Selasa, 19 Mei 2020

SEBA BADUY (Bagian 02)



Oleh: Asep Kurnia 

Saripati dari sekian banyak penjeleasan yang saya gali dari para Tokoh Adat utama Suku Baduy tentang Urgensi dan Esensi SEBA, maka berbicara tentang SEBA BADUY  paling tidak ada 11 hal yang harus dipahami, yaitu :


1.    SEBA adalah merupakan kegiatan Keagaman yang wajib dilaksanakan oleh Seluruh Warga Baduy baik warga Baduy Luar maupun warga Baduy Dalam.
2.    SEBA merupakan Kegiatan baku atau Acara Adat yang rutin atau tradisi wajib tahunan yang harus dilaksanakan setiap tahun yang sudah turun temurun sejak kesukuan mereka lahir.
3.    Tugas ritual SEBA setiap tahun diwajibkan karena merupakan satu rangkaian adat yang tidak dapat ditunda atau dipisahkan dari Kawalu, Ngalaksa yang diakhiri oleh acara SEBA.
4.    SEBA memiiki makna bathiniah sebagai menjunjung tinggi amanat leluhur dan secara lahiriyah adalah datang kepada pejabat pemerintah untuk menyampaikan kondisi masyarakat adat.
5.    SEBA untuk temu wicara , mana-mana yang perlu disampaikan nanti disesuaikan dengan apa yang disepakati, kondisi masa depan adat baduy itu di forum seba.
6.    SEBA pada intinya adalah silaturahmi Suku Baduy pada para Ratu dan Menak ( para pemimpin Daerah ) dengan didasari kesadaran dan keikhlasan.
7.   

 
SEBA memiliki aturan-aturan khusus sehingga pada pelaksanaannya tidak sembarangan harus melalui perhitungan,  musyawarah dan kesepakatan Lembaga Adat dengan pihak Pemerintah sehingga sifatnya resmi.
8.    SEBA bukan penyerahan Upeti atau tanda tunduknya baduy pada pemerintahan karena baduy tidak pernah melakukan peperangan dengan siapapun tapi SEBA dipandang sebagai suatu rasa penghormatan dan penghargaan dari Baduy pada pemerintah atau syukuran atas kebahagian telah selesai melaksanakan rukun wiwitan sehingga pada acara tersebut membawa dan menyerahkan kumpulan sebagian hasil panen warga Baduy dan itu dilakukan atas kesadaran warga tanpa paksaan.
9.    SEBA sesungguhnya merupakan kegiatan yang dititipkan dari leluhur untuk menyampaikan amanat-amanat pinisepuh wiwitan pada pemerintah berupa sikap saling menitipkan, mengingatkan, melaporkan dan mendoakan secara lahirnya dan secara bathinnya agar manusia, bangsa dan negara tetap aman tentram terhindar dari bencana serta kerusakan, sesungguhnya kegiatan seba ini adalah sebagai aplikasi dari salah satu dari 9 tugas pokok kesukuan baduy yaitu point Ngasuh Ratu Nyayak Menak

10.  Pada kekinian , SEBA juga dijadikan ajang untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan keluhan adat, Kejadian-kejadian yang menimpa Adat serta harapan-harapan Adat. Maka setiap acara seba Tema atau misi berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu.

11.  Dan titik pokus pelaksanaan SEBA sebenarnya adalah membacakan doa doa atau bait bait mantera dengan bahasa asli Sunda Buhun yang dibacakan oleh Jaro Warega yang isinya mengingatkan sekaligus menitipkan agar Gunung tidak dilebur, lembah tidak ruksak oleh manusia dan pemerintah sehingga Alam tetap seimbang terhindar dari segala macam bencana.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...