Senin, 19 Desember 2022

Rambut Rontok, Apakah Takdir?

Oleh: Misno Mohd Djahri


 

Sebuah iklan shampo menarik perhatian saya, bukan karena bintang iklannya adalah artis muda cerdas dan berbakat tapi lebih kepada ucapannya mengenai produk tersebut. Ya… ucapan bintang dalam iklan tersebut adalah “Rambut rontok bukan Takdir”, tentu saja ucapan ini menarik untuk dibahas khususnya dalam perspektif aqidah (keimanan Islam). Kenapa ini penting? Karena menyangkut keimanan akan takdir yang menjadi kuasa dari Allah Ta’ala sehingga kita tidak boleh mengucapkan sembarangan.

Takdir adalah ketentuan Allah Ta’ala yang telah ditetapkan bagi alam semesta termasuk manusia, hal ini sebagaimana firmanNya:

وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٍۢ مَّعْلُومٍۢ

Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. QS. al-Hijr: 21.

Ayat ini dan banyak ayat lainnya menjelaskan tentang segala sesuatu yang terjadi di alam raya ini adalah takdir dari Allah Ta’ala, termasuk daun yang jatuh dari pohonnya.

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍۢ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍۢ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh al-mahfuz). QS. al-An’am: 59.

Takdir semua makhlukNya telah dituliskan dalam sebuah catatan sejak lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi, sebagaiman sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi” HR. Muslim.

Para ulama juga telah bersepakat berdasarkan ayat al-Qur’an dan hadits Nabawi yang menunjukan bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini adalah takdir dari Allah Ta’ala, termasuk juga rambut yang rontok dari seseorang. Sekali lagi rontoknya rambut seseorang itu adalah takdir Allah Ta’ala, adapun manusia memiliki ikhtiar saja. Misalnya dia ingin agar rambutnya tidak rontok, maka manusia tersebut berusaha agar rambutnya tidak rontok, ketika sudah berusaha namun juga tetap rontok maka itu sudah menjadi takdirNya.

Pembahasan ini memang seolah-olah hanya hal yang sepele, padahal ini terkait dengan rukun iman yaitu iman (percaya) dengan takdir baik dan buruk. Maknanya sebagai orang yang beriman kita wajib untuk meyakini bahwa Allah Ta’ala telah menciptakan takdir sleuruh makhlukNya dari yang paling besar sampai yang paling kecil. Menyepelekan masalah ini bisa jadi membawa kepada kerusakan dalam keimanan, karena menggugurkan iman kepada qadha dan qadar (takdir) dari Allah Ta’ala.

Semoga para praktisi iklan lebih berhati-hati dalam menggunakan kata-kata, jangan sampai hanya karena ketidaktahuan kemudian menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan syariat Islam. Wallahu a’alam, 19122022.

1 komentar:

  1. MasyaAllah sangat membuka wawasan, keren... lanjutkan pak ustadz semangat karena Allah dan terimakasih

    BalasHapus

Please Uktub Your Ro'yi Here...