Mutiara Ulama...

on Senin, 13 Juni 2011

265. Ibnu Baththah menyebutkan bait-bait ini, Asy Sya’bi ia berkata, Aly bin Abi Thalib berkata kepada seorang laki-laki yang berteman dengan seseorang yang ia tidak suka laki-laki itu bergaul dengannya : Janganlah berteman dengan saudara yang bodoh, hati-hatilah kamu dan jauhilah dia Betapa banyak orang yang bodoh menjahili orang yang sabar ketika dianggap saudara Seseorang itu dinilai dengan temannya ketika ia berjalan bersamanya Dan sesuatu dengan yang lainnya mengandung kias dan keserupaan Juga ruh dengan ruh yang lain sebagai bukti ketika saling bertemu Orang yang cerdas jika ia melihat apa yang menakutkannya akan berjaga-jaga Orang yang lalai akan tertipu seiring dengan peredaran masa ia akan tertimpa petaka Siapa yang memahami perjalanan waktu tidak akan meremehkan nikmat yang ada padanya

Dan ia berkata --juga-- : Jika kamu tidak sakit berteman dengan orang sakit dan menjadi temannya berarti kamu orang yang sakit

266. Ibnu Baththah juga menyebutkan bahwa Abu Bakr bin Al Anbary berkata kepada kami, Ubay mengucapkan syair kepada Abul Atahiyah : Siapa lagi yang akan tersamar bagimu jika kamu perhatikan teman dekatnya Dan pemuda dengan wataknya merupakan tanda yang bercahaya di keningnya

267. Abu Bakr Al Arjaniy berkata dalam syairnya : Ketika aku uji manusia aku meminta dari mereka teman yang dapat dipercaya ketika menghadapi kesulitan Kelapangan dan kesulitan memperebutkan keadaanku aku berteriak ke seluruh penjuru adakah yang mau membantu Aku tidak dapati kecuali banyak yang gembira dengan kesulitanku dan aku tidak temukan kecuali banyak yang iri dengan kebahagiaanku

268. Penyair lain berkata : Siapa yang ingin meluaskan pergaulan hendaknya ia bertaqwa dan bersikap lembut Menundukkan pandangan dari kejelekan orang yang berbuat jelek dan sabar dengan kejahilan teman


0 comments:

Poskan Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...