainkan hamba tersebut akan masuk surga. HR. Muslim.
Karena itu kalau kita mengucapkan kalimat syahadat tersebut harus yakin tanpa ada lagi keraguan dengannya.
Ketiga : Ikhlash. Kamu tahu ikhlash itu apa ? ikhlash itu adalah sebuah amalan yang kita niatkan tanpa adanya paksaan dari orang lain, karena hanya ditujukan pada satu tujuan.
Misalnya nih, kamu ingin mengerjakan sesuatu tapi ternyata kamu merasa mengantuk sekali, maka kamu tidak jadi mengerjakannya dan kamu segera beristirahat atau tidur. Nah…. Ketika kamu tidur maka tidak ada yang memaksa kamu untuk tidur kan ? kau sendiri yang menginginkannya.
Begitu juga dengan ikhlas, kamu melakukannya tidak karena dipaksa orang lain atau karena ingin mendapatkan sesuatu dari orang lain, tapi benar-benar ikhlas karena Allah ta'ala.
Dalam mengucapkan syahadat juga harus dengan ikhlas, yaitu karena Allah ta'ala. Maksudnya adalah ketika kita mengucapkan syahdat kita tidak dipaksa oleh orang lain atau karena akan mendapatkan sesuatu dari orang lain, syahadat tersebut diucapkan karena bertujuan untuk mendapatkan keridhaan Allah saja.
Kalau kamu bersyahadat bukan karena Allah berarti kamu telah menyekutukanNya, dan hal ini dilarang dalam Islam. Begitu pula kalau ada orang yang bersyahadat namun karena dipaksa oleh orang lain, maka syahadatnya tidak diterima.
Mengenai keikhlasan ini disebutkan oleh Allah ta'ala :
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. QS Al-Bayyinah ayat 5.
Memang benar, bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk memurnikan ibadah hanya bagiNya saja, dan inilah inti dari syahadat tersebut. Sehingga keikhlasan itu memiliki nilai yang sangat tinggi di sisiNya, bahkan ia menjadi salah satu syarat diberikan syafa'at (pertolongan) Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam  di akhirat nanti :
أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ
Manusia yang paling berbahagia pada hari kiamat adalah seseorang yang mengucapakan la ilaha ilallah (syahadat) secara ikhlash dari dalam hatinya atu jiwanya. HR Bukhary.
Setiap orang pasti mau mendapatkan syafaat (pertolongan) Nabi, kamu mau juga bukan ? mudah saja untuk mendapatkannya, slah satunya adalah dengan bersyahadat dengan ikhlas karena Allah ta'ala.
Keempat : Bersungguh-sungguh. Kak Abdu mau tanya lagi nih, kamu ketika membaca buku ini bersungguh-sungguh atau tidak ? bersungguh-sungguh itu artinya tidak main-main atau tidak menganggap remeh. Dalam mengucapkan kalimat syahadat juga sama, kita  mengucapkannya harus bersungguh-sungguh tidak boleh main-main. Allah sangat mencela orang-orang yang hanya mengucapkan sesuatu namun pada hakikatnya dalam hatinya hanya untuk bermain-main :
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. QS Al-Baqarah ayat 8.
Orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini adalah orang-orang munafik, kamua tahu siapa orang munafik ? Munafik adalah orang-orang yang apabila berbicara berdusta, bila berjanji mengingkari dan bila diberi amanah khianat. Kita berlindung dari sifat-sifat jelek seperti itu.
Orag-orang yang munafik itu antara yang diucapkan dengan apa yang di dalam hatinya tidak sama, di mulut mereka telah bersyahadat, namun di hati mereka mengingkarinya. Orang-orang seperti ini adalah calon penghuni neraka :
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا(145)
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. QS An-Nisaa ayat 145.
Bersungguh-sungguh dalam mengucapkan syahadat berarti tidak main-main dan benar-benar dari jujur berasal dari lubuk hatinya. Dalam hadits Nabi disebutkan :
مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
Siapa saja yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhamad adalah utusannya secara jujur dari dalam hatinya maka Allah akan menjauhkannya dari neraka. HR Bukhary.
