Senin, 18 Mei 2020

Indonesia, Terserah Allah-lah...


Oleh: Abd Misno MDJ


Covid-19 yang masih menjadi pademi hingga saaat ini memunculkan berbagai reaksi masyarakat. Ada yang masih konsisten dengan keimanannya hingga masih tetap yakin bahwa wabah ini adalah fitnah dari Allah Azza wa Jalla. Ia yakin pasti ada hikmah dari apa yang sedang berlaku hingga hari ini berupa menyebarnya virus Corona, bahkan korbannya di Indonesia sudah mencapai 1.181 yang meninggal dunia. Sebagian lagi mulai merasa resah dengan keadaan ini, hingga mereka merasa bahwa  wabah ini sangat menyusahkan hidupnya. Sebagian lainnya jahil dengan agamanya hingga menganggap bahwa Covid-19 hanyalah kejadian wabah biasa, mereka tidak pernah merasa bahwa ini adalah teguran dari Sang Pemilik semesta. Bahkan lebih dari itu mereka semakin jauh dari Rabb-nya ketika wabah ini melanda semesta.
Tentu saja sebagai orang yang beriman, kita haruslah mengikuti kelompok pertama. Kita harus yakin bahwa Covid-19 adalah takdir dari Allah Ta’ala, maka bersabar dan terus berusaha untuk bisa selamat darinya serta agar manusia tidak terinfeksi karenanya. Terus bersabar hingga wabah ini selesai, dengan tetap meyakini bahwa ini adalah teguran dari Allah Ta’ala sehingga satu-satunya cara terbebas dari wabah ini adalah dengan semakin mendekatan diri kepada Allah Ta’ala. Keyakinan ini yang kemudian memunculkan kepasrahan secara total, Indonesia Terserah Allah-lah.
Indonesia, Terserah Allah-lah... adalah rasa pasrah secara total dan mengembalikan semua masalah kita hanya kepadaNya. Inilah sejatinya makna Islam, yaitu tunduk patuh dan berserah diri hanya kepada Allah Ta’ala. Menyerahkan semua hal berkaitan dengan wabah ini hanya kepada Allah Ta’ala, semua kembali kepadaNya. Tugas kita adalah berusaha agar wabah ini tidak lagi menyerang semua umat manusia, melakukan protokol yang benar dan lebih dari itu menjalankan seluruh syariahNya.
Lamanya wabah ini melanda, janganlah menjadikan kita menjadi putus asa. Karena harapan itu pasti ada, dengan syarat kita tetap berusaha mendekatkan diri kepadaNya. Terus berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebenar-benarnya. Tidak boleh kita berputus asa untuk terus berusaha, karena syariat Islam yang mulia ini telah memberikan pedoman kepada kita bagaimana menyikapi setiap musibah yang ada. Ya, jangan pernah menyerah, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala. Karena keputusasaan bukan ciri dari orang-orang yang beriman. Syaratnya adalah dengan terus berusaha dan berikhtiar, karena keyakinan tanpa ikhtiar juga akan menjadikan kita tersesat di jalanNya.
Keyakinan dan ikhtiar menjadi kunci dalam menyikapi Covid-19 ini. Keyakinan bahwa wabah ini adalah ujian hingga seharusnya menjadikan kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Jika adanya wabah ini justru banyak manusia semakin jauh dari syariatNya, bahkan menjauhkan umat dari agamanya maka berhati-hatilah mereka akan mendapatkan balasan apa yang mereka lakukan. Bisa jadi balasan bagi orang-orang yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan yang dilakukan oleh umat Islam akan disegerakan di dunia. Kalaupun tidak maka di akhirat mereka tidak akan lari dari adzabNya. Terserah Allah-lah...
Ikhtiar adalah sebuah keniscayaan, sehingga jika kita ingin segera terbebas dari wabah ini maka ikutilah protokolnya dengan benar. Jangan merasa bahwa kita sudah aman atau terlalu percaya diri tidak akan terinfeksi virus ini. Sikap ini justru akan menjadikan virus ini semakin berpesta pora, karena semakin banyak media yang menjadi tempat bersarangnya. Terserah Allah-lah... jika kita masih ngeyel atau degil tidak mau mengikuti aturan yang telah dibuat sebagai cara untuk mengatasi wabah Corona.
Terserah Allah-lah... serahkan semua kepada Allah Ta’ala. Jika ada pejabat yang menggunakan wabah ini untuk menyakiti umat Islam. Kita yakin ia akan mendapatkan balasan di dunia ataupun di akhirat. Terserah Allah, jika masih ada umat Islam yang hanya kepentingan dunia kemudian mengorbankan banyak manusia dengan menjadi media penularan Corona. Terserah Allah-lah... Setiap kita akan mendapatkan apa yang kita lakukan. Terserahlah... Gerimis manis di Kota Hujan, 18052020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...