Rabu, 07 Desember 2022

Kenapa Banyak Orang yang “Tidak Suka” dengan Kita?

Oleh: Misno bin Mohamad Djahri


 

Sebagian makhluk sosial, manusia membutuhkan manusia lainnya untuk memenuhi segala kebutuhannya. Adanya kebutuhan dasar ini maka terjadilah interaksi di antara manusia, baik dalam ruang lingkup keluarga, komunitas dan masyarakat pada umumnya. Interaksi ini bisa bersifat positif dan tidak jarang juga negative dengan berbagai tingkatannya. Konflik yang terjadi antara individu atau komunitas tertentu adalah salah satu efek negatif dari interaksi ini, sebabnya bisa karena masalah individual, komunitas atau kepentingan masyarakat. Konflik ini memiliki level yang berbeda-beda dari yang paling ringan sebatas salah paham, hingga terjadi perseteruan untuk saling memusnahkan.

Konflik yang sering terjadi di antara manusia adalah terkait dengan berbagai kepentingan dunia, hawa nafsu yang diikuti hingga kepentingan yang harus dituruti menjadi sebab utama perselisihan dan konflik yang terjadi di masyarakat. Efek dari perselisihan dan konflik ini biasanya berupa perasaan tidak nyaman dan dalam tingakatan tertentu membuat seseorang merasa lebih banyak orang lain yang tidak suka dengan dirinya.

Beberapa kali mendengar dari orang tua serta orang-orang di sekitar kita sebuah nasehat “Lebih banyak orang yang tidak suka dengan kita dari pada yang suka”. Begitulah kata-kata itu begitu membekas dan perlahan terbukti kebenarannya. Benarkah banyak orang yang tidak suka dengan kita dibanding orang yang suka? Jawabannya bisa jadi benar dan bisa juga salah. Semuanya tergantung pada keimanan setiap individu yang ada di sekitar kita, apakah mereka memiliki hati yang baik dan amalan syariah yang baik? Atau hati mereka kotor sehingga selalu menginginkan orang lain jatuh dan menderita. Istilah orang sekarang adalah “Senang Melihat Orang lain Susah dan Susah Melihat Orang lain Senang”.

Memang kalau kita perhatikan, banyak sekali orang yang mengikuti hawa nafsunya sehingga susah (tidak senang) melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah (tidak senang). Ini banyak sekali terjadi di antara anggota keluarga, tetangga, tempat kerja, antar organisasi dan manusia pada umumnya. Mereka tidak mau kalau ada orang lain yang lebih senang, bahagia, maju, berkembang, sukses dan kelebihan lain yang diberikan oleh Allah Ta’ala. Manusia yang mengikuti hawa-nya akan selalu ingin orang lain berada di bawahnya, senang melihat orang lain susah dan ingin dirinyalah yang terbaik dan paling segalanya.

Kembali ke pertanyaan semula “Apakah benar lebih banyak orang lain yang tidak suka dengan kita?” jawabannya benar jika orang-orang tersebut adalah mereka yang memiliki hati kotor, jauh dari agama dan selalu keduniaan yang dikejarnya. Sementara jawabannya bisa salah jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang ikhlas, bersih hatinya dan selalu menghiasi diri dengan syariah Allah Ta’ala. Tidak ada rasa dengki, iri, hasad, sirik dan berbagai perasaan negatif kepada orang lain. Mereka yang hatinya bersih dan selalu dalam naungan syariahNya akan menghindari segala sikap negatif kepada orang lain, bahkan ia akan bahagia ketika orang lain mendapatkan kebahagiaan.

Bagaimana sikap kita ketika melihat banyak orang lain di sekitar kita yang tidak baik ke kita? Maka jawabannya adalah tetap menjadi orang baik, berusaha selalu berbuat baik pada mereka, mendoakan mereka dan selalu istiqamah dalam naungan syariahNya. Jika banyak orang yang yang iri kepada kita, hasad dan dengki karena sifat keduniaan yang ada pada diri kita maka doakanlah agar mereka mendapatkannya juga. Jika sifat dengki mereka memuncak hingga ingin menghancurkan kehidupan kita maka, berilah ia nasehat dengan cara yang baik. Sampaikan bahwa semua yang ada pada diri kita yang bersifat keduniaan sejatinya adalah milik Allah Ta’ala, ini semua hanya titipan sehingga tidak perlu dijadikan obyek iri.

Semoga Allah Ta’ala sentiasa menjaga diri kita dari segala bentuk sifat negatif kepada orang lain, membersihkan hati kita dari sifat dengki, iri dan hasad kepada orang lain. Kita doakan orang-orang yang ada di sekitar kita yang memiliki sifat ini juga mendapatkan hidayah sehingga hilang sifat negatif ini dan kembali kepada syariah Allah Ta’ala. Aameen Ya Rabbal ‘alaameen. 07122022.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...