Di dunia ini siapa coba yang tidak mau selamat dari neraka di akhirat nanti ? jelas tidak ada, kak Abdu, kamu dan semua manusia ingin selamat dari adzab neraka, salah satu caranya adalah bersungguh-sungguh dan secara jujur mengucapkan dua kalimat syahadat sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah ta'ala.
Kelima : Cinta. Ssstt... ini bukan sembarang cinta lho... tapi ketika kita mengucapkan kalimat syahadat ini kita harus cinta dengannya, mencintai orang-orang yang mengucapkannya serta membenci orang-orang yang memusuhi kalimat ini. Allah ta'ala berfirman :
 وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. QS Al-baqarah ayat 165.
Kecintaan kepada kalimat syahadat ini adalah kecintaan karena Allah ta'ala, sehingga ikatan cinta dan kasih sayang itu adalah ikatan Allah yang begitu kokoh. Inilah hakikat cinta karena Allah.
Saling mencintai dan mengasihi sesama muslim adalah sebuah sendi-sendi dari hukum Islam yang begitu indah, Nabi Muhammad shalallahu Alaihi wa salam bersabda :
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
Tiga hal barang siapa ada padanya maka ia akan merasakan nikmatnya iman, yaitu seseorang yang cintanya kepada Allah dan rasulNya lebih dicintainya dari pada yang lain, dan ia mencintai seseorang karena Allah ta'ala dan ia benci kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci jika dimasukan ke dalam neraka. HR Bukhary.
Panjang sekali haditsnya yah.... tidak apa-apa, intinya adalah bahwa kalau kita sayang dengan seseorang baik itu  ayah, ibu, saudara dan yang lainnya itu semua karena Allah ta'ala memerintahkan kita. Agar kamu lebih paham, Kak Abdu kasih contoh ya.... misalnya nih... kamu sayang sama ayah dan ibu bukan ? sayang kamu itu haruslah karena Allah memang memrintahkan kamu agar sayang keduanya. Bisa dipahami ? bisa dong, namanya juga anak muslim yang cerdas.
Keenam : Tunduk. Maksud dari tunduk di sini adalah kamu harus menerima setiap akibat dari syahadat yang ada, menerima dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan keridhaanNya :
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, QS An-Nisaa ayat 125.
Tunduk patuh di sini berarti sama dengan makna Islam, yaitu menyerahkan segala urusan hany abagi Allah ta'ala. Kita sebagai hambanya mengikuti seluruh konsekuensi dari kalimat syahadat tersebut.
Ketundukan kepada Allah ini adalah bukti dari keimanan kita kepadaNya :
لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به
Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk kepada ajaran yang aku (Nabi) bawa. HR. Al-Baghawi dan dishahihkan oleh An-Nawawi.
Nah, saya yakin kamu termasuk orang yang beriman karena itu kita harus tunduk dan patuh terhadap setiap peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasulNya.
Ketujuh : Qabul / menerima.  Kak Abdu kasih contoh nih, misalnya kamu mengikuti sebuah permainan, tenryata kamu kalah dalam permainan tersebut. Lalu kamu mengatakan "Saya mengaku kalah". Nah…. Saat kamu mengucapkan kalah berarti kamu menerima kekalahan kamu dan juga kamu tentu peham ucapan itu membawa konsekuensi bahwa kamu tidak akan dapat hadiah. Ketika kita mengucapkan syahadat juga seperti itu.
Seseorang yang mengucapkan : أشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله (Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadur rasulullah ) berarti ia harus tahu konsekuensi dari ucapan tersebut, misalnya dia tidak boleh percaya adanya sesembahan (Tuhan) selain Allah, demikian pula ia harus yakin bahwa Muhammad adalah utusanNya. Konsekuensi lainnya dari syahadat tersebut juga harus ia terima dengan senang hati dan tidak ada keterpaksaan padanya.
Demikianlah syarat-syarat dari kalimat syahadat, setiap muslim harus mengetahuinya. Jadi tidak asal mengucapkan saja, ia harus yakin, ikhlas, jujur, cinta tunduk patuh dan menerima syahdat tersebut. Semua itu tercermin dalam amalan kita sehari-hari, maka jika amalannya menyelisihi apa yang telah dia ucapkan berarti menandakan orang tersebut kurang imannya.
