Jumat, 16 Desember 2022

Ini Balasan Orang Dzalim…

Oleh: Misno Mohd Djahri

 


Kedzaliman yang dilakukan oleh seseorang akan memperoleh balasan siksa di dunia dan akhirat, inilah kenapa Islam sangat mengharamkan umatnya untuk berbuat dzalim. Beberapa dalil yang menunjukan balasan bagi orang yang melakukan kedzaliman di antaranya adalah: 

Pertama, Perbuatan Dzalim akan di-qishash (balas) pada hari kiamat

Dasarnya adalah Riwayat dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya:

أتدرون ما المفلِسُ ؟ قالوا : المفلِسُ فينا من لا درهمَ له ولا متاعَ . فقال : إنَّ المفلسَ من أمَّتي ، يأتي يومَ القيامةِ بصلاةٍ وصيامٍ وزكاةٍ ، ويأتي قد شتم هذا ، وقذف هذا ، وأكل مالَ هذا ، وسفك دمَ هذا ، وضرب هذا . فيُعطَى هذا من حسناتِه وهذا من حسناتِه . فإن فَنِيَتْ حسناتُه ، قبل أن يقضيَ ما عليه ، أخذ من خطاياهم فطُرِحت عليه . ثمَّ طُرِح في النَّارِ

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”. Para shahabat pun menjawab, ”Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda”. Nabi bersabda, ”Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.” HR. Muslim.

Maka kedzaliman yang dilakukan seseorang kepada orang lain akan menjadi penyesalan di hari kiamat karena akan mendapatkan balasan dari orang-orang yang didzalimi. Pada Riwayat lainnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. HR. Al-Bukhari

Maka, sangat rugi sekali orang-orang yang berbuat dzalim di dunia, karena mereka akan mendapatkan balasan di akhirat sana karena kedzaliman yang dilakukannya di dunia kepada orang lain.

Kedua, Mendapatkan laknat dari Allah

Dasar hukumnya adalah firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ لا يَنفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

“(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk” (QS. Ghafir: 52).

Orang yang berbuat dzalim akan dilaknat oleh Allah Ta’ala di dunia dan di akhirat, laknat di sini maknanya adalah dijauhkan dari rahmat Allah. Maknanya dijauhkan dari rahmat Allah di dunia adalah hidupnya tidak akan pernah tenang di dunia karena kedzaliman yang dilakukannya, sementara di akhirat sana tidak akan mendapatkan rahmat dari Allah Ta’ala.

Ketiga, Mendapatkan kegelapan di hari kiamat

Dasar hukumnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat” HR. Al Bukhari dan Muslim.

Merujuk pada riwayat ini maka kedzaliman yang dilakukan oleh seseorang akan menjadi kegelapan di akhira sana, padahal kita sangat memerlukan cahaya yang terang khususnya ketika berada di padang mahsyar. Maka jauhkanlah segala bentuk kedzaliman, baik yang disengaja ataupun tidak, caranya dengan hidup dalam naungan syariahNya.

Keempat, Terancam oleh doa orang yang dizhalimi

Ini adalah bahaya terbesar bagi orang-orang yang telah berbuat dzalim, doa orang yang terzalimi dikabulkan oleh Allah, termasuk jika orang yang terzalimi mendoakan keburukan bagi yang menzaliminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” HR. Bukhari dan Muslim.

Hendaknya mereka yang berbuat dzalim kepada orang lain memperhatikan riwayat ini, jangan sampai ada orang lain yang mendoakan keburukan kepada kita karena kedzaliman yang telah dilakukan, na’udzubillah min dzalika.

Kelima, Jauh dari hidayah Allah

Dasarnya adalah firman Allah Ta’ala:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Maidah: 51).

Petunjuk yang dimaksud adalah jalan kebenaran yang akan membawa kepada ksejahteraan di dunia dan akhirat. Seseorang yang berbuat dzalim tidak akan diberikan hidayah oleh Allah Ta’ala baik di dunia maupun di akhirat.

Keenam, Dijauhkan dari kesuksesan dand kesejahteraan (al Falah)

Dasarnya adalah firman Allah Ta’ala:

إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapatkan al falah” (QS. Al An’am: 21).

Makna al-falah dalam ayat ini adalah mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat, maka orang yang berbuat dzalim tidak akan mendapatkannya. 

Ketujuh, Kezaliman adalah sebab bencana dan petaka

Asarnya adalah firman Allah Ta’ala:

فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

“Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi” (QS. Al Hajj: 45).

Kedzaliman yang terjadi di tengah masyarakat adalah salah satu dari sebab datangnya bencana dan malapetaka. Mereka yang berbuat dzalim telah menjadikan Allah ta’ala murka sehingga memerintahkan kepada alam untuk memberikan pelajaran bagi orang-orang yang berlaku dzalim. Sehingga jika kita terjadi musibah hendaknya muhasabah, kedzaliman apa yang telah kita lakukan sehingga bencana ini datang?

Semoga Allah Ta’ala menghindarkan dari kita segala bentuk kedzaliman baik yang sengaja ataupun tidak sengaja dilakukan, Aamiin. 16122022.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...