Senin, 02 Mei 2011

Walimah, Sungguh Indah di lidah


Oleh : Ibnu Muhammad


   Kita telah sampai ke hari "H" yang telah disepakati bersama. Hari ini kamu akan melakukan ritual suci sunnah para nabi hi....hi.....tapi sebelum melangkah ke acara tersebut kamu kudu punya persiapan lagi nih. Persiapan lagi? apa yang harus disiapkan lagi ?
Sabar, orang sabar disayang Al-Jabbar (Allah ta'ala maksudnya). Dulu sewaktu melamar sudah ditanyakan belum tentang mahar? oh iyya, lupa ding.. belum nanya? kalau belum berarti kamu masih ada waktu untuk menanyakannya, bisa pakai hp, telf atau email. Kalau sudah yah syukur berarti kita emang tinggal melangkah saja. Cuman sebelum lebih jauh kita bahas dulu sedikit yah tentang mahar ini, sekali lagi sabar.
Mahar emang bukanlah salah satu dari rukun atau syarat dalam sebuah pernikahan, ia adalah sebuah panghargaan dari seorang calon suami kepada calon istrinya, coba deh baca ayat di bawah ini :
لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً
Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. QS Al-Baqarah ayat 236.
Dalam ayat yang lain disebutkan secara gamblang mengenai hukum mahar atau di Indonesia di kenal dengan maskawin :
وَءَاتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا(4)
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. QS An-Nisaa ayat 4.
Jumlah besar kecilnya mahar biasanya disesuaikan dengan adat istiadat daerah setempat, atau dapat pula diserahkan kepada akhwatnya, berapa dia minta maharnya.
Para ulama juga membahas tentang batasan minimal dan maksimal, namun semua itu hanya sebatas hukum-hukum yang sangat fleksibel, apalagi telah datang kepada kita riwayat-riwayat yang manyebutkan bahwa mahar tersebut bisa berupa cincin yang terbuat dari besi, yang penting ada nilainya.
Urusan mahar memang diserahkan sepenuhnya buat kamu yang akhwat, artinya kamu punya kekuasaan untuk menentukan. Perlu diingat yah, ini bukan berarti nilai atau harga jual kamu, namun mahar lebih bermakna dari itu semua.
Mengenai hal ini Rasulullah membimbing buat kamu yang akhwat untuk memperingan kadar mahar dengan sabdaNya :
خَيْرُ الصَّدَاقِ أَيْسَرَهُ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan.  HR Abu Daud dan Al-Baihaqi.
Inti dari sebuah mahar adalah nilai yang ada di dalamnya, sehingga pada zaman Nabi, mahar itu bisa hanya berupa cincin besi, mengajarkan Al-Qur'an atau memerdekakan seorang budak. Yang penting mahar tersebut mengandung nilai materi.
Kalau kamu yang ikhwan ingin menambahi dengan yang lainnya sih boleh saja, monggo aja mas. Hal itu tentu akan memperingan "beban" pihak akhwat.
Thayyib, sekarang perjalanan ini kita lanjutkan. Saatnya kamu siapin diri untuk menuju detik-detik bersejarah dalam hidupmu. Sama aja mau yang ikhwan atau yang akhwat tentu deg-degan.
Yup, hari ini adalah hari "H" yaitu hari di mana akad nikah akan segera dilaksanakan. Mahar sudah disiapkan, badan sudah dimandikan (bukan mandi kembang ya...), tetangga sudah diundang, keluarga sudah pada datang tinggal berangkat ke pelaminan.
Yang akhwatnya sudah siap belum? kalau akhwat biasanya persiapannya lebih rumit nih, dari mulai menyiapkan wali nikah, saksi, tempat akad sampai yang mesti ada dan biasanya dipersiapkan jauh-jauh hari yaitu hidangan pesta walimah. Wuih… pokoknya paling ribet deh, pesan kue, bikin dodol, membuat ketan, pesan kartu undangan sampai segala hal yang berbau pengantin. Apalagi kalau acara walimahnya dibikin gede-gedean, aduh pasti deh harus pakai kebaya segala, didandanin and more.
Nah... kalau ngomongin tentang walimah yang serba kurang Islami, seharusnya jauh-jauh hari kamu kudu "dakwah" ke orang tua, mengenai acara walimah kayak gini. Peran ikhwan juga turut menentukan lho, acara walimah yang syar'i.
Pokoknya jangan sampai deh pernikahan suci kita diawali dengan maksiat dan diakhiri dengan laknat. Na'udzubillah min dzalika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...