Selain itu di antara konsekuensi dari syahadat juga kita harus berlepas diri dari setiap orang-orang yang memusuhinya. Artinya kita harus berlepas diri dari amalan menyekutukan Allah dan orang-orang yang menyekutukanNya.

Pembatal-pembatal Syahadat
    Kamu masih semangat membaca buku ini bukan ? sekarang Kak Abdu lanjutkan mengenai pembatal-pembatal syahadat. Memang syahadat bisa batal ? seperti wudhu dong ? benar, artinya kalau seseorang sudah mengucapkan syahadat namun ia mengamalkan suatu amalan yang dapat membatalkan syahadatnya maka berarti syahadatnya batal atau tertolak.
Aduh…. Bisa tertolak juga syahadat. Seperti wudhu juga, kalau kita batal maka kita harus mengulang wudhu kita, kamu juga bukan ? jangan bohong lho... kalau sudah batal nanti shalatnya tidak sah.
Sebenarnya pembatal-pembatal syahadat itu sangat banyak, tapi agar kamu mudah memahaminya Kak Abdu singkat saja yah...
Perlu diingat juga bahwa pembatal-pembatal syahadat ini berlaku jika dilakukan dengan sengaja, ia paham dengan amalan tersebut, tidak terpaksa dilakukan dan dia tahu bahwa itu adalah pembatal syahadat.
Berikut ini adalah pembatal-pembatal syahadat tersebut :

Berbuat syirik kepada Allah ta'ala.
Syirik itu artinya menjadikan sesuatu selain Allah sebagai tandinganNya. Makna syirik sendiri sangat luas sekali, ia berkaitan dengan amalan hati dan amalan anggota badan.
Di antara contoh syirik yang berhubungan dengan amalan hati adalah syirik dalam hal keyakinan, kecintaan, harapan, tempat bergantung, takut, tempat perlindungan dan yang lainnya. Sedangkan syirik yang berupa amalan anggota badan adalah seseorang yang menyembah kepada selain Allah, berkurban kepada selain Allah, bernadzar, berdo'a, bertawasul dan lain sebagainya.
Kamu tahu kenapa syirik itu termasuk yang membatalkan syahadat ? jawabannya adalah karena syirik itu telah mengeluarkan pelakunya dari Islam, seseorang yang berbuat syirik berarti dia telah menanggung dosa besar yang paling besar. Allah ta'ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا(48)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. QS An-Nisaa ayat 48.
Ayat-ayat yang membicarakan mengenai haramnya berbuat syirik sangat banyak sekali, sehingga seseorang yang telah berbuat syirik ia kekal di dalam neraka, hal ini karena syahadatnya itu telah batal dan ia telah murtad dari Islam.
Selain itu, siapa saja yang rela dengan perbuatan syirik tersebut walaupun tidak melakukannya maka syahadatnya juga batal. Karena ia sama saja dengan mereka yang berbuat syirik tersebut, sebagaimana firmanNya :
وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. QS Al-Maidah ayat 51. 
Memang benar, orang yang rela dengan perbuatan syirik maka sebenarnya dia juga rela dengan kesyirikan tersebut. Maka pantas saja jika hal itu telah menjadikannya terjatuh ke dalam dosa besar.
Termasuk perbuatan syirik yaitu memilih agama selain Islam, sehingga orang-orang di luar agama Islam maka menurut keyakinan Islam mereka adalah kafir dan mereka akan masuk ke dalam neraka, baik mereka orang Yahudi maupun orang Nasrani atau orang kafir pada umumnya :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. QS Al-Bayyinah ayat 5.
Ini adalah keyakinan yang dimiliki oleh setiap muslim, termasuk kamu juga dan Kak Abdu juga, soalnya ini adalah prinsip yang tidak bisa diganggu gugat.
Hanya perlu diingat nih..... selain orang Islam, walaupun mereka akan masuk neraka bukan berarti kita juga berlaku tidak adil terhadap mereka, dalam berhubungan dan berbuat baik terhadap mereka harus tetap ada. Dalam batas-batas yang dibolehkan oleh Islam,  misalnya berteman nerjual beli, bermain dan lain sebagainya. Dalam hal-hala yang bersifat prinsip dan berhubungan dengan agama maka tidak ada toleransi padanya. Jadi Islam itu benar-benar rahmat bagi seluruh manusia.

Menyelisihi Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam
Kamu pernah mendengar ada orang-orang yang melecehkan atau mengejek Nabi Muhammad  Shalallahu 'Alaihi Wa salam dengan cara membuat gambarnya ? atau pernah mendengar ejekan orang-orang yang mengatakan bahwa laki-laki yang berjenggot seperti kambing ?
Kalau kalian pernah mendengarnya itu adalah salah satu bentuk dari menghina dan mengejek Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam. Jangan sampai ya... kamu melakukan seperti itu, karena perbuatan ini diancam oleh Allah ta'ala, dan ia adalah salah satu bentuk dari pembatal syahadat :
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ(65)لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman. QS At-Taubah ayat 65-66.
Dalam ayat ini ada tiga bentuk penghinaan, pertama penghinaan kepada Allah ta'ala, kedua penghiinaan kepada ayat-ayatNya dan ketiga penghinaan kepada rasulNya yaitu nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam. Ketiga olok-olokan atau penghinaan tersebut adalah bentuk dari penyelisihan mereka terhadap syariat Allah dan rasulNya, sehingga tidak heran jika Allah menghukuminya dengan murtad dari agamaNya.
Ketiga perbuatan tersebut juga telah membatalkan syahadat yang mereka ucapkan. Sehingga mereka telah keluar dari Islam, mereka harus bertaubat dengan dengan perbuatannya tersebut danmengulang kembali syahdatnya.
Dalam ayat ini kesannya mereka itu hanya bercanda atau hanya bermain-main, hanya saja kamu juga harus tahu bahwa main-main dengan ayat-ayat Allah itu tidak diperbolehkan.
Sebab pembatal syahadat yang lainnya yaitu membenci petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam , mereka selalu menghina orang-orang yang menjalankan sunnahNya, mereka mencelanya dengan berbagai sebutan, mereka mengatakan "Orang-orang terbelakang, orang-orang yang kuno" dan lain sebagainya.
Semua itu adalah bentuk pengingkaran mereka terhadap petunjuk nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam. Padahal di dalam Al-Qur'an disebutkan secara jelas :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. QS Al-Ahzab ayat 21.
Ayat ini sangat jelas sekali menunjukan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam adalah satu-satunya suri tauladan terbaik dan sebaik-baik orang yang memberikan petunjuk.
Petunjuk beliau meliputi berbagai hal dari masalah-masalah agama hingga masalah-masalah keduniaan. Semuanya adalah sebaik-baik petunjuk, hal ini ditegaskan lagi oleh beliau :
فإن خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه والسلام
Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam. HR  Abu Ya'la.
Dengan demikian orang-orang yang menyelisihi petunjuk beliau dalam beragama khususnya dan dalam masalah keduniaan pada umumnya ia telah membatalkan sendiri syahadat yang telah diucapkannya.
Kembali kamu harus ingat bahwa seluruh perbuatan yang membatalkan syahadat tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa adanya paksaan dari orang lain, ia tahu dan paham tentang hal itu, sehingga jika ada orang yang melakukannya namun tidak tahu, tidak paham atau dipaksa oleh orang lain maka syahadatnya tersebut tidak batal.
Jika menghina sunah-sunah nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam bisa membatalkan syahadat, maka demikian pula jika membenci sunnah-sunnah beliau. Di zaman yang terus berubah ini begitu banyak manusia yang sering kali mengatakan bahwa sunnah-sunnah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam adalah petunjuk bagi manusia-manusia gurun, ia tidak akan cocok di zaman sekarang ini. Itulah ungkapan-ungkapan mereka yang intinya mereka membenci sunnah-sunnah Nabi, padahal hal ini jelas merupakan kesesatan, Allah ta'ala berfirman :
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا(115)
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. QS AN-Nisaa ayat 115.
Seharusnya orang-orang yang menyelisihi petunjuk Nabi Muhammad telah membaca ayat ini. Kamu bisa lihat bukan, bahwa ancaman dalam ayat ini bukanlah main-main, ia berkaitan dengan siksa neraka yang begitu dahsyat. Kenapa orang-orang itu sering kali menghina Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam ? kamu bingung ? Kak Abdu juga heran, namun bisa dijawab sih.. hal itu mereka lakukan karena kebancian mereka kepada Islam, sehingg amereka banyak melecehkan Nabi.
Kak Abdu pernah melihat sebuah gambar yang katanya itu adalah nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam (padahal dusta) dengan sorban di kepala yang berbentuk seperti sebuah bom yang akan meledak. Atau ada juga gambar seekor babi yang bertuliskan kata Muhammad di badannya.
Itu semua adalah perbuatan keji yang pantas untuk mendapatkan balasan. Dan balasan yang setimpal adalah dimasukan ke dalam neraka. Eh… jadi kesal Kak Abdu nih…. dengan perbuatan mereka. "Kenapa harus kesal Kak Abdu ?"
Ya jelas kesal lah… coba deh kamu bayangkan, Nebi Muhammad itu khan hidup pada kurang lebih 14 abad yang lalu, dan kalau kita lihat sejarahnya mana ada umat islam yang begitu jahat kepada manusia, justru islam datang untuk memerdekakan manusia dari berbagai perbudakan, baik perbudakan kepada dunia, penguasa atau harta. Islam datang memberikan jalankeselamatan hidup manusia di dunia dan di akhirat.


Penutup
Pembahasan kita telah sampai kepada kesimpulan, Kak Abdu yakin kamu sudah membaca dari awal buku ini, saya acungkan dua jempol buat kamu yang sudah membaca buku ini dari awal. Buat yang membaca kesimpulan ini juga tidak apa-apa, karena nanti bisa mengulang lagi. Kesimpulan yang bisa diambil dari pembahasan ini adalah :
1.Syahadat adalah salah satu dari rukun Islam yang harus diucapkan bagi siapa saja yang akan masuk Islam.
2.Lafadz syahadat adalah  أشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadur rasulullah Artinya : Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
3.Syahadat mempunyai dua rukun yaitu Nafyu (peniadaan) dan itsbat (penetapan).
4.Nafyu berarti meniadakan seluruh sesembahan dan istbat  yaitu menetapkan hanya satu sesembahan yaitu Allah ta'ala.
5.Syahadat mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi siapa saja yang mengucapkannya, di antara syarat-syarat tersebut adalah : ilmu, yakin, Ikhlas, bersungguh-sungguh, cinta, tunduk patuh dan menerima.
6.Inti dari semua syarat tersebut adalah kita melaksanakan seluruh makna yang terkandung dalam syahadat tersebut tanpa paksaan.
7.Syahadat dapat dibatalkan dengan perbuatan syirik dan menghina ajaran-ajaran Islam serta petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam.
8.Perbuatan syirik meliputi berbagai amalan hati seperti meyakini adanya sesuatu yang setara dengan Allah ta'ala baik dalam rububiyah, uluhiyah atau asma dan sifatNya.
9.Menghina petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam dapat berupa penghinaan terhadap sunnah-sunnahNya atau menghina pribadi beliau.
10.pembatal-pembatal tersebut mengakibatkan seseorang itu keluar dari Islam (murtad) dengan syarat jika pembatal-pembatal tersebut dilakukan dengan sengaja, mengetahui perbuatannya tersebut dan tidak adanya paksaan dari pihak lain, serta di sadar dengan perbuatannya tersebut.
Demikianlah akhir dari buku ini semoga kamu yang membacanya mendapatkan manfaat dan bagi penulis dicatat sebagai amal shaleh. Amin, wa al-hamdulillah wa shalallahu 'ala nabiyina Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam.
Referensi
1.Al-Qur'an dan Terjemahnya
2.Syarat, Rukun dan Pembatal Syahadat, Syaikh Abdurrahman bin Abdullah Al-Faryan. Pustaka Haraki, tahun 1993
3.Golongan yang Selamat, Muhammad Jamil zainu, Pustaka Mantiq, tahun 1992
4.Shahih Al-Bukhary, Imam Bukhary.
5.Shahih Muslim, Imam Muslim
6.Syarah Ats-tsalastah Al-Ushul, Syaikh Muhammad bin shaleh al-'Utsaimin, Dar Ibnu Al-Jauzi, tahun 2004.      

0 comments:

Poskan Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...